Persebaya Tekuk PSIM 1-0, Bernardo Tavares Soroti Finishing Bajul Ijo
- account_circle Ruang Wawan
- calendar_month 39 menit yang lalu
- print Cetak

Bernardo Tavares dalam Press Conference setelah Laga melawan PSIM
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruang.co.id – Persebaya Surabaya meraih tiga poin saat menjamu PSIM Yogyakarta pada pekan kedua Super League 2026/2027. Bermain di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (13/9/2026) malam, Bajul Ijo menang 1-0 berkat gol Alex Martins pada menit ke-81.
Kemenangan Persebaya atas PSIM berlangsung cukup sulit. Bajul Ijo menguasai sejumlah momen serangan, tetapi pertahanan rapat PSIM membuat tuan rumah kesulitan menciptakan peluang bersih.
Gol Alex Martins akhirnya memecah kebuntuan. Hasil ini sekaligus membalas kekalahan 0-1 Persebaya dari PSIM di GBT pada musim lalu.
Persebaya vs PSIM Berjalan Ketat Sejak Awal
Persebaya langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit pertama. Para pemain Bajul Ijo mencoba mengalirkan bola dari berbagai sisi untuk mencari celah di pertahanan PSIM.
Namun, PSIM tampil disiplin. Para pemain tim tamu menutup ruang dengan rapat sehingga Persebaya kesulitan masuk ke kotak penalti.
Situasi berubah ketika PSIM harus bermain dengan 10 pemain. Persebaya kemudian meningkatkan tekanan dan lebih sering mengirim bola ke area pertahanan lawan.
Meski unggul jumlah pemain, Bajul Ijo tetap membutuhkan kesabaran. PSIM memilih bertahan lebih dalam dan membuat ruang di sekitar kotak penalti semakin sempit.
“Ketika sebuah tim bermain dengan 10 orang, mereka cenderung menutup ruang rapat-rapat, bertahan total, dan berlari lebih banyak karena memiliki motivasi ekstra,” ujar pelatih Persebaya Bernardo Tavares.
Tavares menilai kondisi tersebut memang membuat timnya harus bekerja lebih keras. Namun, Persebaya tetap mampu menciptakan beberapa situasi berbahaya melalui umpan silang dan tembakan.
Bernardo Tavares Puas dengan Tiga Poin
Tavares kemudian memberikan apresiasi kepada para pemain yang terus menjaga fokus hingga pertandingan berakhir. Menurutnya, Persebaya tetap menunjukkan keinginan kuat untuk mendapatkan tiga poin.
“Kami menciptakan lebih banyak peluang, lebih banyak umpan silang, dan lebih banyak peluang untuk menembak meskipun terkadang kami tidak menembak,” kata Tavares.
Secara statistik, pertandingan berlangsung cukup berimbang. PSIM mencatat penguasaan bola 53 persen, sedangkan Persebaya menguasai 47 persen.
Persebaya melepaskan 17 tembakan sepanjang pertandingan. Dari jumlah tersebut, tiga tembakan mengarah tepat ke gawang.
PSIM mencatat 10 percobaan dengan tiga tembakan tepat sasaran. Data tersebut menunjukkan kedua tim sama-sama mampu memberikan ancaman meski Persebaya lebih banyak melepaskan percobaan.
Tavares melihat masih ada sejumlah aspek yang perlu diperbaiki. Penyelesaian akhir menjadi salah satu pekerjaan rumah Bajul Ijo setelah mereka gagal memanfaatkan beberapa peluang pada babak pertama.
“Kami punya umpan silang yang bagus, tetapi tidak ada yang menyelesaikannya pada babak pertama. Begitu juga pada babak kedua,” tuturnya.
Persebaya juga mendapatkan lebih banyak sepak pojok. Namun, tim tuan rumah baru menemukan gol ketika pertandingan memasuki menit ke-81.
“Tiga poin adalah hal terpenting untuk pertandingan ini. Jangan lupa musim lalu Persebaya kalah di sini 0-1 melawan mereka. Jadi, ini hasil yang bagus,” ujar Tavares.
Alex Martins Jadi Pembeda
Pergantian pemain pada babak kedua ikut mengubah permainan Persebaya. Tavares memasukkan Toni Firmansyah dan Alex Martins untuk menambah daya gedor lini depan.
Alex kemudian menjawab kepercayaan sang pelatih. Pada menit ke-81, penyerang tersebut memanfaatkan umpan Jefferson Silva dan melepaskan sundulan dari jarak dekat.
Bola meluncur ke gawang PSIM dan kiper Cahya Supriadi gagal menghalaunya. Persebaya pun unggul 1-0.
Gol tersebut langsung membangkitkan energi para pemain dan suporter di GBT. Persebaya selanjutnya berusaha menjaga keunggulan hingga wasit meniup peluit panjang.
Alex Martins akhirnya menjadi penentu kemenangan Bajul Ijo. Gol tersebut juga memberikan tiga poin penting bagi Persebaya pada laga kandang pertama musim ini.
Jefferson Silva Sumbang Assist
Jefferson Silva turut mencuri perhatian dalam pertandingan ini. Pemain asal Brasil itu aktif membantu serangan Persebaya dari sisi lapangan.
Pergerakannya membuka ruang sekaligus memberikan variasi serangan bagi Bajul Ijo. Jefferson kemudian mengirimkan umpan yang berhasil Alex Martins sambut dengan sundulan.
Kontribusi tersebut menjadi kabar positif bagi proses adaptasi Jefferson bersama Persebaya. Ia merasa senang karena bisa membantu tim meraih kemenangan.
“Tim bekerja sangat keras selama seminggu penuh. Tim kami layak menang dan saya memberikan selamat untuk kerja keras semua pemain minggu ini,” ujar Jefferson.
Ia juga mengaku semakin nyaman bermain bersama rekan-rekan barunya.
“Saya sangat senang bisa mencetak assist dan membantu tim meraih tiga poin. Saya juga senang bisa beradaptasi dengan baik bersama rekan-rekan setim di laga ini,” katanya.
Persebaya Siap Hadapi Garudayaksa FC
Kemenangan atas PSIM membuat Persebaya mengoleksi empat poin dari dua pertandingan. Bajul Ijo kini menempati posisi ketujuh klasemen sementara Super League 2026/2027.
Selanjutnya, Persebaya kembali mendapat kesempatan bermain di GBT. Garudayaksa FC akan menjadi lawan Bajul Ijo pada Sabtu (19/9/2026) sore.
Jefferson berharap tim mampu mempertahankan agresivitas pada pertandingan berikutnya. Ia juga ingin Persebaya menjaga intensitas permainan sejak awal hingga akhir laga.
“Bermain di kandang, kami selalu siap tampil agresif dan menjaga intensitas sepanjang pertandingan di lapangan,” ujar Jefferson.
Kemenangan atas PSIM menjadi modal penting bagi Persebaya. Bajul Ijo kini punya waktu untuk memperbaiki penyelesaian akhir sekaligus mempersiapkan strategi menghadapi Garudayaksa FC.
Tiga poin di GBT juga membawa makna khusus. Persebaya bukan hanya mengamankan kemenangan pertama di kandang, tetapi juga berhasil membalas kekalahan dari PSIM pada musim sebelumnya.
Perjuangan tersebut menunjukkan satu hal: Bajul Ijo tetap mampu menemukan jalan keluar ketika pertandingan berjalan sulit. Kini, tantangan berikutnya menanti di GBT.
- Penulis: Ruang Wawan

