Pilu Santri Sidoarjo Tumbang Usai Santap MBG, Wagub Emil Turun Tangan, DPRD Janji Sanksi Tegas untuk SPPG Kalitengah
- account_circle Ruang Nurudin
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

oppo_0
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sidoarjo, Ruang.co.id – Malam di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RT. Notopuro Sidoarjo, mendadak riuh ramai pilu, pada Selasa (1/9/2026). Puluhan ambulan hilir mudik membawa pasien anak- santri pondok pesantren (Ponpes) dan siswa sekolah keracunan makanan.
Korban sementara berjumlah 431 anak, merupakan santri Pondok Pesantren Mambaul Hikam Desa Putat, serta belasan sekolah lain di Kecamatan Tanggulangin. Mereka mengalami gejala keracunan massal usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, langsung menggelar inspeksi mendadak di IGD RSUD RT. Notopuro. Ia didampingi jajaran Dinas Kesehatan Jatim dan Pemkab beserta Dinkes Sidoarjo, dan Dispendikbud Sidoarjo, serta Ketua DPRD Sidoarjo.
Wagub Emil memantau penanganan medis yang diberikan kepada ratusan anak yang lemas. Ruang perawatan darurat dipadati pasien hingga terpaksa memanfaatkan velbed bantuan BPBD Sidoarjo.
Pemerintah Daerah menegaskan, fokus utama saat ini adalah keselamatan jiwa seluruh korban. Pengobatan gratis disiapkan sepenuhnya tanpa membebankan biaya kepada keluarga korban.
Wagub Emil langsung berkoordinasi ketat bersama Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, Lakhsmie Herawati Yuantina, dan Kadispendikbud Sidoarjo, Ridho Prasetyo. Penelusuran difokuskan pada muara penyedia katering penyalur MBG (SPPG) ke sekolah dan pesantren.
“Pastikan pengobatan ditahan dulu di kita, Pemda fokus penanganan penuh kesehatan korban,” ujar Wagub Emil Elestianto Dardak saat berdiskusi di IGD RSUD RT. Notopuro.
Pengasuh Ponpes Mambaul Hikam, Abdul Wahid, membeberkan kronologi santrinya yang mendadak tumbang. Makanan dikirim sekitar pukul 12.25 WIB dan dikonsumsi santri pada siang hari.
Memasuki waktu Asar, para santri mulai mengeluhkan pusing, mual, hingga muntah. Jumlah korban terus bertambah hingga evakuasi darurat harus segera dilakukan malam itu.
“Santri kami makan siang dari MBG, memasuki Asar mulai pusing dan mual hebat,” tutur Pengasuh Ponpes Mambaul Hikam, Kiai Abdul Wahid, saat mendampingi sidak Wagub.
Kiai Abdul Wahid meluruskan isu liar di masyarakat terkait sumber makanan tersebut. Pihak pesantren hanya menjadi penerima manfaat dan tidak mengelola dapur penyedia MBG.
Plt. Direktur RSUD RT. Notopuro Sidoarjo, Prima Dessy Kusuma Rakhmawati, memastikan penanganan medis dilakukan secara terukur melalui penanganan cepat. Mayoritas pasien menjalani proses rehidrasi cairan serta injeksi obat pemulihan.
Manajemen rumah sakit membantah keras kabar burung yang menyebutkan adanya santri meninggal. Seluruh pasien tertangani dengan baik dan beberapa di antaranya sudah diperbolehkan pulang.
“Mayoritas dilakukan rehidrasi dan injeksi, tidak ada korban yang meninggal dunia,” tegas Direktur RSUD RT. Notopuro di hadapan rombongan sidak Wagub Emil.
Orang tua santri, Shofa (44), warga Jombang, mengaku pasrah atas musibah ini. Putrinya, Aisyah (13), murid kelas 7, sempat mengeluh mual usai mengonsumsi santapan siang.
Shofa memilih mengikuti seluruh prosedur pemulihan yang ditetapkan oleh pihak pengasuh pesantren. Ia berharap ada evaluasi total agar musibah serupa tidak terulang kembali.
“Saya manut kebijakan pondok saja, yang penting anak saya selamat dan cepat pulih,” kata Shofa (44), orang tua santri asal Jombang di lokasi IGD.
Informan aparat terkait menyebutkan sampel makanan yang diuji berisi menu nasi telur orak-arik. Selain telur, terdapat sajian tempe goreng garing serta sayur berkuah santan (diduga sayur Manisa). “Sudah dua hari ini menu makanan yang diberikan sama, padahal di hari pertama sempat dikomplain,” ungkap sumber Ruang.co.id.
Dinas Kesehatan bergerak cepat mengamankan sampel makanan tersebut dari lokasi. Uji laboratorium darurat membutuhkan waktu untuk mengetahui pasti jenis bakteri penyebab keracunan.
Dalam keterangannya, Wagub Emil mengapresiasi kesigapan tenaga medis merawat ratusan pasien keracunan. Koordinasi lintas sektor dinilai sukses mencegah dampak yang lebih fatal bagi anak-anak.
“Ada 19 lembaga terdampak keracunan massal, kesamaannya menerima pasokan dari SPPG Kalitengah,” ungkap Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak pada sesi doorstop media.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah Tanggulangin diketahui dikepalai oleh Rafli Ridho. Dapur umum di bawah Yayasan Indonesia Makmur Mandiri ini memproduksi ribuan porsi.
Meskipun SPPG telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), penyimpangan SOP tetap berpotensi terjadi. Waktu pengolahan dan kelayakan bahan baku awal kini diselidiki mendalam.
Badan Gizi Nasional (BGN) bertindak tegas atas insiden hebat yang menimpa 431 santri evakuasi. Otoritas BGN resmi membekukan operasional SPPG Kalitengah untuk waktu yang belum ditentukan.
Wakil Koordinator Regional Jatim BGN, Teguh, menegaskan langkah skorsing adalah prosedur mutlak. Pihaknya mendukung penuh investigasi kepolisian dan Dinas Kesehatan untuk mengusut tuntas.
“Operasional SPPG Kalitengah dihentikan sementara sampai hasil investigasi laboratorium keluar tuntas,” tegas Wakil Koordinator Regional BGN Jatim, Teguh, kepada media.
Kepala Dinkes Sidoarjo, Lakhsmie, mengatakan seluruh korban keracunan dilarikan di tujuh rumah sakit di Sidoarjo. “Di RSUD Notopuro ini pasien santri korban keracunan terbanyak, santri dan siswa lainnya juga dilarikan di IGD RS. Siti Fatimah Tulangan, RSI Siti Hajar, dan di empat rumah sakit lainnya,” ujar Lakhsmie.
DPRD Kabupaten Sidoarjo bereaksi keras terhadap berulangnya masalah penyajian MBG di wilayahnya. Kasus makanan berbelatung hingga daging ayam berdarah sebelumnya pernah menjadi catatan kelam.
Ketua DPRD Sidoarjo, Abdillah Nasih, menegaskan legislatif segera memanggil pengelola dan koordinator SPPG. Forum hearing akan digelar guna terbitkan rekom tegas untuk mengevaluasi total pelaksanaan program BGN ini.
“DPRD Sidoarjo segera memanggil pemilik SPPG bermasalah untuk mengeluarkan rekomendasi sanksi tegas,” tegas Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih saat diwawancarai khusus Ruang.co.id di IGD RSUD Notopuro, Selasa malam.
Data Ringkasan Kasus Keracunan MBG Tanggulangin Sidoarjo
Indikator Kasus Rincian Data Verifikasi Sumber Data Resmi
Total Lembaga Terdampak 19 Sekolah & Ponpes Dinas Kesehatan Sidoarjo
Jumlah Korban Evakuasi 431 Santri / Siswa Data Terpadu Pemkab Sidoarjo
Fasilitas Rujukan Medis 7 Rumah Sakit (Pusat: RSUD RT. Notopuro) Dinkes Jawa Timur
Identitas SPPG Terlapor SPPG Kalitengah (Ketua: Rafli Ridho) Badan Gizi Nasional (BGN)
Status Operasional Dapur Dihentikan Sementara (Suspended) Instruksi Resmi BGN Jatim
Data memvalidasi bahwa insiden keracunan massal bersumber dari satu muara dapur umum penyedia (single source supplier), yakni SPPG Kalitengah. Penanganan cepat lintas instansi berhasil mencegah korban jiwa dari total 431 anak yang dievakuasi.
Payung Hukum dan Regulasi yang berlaku, yakni Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan: Pasal 126 menegaskan kewajiban pemerintah menjamin ketersediaan makanan sehat, aman, dan bergizi bagi masyarakat. Pengelola makanan masal yang melanggar standar higiene hingga menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) dapat dikenakan sanksi pidana dan administratif.
Selain itu, Menteri Kesehatan Nomor 14 Tahun 2021: Mengatur Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi tempat pengelolaan pangan. Kepemilikan dokumen SLHS tidak membebaskan pengelola dari kewajiban menjaga standar pengolahan pangan harian secara konsisten.
Serta penegasan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen: Pasal 8 ayat (1) melarang pelaku usaha memperdagangkan barang/jasa yang tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Penanganan kasus ini, menjadi pertaruhan kredibilitas tata kelola pemenuhan gizi nasional di daerah. DPRD dan Pemkab Sidoarjo berjanji mengawal kasus hingga penjatuhan sanksi permanen, jika terbukti ada kelalaian fatal.
- Penulis: Ruang Nurudin

