Sidoarjo, Ruang.co.id — Surat Keputusan (SK) baru dari DPP PAN beberapa hari kemarin, resmi sudah turun menunjuk Khulam Junaidi menahkodai PAN Sidoarjo 5 tahun ke depan.
Penunjukan untuknya oleh Partai Amanat Nasional (PAN) melalui Dewan Pimpinan Pusat (DPP), menjadi titik awal konsolidasi baru, setelah dinamika internal yang sempat mengalami kebuntuan (deadlock).
Kepada Ruang.co.id, Khulaim kini membeberkan arah langkah politiknya, untuk mengembalikan kejayaan partai dalam catatan rekam jejak di Sidoarjo.
Khulaim langsung tancap gas untuk melakukan manuver politiknya. Ia menegaskan bahwa target utama PAN Sidoarjo adalah menghidupkan kembali memori kejayaan PAN saat pernah meraih delapan kursi legislatif.
“PAN pernah menorehkan tinta emas. Amanah saya adalah bagaimana memori itu diingat kembali, bahkan kalau bisa delapan kursi itu bisa kita raih lagi,” ujar Khulaim.
Untuk mencapai target tersebut, ia menempuh pendekatan langsung ke masyarakat dan jaringan lama partai. Konsolidasi tidak hanya menyasar struktur formal, tetapi juga tokoh-tokoh yang pernah berjuang bersama PAN.
“Langkah yang saya tempuh ya sama seperti dulu, mendatangi konstituen, tokoh masyarakat, dan orang-orang yang pernah berjuang di PAN. Kita bangun kembali kedekatan itu,” katanya.
Khulaim menekankan bahwa, kekuatan PAN terletak pada kehadirannya yang memberi solusi konkret bagi masyarakat, bukan hanya sebatas hadir dalam momentum politik.
“PAN itu harus memberi makna, memberi manfaat, memberi solusi. Kita hadir bukan menambah masalah, dan bukan yang masih dianggap masyarakat ada atau tidak ada parpol sama saja tidak berguna dan bermanfaat untuk masyarakat, tapi memberi jalan keluar bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan berbasis kebutuhan riil warga, mulai dari persoalan hukum, sosial, hingga kesejahteraan dasar. “Ada banyak persoalan masyarakat yang butuh pendampingan, baik hukum maupun sosial. Di situ partai harus hadir sebagai solusi,” tambahnya.
Selain konsolidasi basis lama, Khulaim mengakui adanya pekerjaan rumah besar, terutama di wilayah yang sebelumnya menjadi kantong suara PAN namun mengalami penurunan.
Ia mencontohkan beberapa daerah yang nyaris mempertahankan kursi, namun kalah tipis akibat minimnya kader yang maju. “Sebenarnya banyak wilayah yang hampir menang, selisihnya tipis sekali. Ini yang harus kita evaluasi dan perbaiki ke depan,” ujarnya.
Dalam strategi ke depan, PAN juga akan mengoptimalkan peran fraksi di DPRD dengan pendekatan bottom-up, menyerap aspirasi masyarakat sebagai dasar perjuangan politik PAN.
“Kita dorong anggota fraksi untuk benar-benar mendengarkan aspirasi masyarakat. Perjuangan di dewan harus berangkat dari bawah, bukan Cuma program pokok pikiran,” kata Khulaim lagi.
Secara programatik, PAN akan fokus pada isu-isu mendasar seperti pendidikan gratis, bantuan biaya awal sekolah, layanan kesehatan, hingga bantuan sosial bagi warga terdampak musibah.
“Kami ingin hadir saat masyarakat benar-benar butuh, seperti saat biaya awal sekolah atau ketika ada warga yang tidak mampu membayar BPJS. Itu yang akan kita perjuangkan,” ujarnya.
Khulaim juga membuka peluang untuk kembali merebut kursi di tingkat provinsi, seiring target peningkatan suara partai di Sidoarjo. “Kalau kekuatan partai ini bisa kita bangun kembali, tentu peluang untuk merebut kursi DPRD provinsi sangat terbuka,” katanya.
Dengan strategi kombinasi antara penguatan basis lama, penetrasi wilayah kosong, serta program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, PAN Sidoarjo di bawah kepemimpinan Khulaim menargetkan kebangkitan signifikan pada Pemilu 2029 mendatang.

