Breaking News
light_mode
Rabu, 28 Oktober 2026
Beranda » Daerah » Truk Diseret, Etika Bisnis Dicabik: Perlawanan Hukum PT Juna Sentosa Logistik

Truk Diseret, Etika Bisnis Dicabik: Perlawanan Hukum PT Juna Sentosa Logistik

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Ketika komitmen dijadikan pondasi kepercayaan dalam bisnis, pelanggaran atasnya tak hanya mencederai relasi, tapi juga mengguncang etika industri. PT Juna Sentosa Logistik, perusahaan logistik asal Sidoarjo, resmi menempuh jalur hukum setelah unit truk operasional mereka ditarik paksa oleh Debt Collector (DC), meski telah ada kesepakatan pelunasan dengan PT Mitsui Leasing Capital Indonesia. Ini sering kali terjadi, seakan – akan ada drama sang perusahaan pihak ketiga yang mempekerjakan DC berpura – pura tidak tahu menahu urusannya dengan pihak leasing sebagai pihak kedua (Debitor). Sabtu, (10/5/2025).

Kejadian ini bukan sekadar kisah sengketa biasa antara debitur dan kreditur. Ini adalah alarm keras tentang pentingnya etika bisnis, kepatuhan terhadap kesepakatan, dan penghargaan atas itikad baik dalam penyelesaian kewajiban. Anton Mulyono, Direktur PT Juna Sentosa Logistik, mengungkapkan kekecewaannya karena pihak leasing tetap melaksanakan penarikan paksa terhadap satu unit truk tronton Isuzu Hi-Wing Box—aset vital bagi kelangsungan bisnis mereka—meski pihaknya telah menyepakati skema pelunasan baru.

“Kesepakatan pelunasan sudah kami sepakati bersama secara tertulis. Tapi tiba-tiba, unit kami diseret begitu saja oleh oknum di lapangan. Ini jelas bentuk penghinaan terhadap niat baik kami sebagai debitur,” ujar Anton. Pernyataan itu menggambarkan ironi: ketika iktikad baik tak diimbangi oleh komitmen yang sama dari mitra bisnis.

Lebih dari sekadar masalah aset, penarikan ini memukul langsung jantung operasional bisnis logistik yang bergantung pada armada aktif. Marlon Lembong, S.H., kuasa hukum Anton, menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran prinsip keadilan kontraktual. “Hak atas jaminan bukanlah tiket untuk mengabaikan kesepakatan baru yang sah dan disetujui kedua belah pihak. Prosedur harus dihormati,” tegas Marlon.

Baca Juga  Kasus Penyerobotan Tanah di Tulungagung Berujung Damai: Marni Dapat Kompensasi, Laporan Dicabut

Anton juga melaporkan kasus terpisah ke Polda Jawa Timur terkait dugaan penggelapan satu unit mobil Pick Up Box Isuzu Traga oleh pihak ketiga bernama Anthony. Laporan itu telah tercatat dalam STPL bernomor LP/B/641/V/2025/SPKT/POLDA JAWA TIMUR. Dalam kejadian yang sarat ketidakadilan ini, satu hal menjadi terang: bahwa hukum tak sekadar menjadi alat penyelesaian, tapi penegakan nilai yang dialami PT Juna Sentosa Logistik. Mereka berharap penegakan hukum yang profesional dan transparan dapat menjadi pintu bagi terciptanya keadilan yang nyata.

Kejadian ini bukan hanya soal sebuah truk yang ditarik. Ini adalah cerita tentang bagaimana dunia usaha harus terus memperjuangkan integritas di tengah kerasnya dinamika bisnis. Bahwa di balik logam dan mesin kendaraan, ada kerja keras, niat baik, dan keberanian melawan ketidakadilan. Dan bahwa hukum, lebih dari sekadar pasal dan ayat, harus menjadi pelindung bagi siapa saja yang memilih jalur benar.

Kasus ini semestinya jadi bahan refleksi bagi industri leasing dan pembiayaan di Indonesia. Kesepakatan adalah hukum tertinggi dalam kontrak bisnis, melanggarnya sama dengan merusak tatanan kepercayaan yang telah dibangun. Kini, sorotan publik ada pada Polda Jawa Timur: mampukah hukum berpihak pada keadilan yang substansial,

Fidusia, wajib ditinjau ulang oleh ahli dan pakar hukum dari ketegasan materi hukumnya untuk keberpihakan hukum yang seimbang, antra debitur dan kreditur. Fidusia yang kerap kali disalah artikan dan bahkan disalahgunakan sebagai senjata debitur untuk sementara – mena merampas barang atau harta benda yang masih dalam kontekstual perjanjian.

Publik terutama generasi muda wajib melek keadilan dan nalar kritis, pantas tahu bahwa keberanian untuk menuntut hak secara konstitusional bukanlah kelemahan, melainkan bentuk tertinggi dari tanggung jawab sipil di tengah belantara hukum yang masih perlu terus diperjuangkan. Pihak ketiga, mengandalkan jasa Biaya Tarik (BT), yang semakin membebani korban – korbannya yakni kreditur. Karena banyak kejadian penarikan paksa berhasil dilakukan oleh komplotan DC laksanakan preman, yang menjadi korbannya mayoritas generasi muda.

Baca Juga  Setelah Viral di Medsos, Proyek Betonisasi Betro-Gedangan Disidak Wabup, Kini Beri Solusi Ramah Warga
  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • MU vs Bournemouth 0-3: Bryan Mbeumo melepaskan tembakan ke gawang Bournemouth di Old Trafford

    MU Dipermalukan Bournemouth 0-3 di Old Trafford

    • calendar_month Senin, 26 Okt 2026
    • account_circle Ruang Wawan
    • 0Komentar

    MANCHESTER — Manchester United dipermalukan Bournemouth 0-3 pada lanjutan Premier League pekan 8, Minggu (25/10/2026) malam di Old Trafford. Kekalahan ini memperpanjang tren tanpa kemenangan MU yang sudah berjalan sebelum laga. Bournemouth memimpin 2-0 di babak pertama lewat gol Rayan pada menit 38 yang memanfaatkan umpan Justin Kluivert, dan gol Marcus Tavernier pada menit 43 […]

  • pemilih non-DPT Pilkada

    Tak Terdaftar di DPT? KPUD Sidoarjo Tetap Layani Pemilih dengan KTP atau KSK

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Warga Sidoarjo yang tidak tercantum dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap) maupun DPT tambahan (DPTb) Pilkada, tetap dapat mencoblos dengan menunjukkan eKTP atau KSK di TPS terdekat pada Pilkada yang akan digelar 27 November 2024. “Pemilih cukup membawa KTP untuk bisa dilayani petugas KPPS di TPS terdekat dalam menggunakan hak pilihnya, baik untuk […]

  • 88 kg Sabu-Sabu Jaringan Fredy Pratama

    88 kg Sabu-Sabu Jaringan Fredy Pratama Gagal Diedarkan

    • calendar_month Selasa, 23 Jul 2024
    • account_circle Ruang Arif
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Narkotika jenis sabu-sabu seberat 88 kg dan pil ekstasi sebanyak 2.100 butir diamankan Kepolisian Daerah Jawa Timur. Narkotika jenis sabu-sabu tersebut merupakan jaringan pengedar narkoba internasional Fredy Pratama. “Dari pengungkapan kasus peredaran sabu-sabu dan ekstasi tersebut polisi mengamankan dua orang tersangka,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto saat merilis kasus tersebut […]

  • JKN Nataru Sidoarjo

    Layanan JKN Tetap Menyala di Tengah Arus Nataru

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2025, BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo memastikan seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tetap memperoleh layanan kesehatan di mana pun berada, selama status kepesertaan aktif dan prosedur dipatuhi. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo, Munaqib, menegaskan bahwa prinsip portabilitas JKN—yakni kemudahan layanan lintas wilayah—menjadi jaminan negara agar peserta […]

  • buka posko pengaduan THR

    PBH Peradi Surabaya Buka Posko Pengaduan, ini Ketentuan Hak Pekerja Terima THR

    • calendar_month Sabtu, 30 Mar 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – PBH Peradi Surabaya membentuk Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya Keagamaan (THR) seperti Hari Raya Idul Fitri Tahun 2024. Pembentukan Posko Pengaduan THR 2024 ini, untuk memfasilitasi buruh dan/atau pekerja termasuk pekerja rumah tangga, yang mengalami pelanggaran hak THR yang seharusnya dilindungi. Berada di naungan organisasi Profesi Advokat, PBH Peradi Surabaya dibentuk untuk melaksanakan […]

  • Pokir Dewan untuk Budidaya Ikan

    Pokir Abah Pri Anggota DPRD Sidoarjo: Direalisasi Lewat Dasar Kolam, Harapan Petani Ikan Bangkit Berdayakan Ketahanan Pangan

    • calendar_month Sabtu, 21 Jun 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id — Di tengah kolam sederhana di Desa Popoh, Kecamatan Wonoayu, air yang tenang itu menyimpan gelisah. Bukan karena arus banjir atau badai luapan sungai, melainkan karena ketidakpastian masa depan. Namun H. Supriono Anggota Komisi B DPRD Sidoarjo, yang akrab disapa “Abah Pri” oleh konstituantenya, dalam agenda resesnya memilih turun langsung ke jantung denyut […]

expand_less