Breaking News
light_mode
Senin, 14 September 2026
Beranda » Rekomendasi » Suka Membagikan Foto Anak di Media Sosial? Pahami Bahaya “Sharenting”

Suka Membagikan Foto Anak di Media Sosial? Pahami Bahaya “Sharenting”

  • account_circle Ruang Ilham
  • calendar_month Minggu, 17 Nov 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Surabaya, Ruang.co.id – Di era digital yang serba cepat ini, media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita. Hampir setiap momen berharga ingin kita abadikan dan bagikan kepada orang-orang terdekat. Salah satu tren yang semakin populer adalah membagikan foto dan video anak-anak di platform media sosial.

Selain sebagai bentuk kebanggaan atas pencapaian si kecil, tindakan ini juga menjadi cara untuk mendokumentasikan pertumbuhan mereka dan membangun komunitas online dengan orang tua lainnya yang memiliki minat serupa.

Sharenting, istilah yang menggabungkan kata “share” (berbagi) dan “parenting” (pengasuhan), merujuk pada tindakan orang tua yang sering membagikan foto, video, atau informasi pribadi anak-anak mereka di media sosial.

Meskipun niat awal seringkali baik, yakni ingin berbagi kebahagiaan dan momen berharga, namun praktik ini menyimpan sejumlah risiko yang perlu diperhatikan.

Kehilangan Kontrol

Ketika orang tua dengan bebas membagikan foto, video, atau informasi pribadi anak di media sosial, anak-anak secara tidak langsung kehilangan kendali atas kehidupan digital mereka. Mereka tidak memiliki pilihan untuk menolak atau menyetujui konten yang dibagikan tentang diri mereka. Hal ini dapat menimbulkan perasaan tidak nyaman dan ketidakberdayaan pada anak.

Potensi Penyalahgunaan

Foto dan video anak yang kita unggah di media sosial dapat dengan mudah untuk siapa saja mengaksesnya, termasuk orang-orang yang berniat jahat. Pedofil, penipu, atau orang-orang dengan maksud buruk lainnya dapat memanfaatkan konten tersebut untuk tujuan yang tidak etis, bahkan kriminal. Ini adalah ancaman nyata yang dapat membahayakan keselamatan dan kesejahteraan anak.

Jejak Digital Seumur Hidup

Informasi yang sudah terunggah di internet sangat sulit, bahkan hampir mustahil, untuk menghapus sepenuhnya. Ini berarti bahwa foto, video, atau komentar negatif tentang anak dapat terus ada di dunia maya dan berpotensi memengaruhi reputasi mereka di masa depan, baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional.

Ilustrasi (pexels)

Penculikan

Dengan semakin canggihnya teknologi, penculik dapat dengan mudah melacak lokasi seseorang berdasarkan informasi yang mereka bagikan di media sosial. Jika orang tua secara terbuka membagikan foto anak mereka sedang berlibur di tempat tertentu, misalnya, hal ini dapat memberikan petunjuk berharga bagi penculik untuk menemukan anak tersebut.

Baca Juga  Poster Kontroversial "Pabrik Gula": Manoj Punjabi Berjanji Tetap Berkarya dengan Rasa Hormat

Cyberbullying

Anak-anak yang sering menjadi objek postingan orang tua di media sosial lebih rentan menjadi sasaran cyberbullying. Komentar-komentar negatif, hinaan, atau ancaman yang ditujukan pada anak dapat menyebabkan trauma psikologis yang serius.

Penipuan

Data pribadi anak yang kita bagikan secara terbuka dapat orang lain manfaatkan untuk melakukan berbagai jenis penipuan. Hal ini seperti pencurian identitas atau penipuan finansial. Informasi seperti nama lengkap, tanggal lahir, dan lokasi dapat digunakan untuk membuat dokumen palsu atau membuka rekening bank atas nama anak.

Tekanan Sosial

Anak-anak yang tumbuh dengan kehidupan pribadinya yang terekspos di media sosial sering merasa tertekan untuk selalu tampil sempurna. Mereka mungkin merasa perlu untuk memenuhi ekspektasi orang lain dan menjaga citra positif yang telah dibangun oleh orang tua mereka. Hal ini dapat memicu kecemasan, depresi, dan gangguan makan.

Masalah Kepercayaan

Ketika orang tua dengan bebas membagikan informasi pribadi anak tanpa persetujuan mereka, anak-anak mungkin merasa bahwa privasi mereka tidak dihargai. Hal ini dapat merusak hubungan antara orang tua dan anak, karena anak-anak akan kesulitan untuk membangun kepercayaan dengan orang tua yang tidak menghormati batas-batas pribadi mereka.

Untuk melindungi privasi anak di media sosial, orang tua perlu berhati-hati dalam membagikan informasi baik foto maupun video. Hindari berbagi detail pribadi seperti nama lengkap, tanggal lahir, atau alamat lengkap.

Sebelum memposting, pertimbangkan apakah informasi tersebut penting dan apakah anak merasa nyaman dengan itu. Atur privasi akun media sosial agar hanya orang-orang terdekat yang bisa melihat postingan. Ajarkan anak sejak dini tentang pentingnya menjaga privasi di dunia digital.

Jika anak sudah cukup dewasa, libatkan mereka dalam pengambilan keputusan terkait konten yang akan kita bagikan.

Baca Juga  Nasi Padang Mana yang Paling Legendaris? Ini Dia Jawabannya!
  • Penulis: Ruang Ilham

Rekomendasi Untuk Anda

  • PBG sekolah swasta Rp1 juta

    PBG Sekolah Swasta Rp1 Juta: Legalitas Pendidikan Kini Semudah Membalik Telapak Tangan

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Langkah tegas yang diambil oleh Bupati Sidoarjo Subandi, dalam mempermudah legalitas sekolah swasta. Ini disampaikan di acara audiensi hangat di Pendopo Delta Wibawa, Jumat (16/5) dan acara membuka Pameran Pendidikan Antartika, di Alun – Alun Sidoarjo, Sabtu (17/5). Bupati Subandi menyampaikan komitmen kuatnya untuk mendukung seluruh lembaga pendidikan swasta mendapatkan Persetujuan Bangunan […]

  • Becak Listrik Sidoarjo

    Bantuan 200 Becak Listrik Prabowo Inisiasi Wabup Mimik Idayana Siap Diarak 

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id  – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, memberikan bantuan 200 unit Becak Listrik untuk para tukang Becak melalui Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo. Terkait pelaksanaan teknis penyerahan bantuan tersebut, Wakil Bupati (Wabup) Mimik Idayana menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di rumah dinas (rumdis) Wabup, Senin (19/1/2026). Rabu ini (21/1/2026) ratusan […]

  • Windmolen Kerstboom Natal UK Petra

    Windmolen Kerstboom: Pohon Natal dari Buku yang Sarat Makna

    • calendar_month Selasa, 17 Des 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Perpustakaan Universitas Kristen (UK) Petra kembali menghadirkan kreasi unik untuk menyambut perayaan Natal 2024. Tahun ini, mereka menampilkan pohon Natal setinggi tujuh meter yang terbuat dari ribuan buku. Bertemakan “Windmolen Kerstboom” atau “Windmill Christmas Tree”, pohon Natal ini tidak hanya estetis tetapi juga sarat filosofi. Dian Wulandari, Kepala Perpustakaan UK Petra, menjelaskan […]

  • Mutasi Sidoarjo

    Lakon Islah di Opsroom: Antara Retorika “Omon-Omon” dan Tembok Birokrasi Sidoarjo

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Gema jargon “islah” atau perdamaian kembali memenuhi Ruang Opsroom Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo pada Senin pagi (5/2/2026). Di hadapan belasan perwakilan LSM dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), Bupati Subandi—didampingi dua asisten dan sejumlah kepala OPD—melempar narasi rekonsiliasi yang terasa akrab di telinga masyarakat jelang kontestasi politik. Dalam audiensi tersebut, isu korupsi, reformasi birokrasi, […]

  • cara jabat tangan ungkap kepribadian

    Benarkah Jabat Tangan Bisa Bongkar Kepribadian? Ini Analisis Psikolog & Trik Membaca Karakter!

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Pernahkah Anda merasa kesan pertama seseorang berubah hanya dari caranya berjabat tangan? Ternyata, cara jabat tangan ungkap kepribadian bukan sekadar mitos. Psikolog dan ahli bahasa tubuh telah membuktikan bahwa genggaman tangan, tekanan, bahkan durasi berjabat tangan bisa menjadi cerminan karakter seseorang. Apakah Anda tipe yang menggenggam erat, lemas, atau justru menghindari kontak mata? […]

  • Zodiak yang terkenal sebagai perayu ulung dan romantis

    Pria Romantis: Ekspresif, Perhatian, tapi Kadang Lebih Sensitif dan Emosional

    • calendar_month Minggu, 29 Des 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Pria romantis sering digambarkan sebagai sosok yang memikat hati dengan perhatian kecil, kata-kata manis, dan gestur penuh kasih. Mereka pandai membuat pasangan merasa istimewa, seperti bintang utama dalam sebuah cerita cinta. Namun, di balik sifat ekspresif dan perhatian itu, mereka memiliki sisi lain yang sering kali terabaikan: sensitivitas dan emosionalitas yang mendalam. […]

expand_less