Breaking News
light_mode
Rabu, 28 Oktober 2026
Beranda » Terkini » Trotoar Bukan Warung: Satpol PP Surabaya Tertibkan PKL di Kedungdoro Bikin Haru

Trotoar Bukan Warung: Satpol PP Surabaya Tertibkan PKL di Kedungdoro Bikin Haru

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Di tengah denyut nadi dan hiruk-pikuk arus lalu lintas Jalan Kedungdoro, Surabaya, tersembunyi narasi kehidupan yang penuh kepiluan sekaligus harapan. Di atas permukaan trotoar inilah, para pencari nafkah menggantungkan mata pencaharian mereka setiap harinya, menjadikan ruang pejalan kaki itu sebagai panggung perjuangan hidup. Menyikapi hal ini, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya melakukan intervensi pada Rabu (25/6/2025). Namun, intervensi ini membawa wajah baru yang mengejutkan. Mereka turun tangan bukan dengan tujuan menggusur secara paksa, melainkan dengan niat tulus untuk merangkul dan mencari solusi bersama.

Operasi penertiban yang dipimpin langsung oleh Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Achmad Zaini, ini merupakan bagian integral dari upaya strategis Pemerintah Kota Surabaya. Tujuannya jelas dan mendasar: mengembalikan fungsi hakiki trotoar sebagai ruang publik yang aman dan nyaman bagi pejalan kaki. Pendekatan yang diambil pun secara sengaja meninggalkan bayang-bayang lama tentang aparat yang keras dan kaku. Sebaliknya, mereka memilih untuk hadir dengan membawa hati dan empati. “Kami datang bukan untuk mengusir, tapi mengajak. Trotoar harus kembali pada fungsinya, tapi manusia di atasnya tidak boleh dilupakan,” tegas Zaini, menggarisbawahi filosofi baru di balik aksi tersebut. Filosofi ini menjadi landasan moral yang mengubah dinamika penertiban menjadi dialog konstruktif.

Operasi yang melibatkan sinergi dengan Dinas Perhubungan serta perangkat dari Kecamatan Sawahan dan Tegalsari ini menunjukkan wujud nyata pendekatan baru tersebut. Saat menemukan beberapa mobil dari usaha variasi kendaraan yang memarkir di bahu jalan dan trotoar, tindakan diambil. Mobil-mobil itu didorong keluar dari area yang bukan semestinya, dan satu di antaranya bahkan harus diderek. Namun, langkah petugas tidak berhenti pada tindakan penertiban semata. Di sinilah keunikan dan kehangatan pendekatan itu terpancar. Petugas justru secara aktif mengantar kendaraan tersebut hingga sampai ke rumah pemiliknya. Tindakan proaktif inilah yang memancing respons penuh apresiasi dari Bambang (45), pengusaha bengkel variasi mobil yang terkena dampak. “Kami sepakat mobilnya dipindah, dan petugas membantu sampai tuntas. Ternyata Surabaya bisa sebaik ini penanganannya,” ucapnya, mengungkapkan kejutan positif atas pelayanan yang tidak terduga.

Baca Juga  Lewat Polantas Menyapa, Polres Gresik Bentuk Guru Sebagai Pelopor Keselamatan Lalu Lintas Anak Usia Sekolah

Pendekatan serupa juga diterapkan kepada setiap Pedagang Kaki Lima (PKL) yang terdampak operasi. Mereka tidak serta-merta diusir, melainkan diberikan pemahaman dan kesadaran tentang pentingnya fungsi trotoar bagi kelancaran dan keselamatan publik. Lebih dari itu, petugas tidak datang dengan tangan kosong; mereka datang membawa solusi alternatif. Informasi mengenai lokasi-lokasi relokasi yang lebih aman dan telah memiliki status legal disampaikan sebagai jalan keluar konkret, menunjukkan komitmen untuk tidak sekadar menertibkan, tetapi juga memikirkan kelangsungan hidup warga.

Landasan formal operasi ini adalah Peraturan Daerah Kota Surabaya No. 2 Tahun 2020 tentang Ketertiban Umum. Namun, makna yang diusung jauh lebih dalam daripada sekadar penegakan aturan. Operasi ini bermuara pada upaya mulia mengembalikan wajah kota yang tertib dan berwibawa, tanpa harus mengorbankan atau menghapuskan kisah hidup dan sumber penghidupan para penghuni ruang kota itu sendiri. Sebagaimana ditegaskan oleh Kepala Satpol PP, Zaini, “Kota yang tertib bukan berarti tanpa warna. Kita ingin ruang yang tertata, tapi tetap manusiawi.” Pernyataan ini menjadi kristalisasi dari visi baru tata kelola ruang publik. Surabaya sedang menunjukkan pertumbuhan yang tidak hanya bersifat fisik dan infrastruktural, tetapi juga pertumbuhan hati nurani. Melalui peristiwa di Jalan Kedungdoro ini, Surabaya menjadi cermin yang memantulkan prinsip bahwa penegakan hukum dan ketertiban dapat, dan harus, dijalankan dengan tetap memelihara rasa kemanusiaan yang mendalam.

  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • John Galliano inspirasi Met Gala 2027

    John Galliano Jadi Nyawa Met Gala 2027 lewat Pameran Horizons yang Menelusuri 40 Tahun Karya Penuh Teater dan Sejarah

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Kalau kamu mengikuti dunia mode beberapa dekade terakhir, nama John Galliano hampir mustahil dilewatkan begitu saja. Desainer asal Inggris ini memang bukan tipe yang main aman. Setiap koleksinya seperti panggung teater berjalan—ada cerita, ada karakter, ada masa lalu yang dihidupkan lagi lewat potongan kain dan siluet yang kadang terasa mustahil dipakai sehari-hari. Justru […]

  • fosil Tyrannosaurus rex

    Ketahui Fosil Tyrannosaurus Rex, Raja Dinosaurus yang Terkenal

    • calendar_month Kamis, 12 Des 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Tyrannosaurus rex, atau T-Rex, adalah salah satu fosil dinosaurus yang paling terkenal dan paling banyak dipelajari. Fosil Tyrannosaurus Rex ditemukan pertama kali di Amerika Utara, khususnya di wilayah Montana, Dakota Utara, dan South Dakota. T-Rex hidup pada akhir periode Kreta sekitar 68 hingga 66 juta tahun lalu. Terkenal sebagai raja dinosaurus, T-Rex […]

  • Subandi pedagang pasar

    Kepedulian Subandi-Mimik pada Pedagang Pasar Krian, Solusi Pasca Kebakaran dan Dana UMKM

    • calendar_month Selasa, 5 Nov 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 1Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Pada sisa waktu kampanye, pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati (Paslon Cabup-Cawabup) nomor urut 1 Subandi – Mimik Idayana (BAIK) memberikan perhatian serius terhadap pedagang pasar (Krian) tradisional di Sidoarjo. Pada kunjungan perdananya selama masa kampanye, Paslon nomor urut 1 BAIK mendatangi Pasar Baru Krian yang dikelola oleh pihak swasta. Kunjungan […]

  • Memahami jenis kulit

    Memahami Jenis Kulit dan Rekomendasi Kandungan Skincare yang Tepat

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Setiap individu memiliki jenis kulit yang unik, yang memengaruhi cara kulit merespons lingkungan, perawatan, dan produk kecantikan. Memahami jenis kulit Anda merupakan langkah pertama untuk merawat kulit secara efektif. Dalam artikel ini, kita akan membahas lima jenis kulit utama, bagaimana mengenalinya, serta memberikan rekomendasi produk skincare yang sesuai untuk masing-masing jenis kulit. […]

  • Job Fair Sidoarjo 2025

    Job Fair Hybrid Sidoarjo 2025: Ribuan Peluang, Separuh yang Hadir – Apa yang Salah?

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id — Ribuan pencari kerja memadati platform Siap Kerja untuk mengikuti Job Fair Hybrid Sidoarjo 2025. Sebanyak 5.000 pendaftar tercatat, namun hanya sekitar 2.114 yang benar-benar hadir untuk sesi wawancara tatap muka. Fakta ini menyisakan tanya besar di benak publik, di mana sisanya? Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Sidoarjo ini menampilkan […]

  • Advokat Achmad Shodiq

    Advokat Achmad Shodiq Laporkan Penyidik ke Propam Polda Jatim Terkait Sengketa Lahan dengan Yayasan Pondok Kasih Surabaya

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Advokat Achmad Shodiq dari Palenggahan Hukum Nusantara Law Firm baru-baru ini melaporkan tindakan penyidik Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Jatim ke Direktorat Pengamanan dan Penegakan Hukum Internal (Dit Paminal) Propam dan Wakil Siddik Kepala Seksi (Wasidik) Polda Jatim. Laporan ini terkait pemanggilan dirinya untuk menindaklanjuti laporan Hana Amalia Vandayani dari Yayasan Pondok Kasih […]

expand_less