Breaking News
light_mode
Sabtu, 12 September 2026
Beranda » Pendidikan » ORI vs NICA: Drama Perebutan Kedaulatan di Setiap Lembar Uang Indonesia

ORI vs NICA: Drama Perebutan Kedaulatan di Setiap Lembar Uang Indonesia

  • account_circle Ruang Sely
  • calendar_month Sabtu, 3 Mei 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Di tengah hiruk-pikuk revolusi fisik 1945, Indonesia tak hanya bertempur dengan senjata, tapi juga dengan kertas. Oeang Republik Indonesia (ORI) hadir sebagai senjata ekonomi melawan uang NICA Belanda dan Dai Nippon Jepang. Inilah kisah bagaimana secarik kertas menjadi bukti nyata kedaulatan bangsa yang baru lahir.

Kekacauan Moneter: Medan Pertempuran yang Terlupakan

Pasca-proklamasi, peredaran uang menjadi simbol kekuasaan yang saling tarik-menarik. Uang Jepang yang sudah tak bernilai bersaing dengan uang NICA yang dipaksakan Belanda. Menteri Keuangan A.A Maramis menyadari, tanpa mata uang sendiri, kemerdekaan hanyalah ilusi. Dekrit 2 Oktober 1945 menjadi pukulan telak terhadap otoritas keuangan kolonial, memutus rantai ketergantungan yang telah berabad-abad.

Percetakan Salemba: Markas Rahasia Pembuat Uang Revolusi

Di sebuah gedung tak mencolok di Salemba, Jakarta, sejarah keuangan Indonesia ditorehkan dengan mesin cetak tua. Percetakan Republik Indonesia bekerja siang-malam secara rahasia sejak Januari 1946. Desainnya sederhana—hanya tulisan “ORI” dan nominal—tapi maknanya luar biasa: inilah currency of revolution. Tantangannya berat: kertas langka, tinta terbatas, dan ancaman razia musuh.

Baca Juga: Parenting Styles Decoded 4 Pola Asuh yang Membentuk Masa Depan Anak

30 Oktober 1946: Hari Dimana Uang Indonesia Akhirnya Bernyanyi

Ketika ORI resmi beredar pada 30 Oktober 1946, rakyat dibuat bingung sekaligus bangga. Nilainya fluktuatif akibat inflasi, tapi semangatnya tak ternilai. Di pasar-pasar Jawa, pedagang mulai menolak uang NICA. Di Sumatera, ORI menjadi barang berharga yang diperjuangkan. Pemerintah gencar berkampanye dengan poster “ORI Uang Kita, Uang Merdeka!”—sebuah narasi patriotik yang menyatukan ekonomi dan nasionalisme.

Warisan ORI: Jejak Revolusi dalam Rupiah Modern

ORI mungkin hanya bertahan hingga 1949, tapi rohnya hidup dalam Rupiah. Nilai-nilai itu terlihat dari simbol Garuda Pancasila yang menggantikan cap ORI, atau frasa “Bank Indonesia” yang kini menjadi penjaga kedaulatan moneter. Setiap kali kita memegang uang kertas, ingatlah: ini bukan sekadar alat tukar, tapi senjata ekonomi yang pernah memenangkan pertempuran paling dahsyat—pertempuran mengukuhkan Indonesia di peta dunia.

Baca Juga  Dukung Literasi Digital, Disperpusip Jatim Berikan 102 Spot Baca Digital di Ngawi

(Berbagai Sumber)

Baca Juga: Misteri Superposisi Kuantum: Ketika Elektron Menari di Dua Dunia Sekaligus
  • Penulis: Ruang Sely

Rekomendasi Untuk Anda

  • eri cahyadi

    Berapa Sih Total Harta Kekayaan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Ternyata Segini Lho Rek!

    • calendar_month Rabu, 24 Jul 2024
    • account_circle Ruang Gentur
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memiliki harta kekayaan yang mencakup berbagai aset properti dan transportasi, berdasarkan laporan terbaru yang disampaikan. Dari penelusuran melalui LHKPN KPK, pada laporan 2023 lalu, harta Walikota Surabaya Eri Cahyadi meliputi Lima buah bidang tanah dan bangunan. Diantaranya, Tanah dan Bangunan seluas 215 m2/230 m2 di Kota Surabaya, […]

  • Waspadai Ancaman Siber Belanja Online

    Waspadai Ancaman Siber Saat Belanja Online di Bulan Ramadan

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Bulan Ramadan selalu identik dengan peningkatan transaksi belanja online. Diskon besar-besaran, promo menarik, dan flash sale menjadi daya tarik utama. Namun, di balik itu semua, ancaman siber juga meningkat drastis. Penipuan online, serangan phishing, skimming kartu kredit, dan APK berbahaya menjadi ancaman nyata bagi masyarakat yang aktif berbelanja secara digital. Menurut Prathama Prasada, […]

  • Festival bahari

    Bangkitkan Wisata Pesisir Selatan dan UMKM Lokal, Wabup Mimik Membuka Festival Bahari Sidoarjo 2025

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Wakil Bupati (Wabup) Mimik Idayana, membuka Festival Bahari Sidoarjo 2025, di kawasan Seven Point Jetski, tepatnya di Dusun Bangunsari, Desa Kalisogo, Kecamatan Jabon, Minggu (23/11/2025). Ia mengapresiasi tinggi festival ini, karena nyata dan jelas mampu membangkitkan potensi wisata bahari sekaligus memperkuat UMKM lokal di wilayah pesisir timur Sidoarjo. Festival ini juga, kata […]

  • Membatik

    Menelusuri Kekayaan Kesenian Tradisional Jawa Tengah

    • calendar_month Minggu, 11 Agt 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Siapa sangka, di balik keindahan alamnya, Jawa Tengah juga menyimpan beragam kesenian tradisional yang memukau. Dari gerakan-gerakan lembut tari klasik hingga irama gamelan yang menenangkan, kesenian Jawa Tengah mampu menghipnotis siapa saja yang menyaksikannya. Mari kita telusuri lebih dalam tentang kekayaan budaya Jawa Tengah yang tersembunyi di balik setiap gerakan dan alunan […]

  • Peran pondok pesantren Jawa Timur

    Pondok Pesantren sebagai Pilar Moral dan Filter Budaya bagi Rakyat Jawa Timur

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • account_circle Ruang Gentur
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Anggota komisi A DPRD Jatim, Ahmad Iwan Zunaih mengatakan, keberadaan dan peran pondok pesantren di Jawa Timur ini sangat penting artinya bagi pendidikan moral masyarakat di Jawa Timur, baik di masa lalu, masa sekarang maupun di masa yang akan datang. Sehingga, kalau saja ada kekurangan di satu pesantren tidak bisa digeneralisasikan bahwa semua […]

  • Perubahan organ tubuh menginjak usia 40

    Kenali Perubahan Organ Tubuh Menginjak Usia 40

    • calendar_month Minggu, 10 Nov 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Menginjak usia 40 tahun adalah sebuah pencapaian yang patut disyukuri. Namun, seiring bertambahnya usia, tubuh kita mengalami perubahan-perubahan yang alami. Jangan kaget jika tiba-tiba tulisan yang ada di dekat mata jadi sedikit buram dan bisa menjadi jelas jika agak dijauhkan. Perubahan ini seringkali terjadi pada organ tubuh dan fungsi indera. Mari kita […]

expand_less