Breaking News
light_mode
Selasa, 27 Oktober 2026
Beranda » Hukrim » Notaris Soesilowati Klarifikasi Berita Merugikan Tanpa Konfirmasi, Potensi Dapat Digugat Hukum

Notaris Soesilowati Klarifikasi Berita Merugikan Tanpa Konfirmasi, Potensi Dapat Digugat Hukum

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sidoarjo, Ruang.co.id – Diberitakan secara sepihak oleh media online tanpa konfirmasi, Notaris Soesilowati, S.H., M.Hum, menyampaikan klarifikasi sekaligus menggunakan hak jawab sebagaimana diatur dalam UU Pers No. 40 Tahun 1999. Ia merasa dirugikan baik secara pribadi, profesional, maupun terhadap keluarga.

Berita yang dimuat pada 27 Februari 2024 oleh harianmedekapost.com berjudul “Adakah Notaris Abal-Abal?” dianggap mencoreng reputasi yang telah dibangunnya selama puluhan tahun.

Padahal, menurut Soesilowati, pengurusan dokumen yang dipermasalahkan oleh klien berinisial APR telah dijalankan sesuai prosedur hukum.

“Awalnya kami ada pengurusan surat petok dari klien, prosesnya kami sudah jalankan semua. Namun karena tidak sabar, klien inisial APR mengungkap di sebuah media online. Tanpa konfirmasi ujuk-ujuk berita muncul,” tegas Soesilowati kepada awak media, Kamis (18/7).

Ia menjelaskan, proses pengurusan dari petok ke sertifikat memang memerlukan waktu cukup panjang, bahkan lebih dari satu tahun.

Hal itu disebabkan kelengkapan dokumen dari pihak klien yang diserahkan secara bertahap dan tidak utuh.

“Kami mengurus berkas APR dari petok ke sertifikat, induk 200 meter dibagi dua—100 m² untuk APR sendiri dan 100 m² dijual ke pihak lain. Proses ini melibatkan pemecahan, jual beli, hingga permohonan sertifikat yang semuanya berjalan sesuai hukum,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Soesilowati merinci empat tahap pengurusan, mulai dari pengecekan letter-C hingga proses di BPN untuk pengakuan hak.

Seluruh bukti administratif dan legalitasnya lengkap dan terdokumentasi dengan baik.

Perlu diketahui, secara legal formal, Soesilowati telah diangkat sebagai notaris melalui Keputusan Menkumham No. C-1839.HT.03.01-Th.2002, dan sebagai PPAT melalui Keputusan Kepala BPN No. 2-X.A-2005.

Ia pun telah diambil sumpah oleh Gubernur Jatim dan Kepala Kantor BPN Sidoarjo.

Baca Juga  Tipikor Surabaya Bongkar Fakta Korupsi Dana Bantuan Rumah Sumenep, Berikut Tuntutan JPU Terhadap 5 Terdakwa

“Yang terpenting, saya anggota aktif INI (Ikatan Notaris Indonesia) dan IPPAT (Ikatan Pejabat Pembuat Akte Tanah) Sidoarjo, dan tidak pernah dikenai sanksi organisasi. Bahkan dari kepolisian, SKCK saya bersih,” tegasnya lagi.

Soesilowati berharap klarifikasi ini dapat menjadi pelurusan informasi dan edukasi publik atas praktik jurnalistik yang etis.

Ia mengajak semua pihak untuk menjunjung tinggi asas keberimbangan atau cover boothside informasi demi keadilan dan martabat profesi hukum.

Ruang.co.id mencoba untuk mengkonfirmasi kebenaran karya tulis di harianmerdekapost.com itu yang disanggahnya. Di laman itu tertuliskan nama perusahaannya dan berbadan hukum. Terdapat boks redaksi yang begitu panjangnya dan lengkap, hampir seantero Nusantara ada perwakilan atau bironya.

Namun tidak ada satupun tertera alamat email redaksi ataupun setidaknya identitas yang dapat dikontak. Ruang.co.id kesulitan untuk mengkonfirmasi kebenaran beritanya yang dimuat harianmerdekapost.com.

Mengutip tentang medianya “tentang kami” yang dapat kami cuplik, bahwa media itu hadir dengan komitmen memberikan berita terkini, opini yang jujur, dan laporan yang dapat diandalkan. Dan seterusnya.

Bila memang media yang bersangkutan di didik dan dilatih oleh penanggungjawab ataupun pemimpin redaksinya, bahwa jurnalisnya diperbolehkan dalam karyanya menuliskan dan memasukkan pikiran “opini yang jujur” sang jurnalisnya, sudah dapat dipastikan bahwa karya wartawannya salah kaprah.

Karena dalam UU Pers dan KEJ, jelas – jelas melarang keras wartawan atau jurnalis memasukkan opini pribadi jurnalis dan atau dari pemikiran sang jurnalis terangkai di dalam karyanya. Hal itu demi menjaga orisinalitas karya jurnalistik dan obyektivitasnya.

Hingga pada akhirnya, notaris yang bersangkutan yang dirugikan ini, kesulitan untuk mengklarifikasi media itu melalui saluran hak jawabnya untuk ditindaklanjuti sebagaimana mestinya sesuai dengan UU Pers.

Baca Juga  Anggota Satpol PP Surabaya Alami Insiden kekerasan, Ini Penyebabnya!

Pelurusan tentang Media Siber (Media Online)

Menurut data Kemenkominfo, terdapat 43 ribu situs yang mengklaim sebagai media massa, namun tidak terverifikasi Dewan Pers.

Memang, tidak ada kewajiban hukum secara langsung dalam undang-undang yang mewajibkan media siber (media online) untuk terverifikasi oleh Dewan Pers.

Dalam sebuah buku: Hukum Pers di Indonesia, Prof. Dr. Bagir Manan, S.H., M.CL., menjelaskan fenomena perusahaan pers dan bunga rampai karya jurnalistik atau non karya jurnalistik.

Di dalamnya juga membahas urgensi verifikasi media dan perlindungan terhadap karya jurnalistik.

Buku ini ditulis oleh mantan Ketua Mahkamah Agung sekaligus Ketua Dewan Pers periode 2010–2016.

Namun dalam referensinya, verifikasi Dewan Pers sangat dianjurkan untuk memastikan bahwa media tersebut menjalankan praktik jurnalistik yang profesional dan sesuai dengan UU Pers No. 40 Tahun 1999.

Akan tidak ada persoalan dalam berita yang dimuatnya, bila mana media Siber telah menjalankan praktik jurnalistik yang sesuai dengan UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Verifikasi ini juga sebagai jaminan etik dan legalitas operasional.

Verifikasi Dewan Pers bukan wajib secara hukum, tapi sangat penting secara etis dan profesional.

Media siber yang tidak terverifikasi tidak otomatis ilegal, tetapi rawan dianggap tidak kredibel dan tidak dilindungi Dewan Pers jika terjadi konflik hukum.

Namun kelebihannya, dari sumber buku tentang jurnalistik, media yang tidak terverifikasi Dewan Pers dan dianggap tidak memenuhi standar profesional jurnalistik dan KEJ, akibatnya tidak mendapat perlindungan hukum jurnalistik dari Dewan Pers jika terjadi sengketa pers.

Bila telah memenuhi unsur pidana atau perdata, media tersebut bisa diproses hukum pidana atau perdata.

Jikalau produk beritanya melanggar hukum, misalnya pencemaran nama baik, fitnah, hoaks, karena tidak dianggap sebagai karya jurnalistik yang dilindungi Pasal 8 dan 15 UU Pers.

Baca Juga  Sidang Perkara Dugaan Korupsi Mark up Sospenda DPRD Jember Menguat, Saksi JPU Sebut Harga Mamin Wajar

Banyak media dikatakan abal-abal mengaku sebagai “pers”, padahal apalagi tidak berbadan hukum pers dan tidak menjalankan Kode Etik Jurnalistik. Inilah yang sering disorot oleh Kominfo dan Dewan Pers.

“Inilah mengapa literasi media menjadi penting. Jangan biarkan nama baik orang dirusak oleh pemberitaan yang tidak profesional,” pungkas Soesilowati.

  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ego Pengurus vs Atlet Kontroversi Anggar Porprov Jatim 2025

    Podium Porprov Jatim 2025 Medali Emas Anggar untuk Ego, Atlet Cuma Jadi Figuran?

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur 2025 yang seharusnya menjadi ajang unjuk gigi bibit-bibit atlet muda justru berubah menjadi medan pertempuran ego dan kepentingan. Ironi olahraga terjadi ketika 12 atlet anggar Kabupaten Malang yang telah resmi disahkan untuk bertanding tiba-tiba ditolak oleh Technical Delegate dalam technical meeting 29 Juni 2025. Kontroversi ini langsung menyulut […]

  • Tata kelola hutan Shizuoka

    Mempelajari Tata Kelola Hutan di Kota Teh Hijau Shizuoka

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Oleh : Muhammad Azkal Azkiya Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Peserta KKN-BBK 8 Internasional Shizuoka University Baca Juga  Anggota Satpol PP Surabaya Alami Insiden kekerasan, Ini Penyebabnya!

  • UMK Indonesia 2025 Resmi Ditetapkan Naik Sebesar 6,5%

    UMK Indonesia 2025 Resmi Ditetapkan Naik Sebesar 6,5%

    • calendar_month Selasa, 10 Des 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Pernah nggak sih, kalian berpikir tentang betapa pentingnya UMK dalam kehidupan sehari-hari? Upah Minimum Kota (UMK) adalah jumlah upah minimal yang wajib dibayar oleh pengusaha kepada pekerja di suatu kota atau kabupaten. UMK ini jadi indikator penting bagi perekonomian lokal, karena langsung mempengaruhi daya beli masyarakat dan juga kualitas hidup para pekerja. […]

  • Generasi Sandwich

    Terjepit Antara Dua Generasi, Mari Mengenal Sebutan “Generasi Sandwich”

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Pernahkah Anda merasa seperti berada di tengah-tengah pertempuran antara dua generasi? Itulah yang dirasakan oleh generasi sandwich. Terjebak di antara tanggung jawab merawat orang tua yang semakin menua dan membesarkan anak-anak yang sedang tumbuh, generasi sandwich seringkali merasa terbebani dan kelelahan. Apa Itu Generasi Sandwich? Istilah “generasi sandwich” mungkin terdengar asing bagi […]

  • Tiwik dan Fakta Uang Rekrutmen Desa

    Skandal Korupsi Seleksi Perangkat Desa di Tipikor: Bantahan Tiwik Mengeras dan Uji Fakta Uang Rekrutmen Desa Tulangan

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Terdakwa Sri Setyo Pratiwi alias Ning Tiwik, menyampaikan bantahan keras atas keterangan saksi penyidik dari Polresta Sidoarjo, terkait aliran dana Rp500 juta, di Sidang Pembuktian Saksi di Ruang Sidang Cakra Tipikor Pengadilan Negeri Kelas I Surabaya. Terdakwa Tiwik menjelaskan, pengembalian uang dilakukan secara mandiri melalui transfer bank, menyebut transaksi pribadi tertentu tidak […]

  • putusan bebas Victor Sukarno Bachtiar di PN Surabaya

    Pengadilan Negeri Surabaya Obral Putusan Bebas!

    • calendar_month Kamis, 1 Agt 2024
    • account_circle Ruang Arif
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Dinyatakan bebas dari segala tuntutan hukum oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya. Victor Sukarno Bachtiar, seorang kurator yang didakwa atas pemalsuan surat tagihan PKPU senilai Rp 363,5 juta dalam perkara kepailitan PT Hikara. Dalam amar putusannya, Majelis Hakim yang diketuai oleh Suswanti menyatakan bahwa perbuatan Victor bukan merupakan tindak pidana, melainkan masalah […]

expand_less