Breaking News
light_mode
Selasa, 27 Oktober 2026
Beranda » Terkini » Abolisi dan Amnesti: Sahlan Azwar Beberkan Hukum Indonesia Tumbang oleh Politik

Abolisi dan Amnesti: Sahlan Azwar Beberkan Hukum Indonesia Tumbang oleh Politik

  • account_circle Mascim
  • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Kebijakan Presiden Prabowo Subianto memberikan Amnesti kepada Hasto Kristiyanto dan Abolisi untuk Tom Lembong mendapat kritikan dari praktisi hukum Surabaya, Sahlan Azwar. Hal tersebut menjadi bukti nyata bagaimana penegakan hukum di Indonesia secara sistematis dikalahkan oleh kepentingan politik praktis. Keputusan ini bukan sekadar pelanggaran etik, melainkan pembunuhan karakter terhadap supremasi hukum yang selama ini digaungkan. Senin, (04/8/2025).

Sahlan Azwar, SH., S.Pd., M.H., CLA, CRA, Praktisi hukum dari Kota Surabaya, membedah paradoks kebijakan ini dengan analisis tajam. Amnesti bagi koruptor seperti Hasto yang notabene Sekjen PDIP adalah pengkhianatan terhadap janji pemberantasan korupsi Prabowo sendiri. Sementara abolisi untuk Tom Lembong menciptakan preseden berbahaya, korupsi bisa dilegalkan selama bermuatan kepentingan ekonomi strategis.

Kasus Hasto Kristiyanto menjadi contoh sempurna bagaimana hukum dipelintir untuk melayani agenda politik. Padahal, secara fakta hukum, mantan Sekjen PDIP ini telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi. Pemberian amnesti tanpa dasar kemaslahatan publik yang jelas hanya mengukuhkan stereotip bahwa hukum di Indonesia tumpul ke atas tapi tajam ke bawah.

Yang lebih memprihatinkan, legitimasi politik diberikan secara bulat oleh DPR—lembaga yang seharusnya menjadi penjaga konstitusi. Tidak ada suara kritis, tidak ada mekanisme check and balance, yang ada hanya pembiaran terhadap intervensi kekuasaan ke ranah hukum. Fakta ini membuktikan bahwa reformasi hukum pasca Orde Baru ternyata hanya ilusi.

Argumen kemaslahatan ekonomi yang dipakai untuk membenarkan abolisi Tom Lembong justru membuka kotak Pandora. Jika keuntungan bisnis biasa bisa dikriminalisasi sebagai korupsi, lalu bagaimana investor mau bermitra dengan pemerintah? Namun di sisi lain, kebijakan ini juga mengaburkan batas antara korupsi dan praktik bisnis sehat.

Baca Juga  Amnesti dan Abolisi untuk Kasus Korupsi: Preseden Baru atau Intervensi Politik? Ini Analisis Prof. Dr. Hufron

Sahlan Azwar mengingatkan bahaya yurisprudensi baru dimana korupsi bisa diampuni selama pelaku punya akses politik strategis. Ini adalah preseden buruk untuk pemberantasan korupsi ke depan. KPK yang sudah dilemahkan, kini harus berhadapan dengan kekuatan oligarki politik yang semakin tak terbendung.

Persetujuan bulat DPR terhadap kebijakan ini adalah tanda kematian demokrasi deliberatif. Ketika lembaga perwakilan rakyat diam seribu bahasa melihat hukum diinjak-injak, maka krisis legitimasi demokrasi tidak bisa dihindari. Sahlan Azwar tegas menyatakan: “Jika DPR tidak bisa menjalankan fungsi kontrol, lebih baik bubarkan saja!”

Fenomena ini juga mengukuhkan teori hukum sebagai alat politik ala Marx. Hukum tidak lagi berdiri sebagai panglima tertinggi, melainkan budak bagi kekuasaan. Implikasinya? Ketimpangan hukum akan semakin lebar: rakyat kecil dihukum karena mencuri sandal, sementara koruptor kelas kakap bebas berkeliaran.

Situasi ini membawa kita pada pertanyaan krusial: ke mana arah penegakan hukum Indonesia sebenarnya? Ketika keputusan politik bisa dengan mudah menggeser prinsip keadilan, bukan tidak mungkin kita sedang menyaksikan fase degradasi hukum yang sistematis.

Baca Juga  Kontroversi Abolisi Tom Lembong dan Amnesti Hasto: Pakar Hukum Soroti Akankah Keadilan Dipertaruhkan?

Namun, bukan berarti tidak ada harapan. Justru momentum ini seharusnya menjadi alarm bagi seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan koreksi fundamental. Civil society, akademisi hukum, dan media perlu bersinergi menciptakan pressure system yang mencegah intervensi kekuasaan terhadap hukum.

Sahlan Azwar mengingatkan, “Hukum yang kuat membutuhkan masyarakat yang kritis.” Di sinilah peran public watchdog menjadi kunci. Dengan transparansi dan partisipasi publik, bukan tidak mungkin kita bisa mengembalikan hukum pada posisinya sebagai panglima tertinggi dalam bernegara.

Pilihan ada di tangan kita: membiarkan hukum menjadi tumbal politik, atau bersama-sama memperjuangkan sistem peradilan yang independen. Sejarah membuktikan, reformasi hukum selalu mungkin ketika ada kehendak kolektif yang kuat dari masyarakat.

  • Penulis: Mascim

Rekomendasi Untuk Anda

  • Belajar Budaya Indonesia di Surabaya

    28 Mahasiswa Asing Serbu Surabaya, Belajar Tari dan Alat Musik Tradisional Indonesia di Sekolah NSA

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Surabaya, kota metropolitan yang kaya akan budaya, kembali menjadi pusat perhatian dunia pendidikan. Pada Selasa (25/2), sebanyak 28 mahasiswa asing dari 11 negara memadati Sekolah Nation Star Academy (NSA) Surabaya untuk mempelajari kekayaan budaya Indonesia. Mereka didampingi oleh 6 dosen dan staf dalam program Community and Technological Camp (CommTECH) Insight 2025, yang diinisiasi […]

  • ketua KPU Jatim, Aan Kunaefi

    KPU Siap Tetapkan Tiga Calon Gubernur Jatim

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) Jawa Timur akan segera menetapkan tiga pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur yang akan bertarung dalam Pilkada Jatim 2024 nanti. Persiapan tahapan lanjutan menuju Pilkada usai pendaftaran paslon dan penyerahan berkas ini, disampaikan komisioner KPU dalam medua briefing di gedung lantai 2 KPU Jatim, […]

  • Pendidikan Gratis SD-SMP

    Angin Segar Pendidikan Gratis SD-SMP Usai Putusan MK

    • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
    • account_circle Ruang Gentur
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Anggota Komisi E DPRD Jatim Dr H Rasiyo Msi mendukung putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mewajibkan negara menggratiskan sekolah SD dan SMP negeri maupun swasta. Amar putusan MK yang mengabulkan sebagian permohonan uji materi terkait frasa “wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya” dalam undang-undang tentang sistem pendidikan nasional (Sisdiknas) […]

  • Kredit Usaha Rakyat Mandiri dan BRI

    Kredit Usaha Rakyat 2025, Peluang Emas untuk UMKM Naik Kelas

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Kredit Usaha Rakyat (KUR) terus menjadi andalan pemerintah Indonesia dalam mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Bank Mandiri dan Bank BRI dipercaya sebagai lembaga keuangan utama yang menyalurkan program pinjaman ini dengan bunga rendah dan persyaratan yang terjangkau. Apa Itu Kredit Usaha Rakyat (KUR)? Kredit Usaha Rakyat atau KUR adalah […]

  • Mutasi pejabat eselon sidoarjo

    Di Balik Mutasi 61 Pejabat Sidoarjo: Ada Air Mata Haru dan Ada Kekecewaan Keras Jadi Alat Legitimasi Bupati

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Pendopo Delta Wibawa, menjadi saksi ketika nama-nama pejabat satu per satu disebut dalam acara pelantikan mutasi pejabat di lingkungan Pemkab Sidoarjo, Senin (16/9/2025). Bupati Sidoarjo, Subandi, resmi melantik sebanyak 61 pejabat eselon II dan III. Namun sayangnya, momen penting ini terasa berbeda, tanpa kehadiran Wakil Bupati Mimik Idayana untuk mendampingi bupati. Lalu, […]

  • Seseorang yang Sering Dilukai Menunjukkan Perilaku Seperti Ini

    Seseorang yang Sering Dilukai Menunjukkan Perilaku Seperti Ini

    • calendar_month Minggu, 10 Nov 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Pernahkah kamu bertemu dengan seseorang yang sepertinya mudah sekali tersinggung atau merasa terluka? Atau mungkin kamu sendiri pernah merasakan hal serupa? Ketika perasaan seseorang sering dilukai, hal ini dapat memengaruhi berbagai aspek perilaku kehidupan mereka, mulai dari hubungan interpersonal hingga kesehatan mental. Seseorang dapat menjadi lebih sensitif terhadap luka emosional akibat berbagai […]

expand_less