Breaking News
Senin, 8 Juni 2026
Trending Tags
Beranda » Pemerintah » Ketua Komisi A DPRD Surabaya Minta Pemkot Tunda Penandaan Bangunan Terdampak Pelebaran Sungai Kalianak

Ketua Komisi A DPRD Surabaya Minta Pemkot Tunda Penandaan Bangunan Terdampak Pelebaran Sungai Kalianak

  • account_circle Ruang redaksi
  • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
  • visibility 112
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, secara resmi meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk menunda proses penandaan bangunan milik warga yang terdampak proyek pelebaran Sungai Kalianak tahap II. Permintaan ini muncul menyusul adanya polemik di lapangan terkait perubahan signifikan lebar ruang manfaat sungai yang tidak sesuai dengan data historis aset daerah.

Dalam rapat dengar pendapat yang digelar bersama warga Kelurahan Morokrembangan. Sejumlah masyarakat mempertanyakan kejelasan dasar hukum pelebaran sungai hingga 18,6 meter. Pasalnya, warga khawatir jika dasar hukum yang digunakan tidak sinkron, maka akan berdampak pada hilangnya hak atas tanah dan bangunan tempat tinggal mereka.

“Saya minta sebaiknya pihak pemkot jangan melakukan penandaan kepada bangunan yang terdampak pelebaran sungai sebelum semuanya jelas dan disepakati bersama,” tegas politisi Partai Gerindra yang akrab disapa Cak Yebe dan perwakilan dinas terkait, Senin (2/3/2026).

Permintaan penundaan tersebut didasari oleh temuan adanya perbedaan data antara Pemprov Jawa Timur dan Pemkot Surabaya. Berdasarkan surat dari Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur tertanggal 15 September 2014, lebar ruang manfaat Sungai Kalianak secara historis tercatat hanya 8 meter. Namun, dalam proyek pelebaran tahap II ini, tiba-tiba muncul angka 18,6 meter yang dinilai tidak memiliki landasan koordinasi yang kuat.

“Kalau dari surat BPKAD Jatim dan Dinas Perikanan dan Kelautan disebutkan ruang manfaat sungai itu 8 meter dan saat ini menyempit jadi 1 sampai 1,5 meter, maka harus jelas kenapa dalam proyek ini menjadi 18,6 meter,” ujar Cak Yebe mempertanyakan inkonsistensi data yang berpotensi menimbulkan masalah hukum di kemudian hari.

[irp posts=”24436″ ]

Cak Yebe menjelaskan bahwa lahan di kawasan tersebut merupakan aset Pemerintah Provinsi Jawa Timur seluas 23,2 hektare yang belum pernah dilepas kepada pihak ketiga. Hal ini tertuang dalam Surat Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jatim pada Agustus 2014 yang menegaskan bahwa pelepasan aset, jika ada, harus melalui persetujuan DPRD Provinsi Jawa Timur. “Artinya secara historis ruang manfaat sungai itu 8 meter, bukan 18,6 meter. Ini yang perlu kita dudukkan bersama supaya tidak menimbulkan polemik di masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, warga juga menyoroti aspek teknis yang memperparah kekhawatiran mereka. Jika ruang manfaat sungai diperlebar menjadi 18,6 meter dan ditambah dengan garis sempadan sungai minimal 10 meter di sisi kiri dan kanan, maka total lahan yang terdampak bisa mencapai 38,6 meter. Angka ini dinilai sangat besar dan akan menggusur lebih banyak permukiman warga jika tidak ada kepastian hukum.

[irp posts=”24303″ ]

“Kalau ruang manfaatnya 18,6 meter lalu ditambah sempadan kiri dan kanan masing-masing 10 meter, berarti totalnya bisa 38,6 meter. Ini angka yang besar dan harus benar-benar jelas payung hukumnya,” ujarnya menegaskan urgensi sinkronisasi data.

Menanggapi polemik berkepanjangan ini, Komisi A DPRD Surabaya mendorong agar Pemkot Surabaya segera berkoordinasi intensif dengan Pemprov Jawa Timur. Tujuannya adalah untuk menyamakan persepsi dan landasan regulasi sebelum mengambil kebijakan eksekusi di lapangan. Sinkronisasi ini dinilai krusial agar proyek penanganan banjir yang direncanakan tidak berbenturan dengan kepastian hukum dan hak-hak masyarakat.

[irp posts=”21895″ ]

“Kita ingin penanganan banjir tetap jalan, tapi data dan dasar hukumnya harus sejelas-jelasnya. Sinkronisasi antara Pemprov dan Pemkot itu wajib sebelum mengambil keputusan,” pungkas Cak Yebe, berharap agar pemerintah mengedepankan aspek keadilan dan transparansi dalam setiap pengambilan kebijakan publik.

  • Penulis: Ruang redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Zulkifli Hasan stop impor beras

    Menko Pangan Janji Stop Impor Beras, Petani Indonesia Dapat Angin Segar

    • calendar_month Rabu, 8 Jan 2025
    • account_circle Ruang redaksi
    • visibility 577
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan kembali memberikan harapan besar bagi petani Indonesia. Dalam kunjungannya ke Desa Mliriprowo, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (7/1/2025), ia menyampaikan komitmen pemerintah untuk menghentikan impor beras tahun ini. Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Dalam pertemuan tersebut, Zulkifli […]

  • Momentum HUT RI Ke 79 lengkapi One Pesantren One Product (OPOP) Provinsi Jawa Timur catatkan rekor MURI

    Momen HUT RI 79 OPOP Jatim Raih Rekor MURI

    • calendar_month Minggu, 18 Agt 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • visibility 754
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Momentum upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia, melengkapi kebahagiaan One Pesantren One Product (OPOP) Provinsi Jawa Timur bersama Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) di lapangan Rektorat Unesa (17/08). Rekor tercatat sebagai perguruan tinggi dengan mitra UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) bersertifikat produk halal […]

  • Optimalisasi QRIS Bank Jatim

    Komisi C Dukung Optimalisasi QRIS untuk Tekan BOPO Bank Jatim

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Ruang Gentur
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Untuk menekan rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional ( BOPO ) di tubuh Bank Jatim, Komisi C DPRD Jawa Timur mendukung peningkatan efisiensi di tubuh Bank milik Pemprov Jatim tersebut melalui optimalisasi layanan digital khususnya QRIS. Menurut Anggota Komisi C DPRD Jatim, Pranaya Yudha Mahardika, Bank Jatim masih memiliki ruang untuk menurunkan rasio […]

  • Cowok manja

    5 Momen Saat Cowok Lebih Ingin Dimanja yang Harus Cewek Tahu

    • calendar_month Senin, 9 Des 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • visibility 1.151
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Pernah nggak sih ngerasain punya pacar yang biasanya cuek banget, tiba-tiba jadi manja minta ampun pas lagi sakit? Atau mungkin cowok yang biasanya sibuk banget, mendadak butuh perhatian ekstra pas lagi capek? Tenang aja, kamu nggak sendirian kok! Ternyata, di balik sikap cool dan macho mereka, cowok juga punya sisi lembut yang […]

  • Arak-arakan seni budaya di Gresik pada pembukaan Jatim Art Forum 2024.

    Jatim Art Forum 2024, Ajang Eksplorasi Seni dan Budaya Gresik

    • calendar_month Jumat, 29 Nov 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • visibility 693
    • 0Komentar

    Gresik, Ruang.co.id – Kabupaten Gresik menjadi tuan rumah Jatim Art Forum (JAF) 2024, ajang seni tahunan yang diinisiasi oleh Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT). Mengusung tema “Damar Kurung Eksplore”, acara ini berlangsung dari 4 hingga 7 Desember 2024 di tiga lokasi utama: Gedung Nasional Indonesia (GNI), Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP), dan Pendopo Makam Poesponegoro. Ketua […]

  • dukungan milenial untuk Emil Dardak

    Dukungan Milenial dan Gen Z untuk Emil Dardak: Program Digitalisasi hingga Pemberdayaan Ekonomi

    • calendar_month Sabtu, 26 Okt 2024
    • account_circle Ruang Gentur
    • visibility 602
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Calon wakil gubernur nomor urut 2 Emil Elistianto Dardak, mendatangui acara silaturahmi dengan kaum milenial dan gen Z serta kalangan pengusaha di salah satu rumah makan di Surabaya, jumat (25/10) malam. Emil yang ditemani istrinya Arumi Bachsin, malam itu langsung menjadi pusat perhatian. Dalam kesempatan itu, Cawagub petahana ini mengatakan bahwa, dirinya […]

expand_less