Breaking News
light_mode
Jumat, 24 Juli 2026

Ketua Komisi E DPRD Jatim Resmi Luncurkan Kartu Aksara Jawa Karya Taufik Monyong

  • account_circle Ruang Gentur
  • calendar_month 10 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Ketua komisi E DPRD Jatim, Sri Untari Bisowarno buka Launching peredaran kartu Aksara Jawa yang di gelar Paguyuban Budaya Jawa di halaman Taman Budaya Jawa Timur, kamis, (23/7).

Dalam kesempatan tersebut, Untari menandai diedarkannya kartu aksara Jawa yang diciptakan seniman dan Budayawan Jawa Timur Taufik Monyong yang juga ketua paguyuban budaya Jawa.

Dalam sambutannya Sri Untari mengatsksn bahwa, dengan terbitnya kartu aksara Jawa yang akan mejadi media pembelakaran bagi siswa-siswi SD/SMP hingga SMA sederajat ini merupakan upaya untuk mengembalikan lagi aksaran Jawa ke lingkungan pendidikan, agar nantinya aksara Jawa kembali eksis di nusantara ini sebagai aksara yang menjadi acuan untuk pengantar bahasa resmi maupun bahasa sehari-hari.

Sehingga, lanjut politikus PDIP ini, nantinya aksara Jawa bisa nenggantikan huruf latin yang selama ini kita kenal dan kita praktekan sehari-hari. Padahal bangsa yang memakai huruf atau aksaranya sendiri, biasanya semakin maju dan lebih makmur.

“Kita tahu beberapa negara yang menggunakan aksaranya sendiri biasanya lebih maju. Karena mereka mengenal betul jati dirinya dan tentunya budaya nenek moyangnya. Seperti misalnya China, Jepang, Korea bahkan Rusia. Karena dalam aksara tersebut mengandung energi sehingga bisa mengenal peradaban sejarahnya mulai kehidupan bangsanya di masa lalu hibgga teknologinya di masa itu, ” tutur Legislator asal Mslang tersebut menjabarkan.

Untari juga menyebut, bahwa aksara Jawa pada hakekatnya tidak hanya milik orang Jawa yang notabene dari kerajaan Majapahit saja. Namun jauh sebelum itu, kerajaan- kerajaan kuno di Nusantara, mulai Kutai Kartanegara, Kajuripan, Sriwijaya, hingga kerajaan-kerajaan di wilayah timur seperti Gowa, Ambon, NTT dan lainnya dalam hal surat menyurat menggunakan Aksara Jawa.

“Jangankan untuk surat menyurat resmi, penulisan teknologi pembuatan Candi Borobudur dan lainnya itu juga menggunakan aksara Jawa. Siapa yang menusngka kalau candi borobudur batu ya tidak disemen namun dilait- kaitkan hingga membentuk Banyak Stupa. Dan teknologi itu baru di ketahui tahun 2025,” tandas Untari.

Karena itu dengan munculnya kartu aksara Jawa ini, pihaknya sebagai wakil rakyat menginstruksikan kepada dinas pendodikan agar memasukan pelajaran aksara Jawa ini menjadi mata pelajaran utama.

Senada dengan itu, ketua paguyuban budaya Jawa dan pencipta kartu Akdara Jawa Taufik Monyong mengatakan, dengan diluncurkannya kartu Aksara Jawa ini, pihaknya berharap kepada dinas pendidikan nasional di Jawa Timur maupun kementrian pusat segera menindaklanjuti upaya para pemerhati aksara Jawa ini untuk segera mempersiapkan kurikulumnya serta tenaga pengajarnya.

“Dari data jumlah siswa SD SMP dan SMA di Jawa Timur yang lebih dari 10 juta siswa ini, pemeritah harus menyiapkan 3 juta guru pengajar aksara Jawa. Sehingga, jika sudah banyak pelajar atau generasi muda yang sudah hapal dan biasa menggunakan aksara Jawa. Bukan tidak.mungkin sepuluh atau dua puluh tahun lagi, Indonesia akan mampu menjafi negara maju yang tidak bisa dimanfaatkan negara lain,” tegas Taufik.

Sementara itu, dalam prosesi peluncuran kartu aksara Jawa ini, berlanngsubg dalam suasana Khidmad dan sakral. Acar diawali dengan tari sambutan selamat datang ala keraton Majapahit. Kemudian doa bahasa Jawa, lalu tembang Asmaradhana hingga pemotongsn tumpeng yang dilakukan Sri Untari kemudian diberikan kepada wakil dari dinas pendidikan Katim, Mustakim dan dari pimpinan Tamam Budaya Dedi. Lalu acara dilanjutkan dengan pensndatanganan prasasti dan kesepakatan bersama untuk menjadikan aksara Jawa sebagai bagian dari mata pelajaran di sekolah.

Selain kedua pejabat Di dinas tersrbit, hadir Juga tokoh-tokoh pemerhati budaya seperti Nanang Purwono dari Rajapatmi dan pimpinan media televisi lokal Jatim serta kepala Satpol PP Jatim, Andik Fadjar Tjahjono dan banyak lagi seniman dan budayan Jawa Timur dari Mojokerto dan kota lainnya.

  • Penulis: Ruang Gentur
expand_less