Turnamen El Grande Padel Jadi Wadah Pembinaan Atlet Muda Jatim ke Level Internasional

Turnamen El Grande Padel
Turnamen grand opening El Grande Padel Resort tak hanya seru, jadi wadah pembinaan atlet muda Jatim. (Ist)
Ruang M Andik
Ruang M Andik
Print PDF

Ruang.co.id – Grand opening turnamen El Grande Padel Resort di Surabaya diarahkan sebagai wadah pembinaan serius untuk menjaring dan mengembangkan bibit atlet muda padel asal Jawa Timur. Kompetisi ini digelar untuk mempersiapkan talenta lokal agar mampu bersaing di level internasional.

Salah satu pemilik El Grande Padel Resort, Hendrik Rao, menyatakan bahwa di tengah tingginya antusiasme peserta, pihaknya mengidentifikasi sekitar 15 atlet berusia muda yang memiliki potensi dan layak untuk dibina lebih lanjut.

“Adanya turnamen ini memang untuk fun, tetapi kami juga ingin mencari bibit atlet. Ada cukup banyak peserta usia muda, sekitar 15 orang, yang kami harapkan nantinya bisa membawa nama Indonesia dan Jawa Timur di turnamen-turnamen besar,” ujar Hendrik, Jumat (22/5/2026).
Hendrik menegaskan, konsep yang diusung El Grande Padel Resort tidak hanya menyediakan fasilitas bermain, tetapi juga menciptakan ruang komunitas agar para pemain bisa saling bertukar ilmu dan pengalaman untuk mempercepat perkembangan olahraga ini.

“Kita memposisikan lapangan padel ini berbeda. Sekarang sudah banyak lapangan padel di Surabaya dan Indonesia, tetapi dengan membangun El Grande kami ingin memberikan nuansa berbeda. Jadi tidak hanya bermain padel saja, tetapi juga bisa saling berbagi ilmu,” jelasnya.

Ajang yang mempertemukan sekitar 350 tim itu turut melibatkan puluhan influencer dan memperebutkan total hadiah fantastis, mencapai Rp500 juta dalam berbagai kategori pertandingan. Adapun kategori yang dipertandingkan cukup beragam, mulai dari Rookie Women, Rookie Men, Upper Beginner, Bronze, Silver Open, hingga kelompok umur 16 tahun dan 40 tahun ke atas.

Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Bola Padel Indonesia (PBPI) Jawa Timur, Rudie Riesdianto, menilai perkembangan olahraga padel di Surabaya menunjukkan tren yang sangat positif. Untuk itu, PBPI Jatim bersama KONI berkomitmen menghadirkan turnamen berkualitas demi mencetak atlet berprestasi.

Baca Juga  Meski Kalah 6-0, Surabaya dan Jepang Cetak “Gol Emas” Diplomasi Budaya dan Tenaga Kerja

“Padel di Surabaya berkembang sangat baik. KONI sebagai induk organisasi olahraga akan terus bersinergi bersama PBPI untuk menghadirkan turnamen-turnamen bagus agar bisa menghasilkan atlet muda berkualitas yang nantinya berlaga di internasional,” tegas Rudie.

Guna memperkuat pembinaan berbasis pendidikan, PBPI Jatim menggandeng Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Wakil Rektor Unesa, Irmantara Subagjo, mengkonfirmasi bahwa pihaknya akan mengarahkan mahasiswa dari cabang tenis, bulu tangkis, dan tenis meja untuk mengenal padel, serta berencana memasukkan olahraga ini ke dalam kurikulum mata kuliah wajib.

“Di Unesa, mahasiswa dari cabang tenis, bulu tangkis, dan tenis meja akan diarahkan mengenal padel. Bahkan nantinya padel akan masuk dalam kurikulum mata kuliah yang wajib ditempuh. Ini adalah langkah konkret untuk menghasilkan atlet muda yang siap bersaing,” pungkas pria yang akrab disapa Ibag itu.

Dengan sinergi antara pihak swasta, organisasi olahraga, dan institusi pendidikan, turnamen ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya atlet-atlet padel muda Jawa Timur yang kompetitif di kancah nasional maupun internasional.