Breaking News
light_mode
Kamis, 27 Agustus 2026
Beranda » Daerah » Ketika Sepeda Onthel Terkayuh dari Gang Kampung Menuju Panggung Dunia

Ketika Sepeda Onthel Terkayuh dari Gang Kampung Menuju Panggung Dunia

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sidoarjo, Ruang.co.id – Di tengah riuh modernisasi dan laju kendaraan bermesin yang serba cepat, bunyi “kring… kring…” sepeda onthel, ternyata belum benar-benar hilang dari ingatan masyarakat Indonesia.

Ia tetap hidup. Bukan hanya sebagai alat transportasi tua, melainkan sebagai simbol perjalanan sejarah, persaudaraan, dan romantisme masa lalu yang terus dirawat lintas generasi.

Kini, denyut itu kembali terasa kuat di Kota Delta, Sidoarjo, yang bersiap menyambut gelombang besar ribuan onthelis, dalam event internasional, bertajuk Bumi Jenggolo III.

Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI), sebuah perkumpulan Onthelis yang cukup lama terbangun seantero nusantara. Perkumpulan itu juga berkembang di Sidoarjo, dengan sebutan KOSTI Sidoarjo, yang kini dikomandani Ir. Ari Bayasi.

KOSTI Sidoarjo, penyelenggara event berskala nasional itu. Ia menjelaskan, ”Kami menyerap langsung bagaimana standardisasi global diterapkan di Prambanan. Mulai manajemen rute, pelayanan, hingga manajemen massa di IVCA Rally, akan kami modifikasi agar Bumi Jenggolo III berjalan lebih rapi, aman, dan berkelas dunia,” terang Ari Bayasi kepada awak media.

Event itu akan menghadirkan sekitar 10 ribu pecinta sepeda tua, dari berbagai daerah hingga mancanegara.

Bagi sebagian orang, onthel mungkin hanyalah sepeda besi kuno, terkadang cenderung berkarat termakan usia, dengan lampu jadul dan bel berbunyi khas.

Namun bagi para penggemarnya, onthel merupakan cerita panjang tentang perjuangan zaman.

Di masa kolonial hingga awal kemerdekaan, sepeda onthel pernah menjadi “kendaraan rakyat”. Dari guru desa, pegawai kantor, petani, hingga pejuang kemerdekaan, banyak yang menggantungkan hidupnya pada kayuhan sepeda tua itu.

Tak sedikit pula cerita lahir dari jok kulit yang mulai usang itu. Ada yang mengantar surat cinta, mengantar anak sekolah, bahkan menjadi saksi perjalanan hidup keluarga selama puluhan tahun.

Karena itulah, komunitas sepeda tua bukan hanya sebatas kumpulan penghobi. Mereka adalah penjaga memorabilia.

Semangat itu pula, yang kini dibawa dalam gaung IVCA Rally 2026, ajang sepeda veteran internasional terbesar dunia, yang akan berlangsung di Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. Indonesia, untuk pertama kalinya dipercaya menjadi tuan rumah perhelatan dunia tersebut.

Ketua Panitia, Djoko Supriyadi, menyatakan Onthelis Bumi Jenggolo III siap digelar. ”Undangan dan misi kebudayaan Sidoarjo sudah kami sampaikan secara presisi di IVCA Rally kemarin. Respons dari onthelis nasional maupun mancanegara sangat luar biasa. Kami optimistis Sidoarjo siap menjadi hilir dari pergerakan sepeda tua internasional tahun ini,” ungkapnya.

Dari sana, semangat persaudaraan para onthelis kemudian diadopsi ke Sidoarjo, melalui event Bumi Jenggolo III. Sebuah agenda yang bukan hanya parade sepeda, melainkan pesta budaya rakyat.

Nantinya, para peserta akan diajak menikmati wajah khas Sidoarjo, mulai wisata budaya, kuliner tradisional, hingga geliat UMKM lokal, yang diproyeksikan ikut terdongkrak oleh kehadiran ribuan tamu dari luar daerah dan luar negeri.

*Kegiatan ini bukan sekadar olahraga masyarakat, melainkan mesin penggerak ekonomi dan pariwisata daerah. Kami siap menyambut para tamu domestik dan internasional dengan fasilitas terbaik,” ujar Yudhi Iriyanto, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kab. Sidoarjo.

Peserta dan Rute Wisata Event, yang akan dipusatkan di Parkir Timur GOR Sidoarjo, dengan target menghadirkan 10.000 onthelis, dan puluhan ribu pengunjung.

Yang menarik, sebagian peserta rela menempuh perjalanan lintas kota, hanya dengan mengayuh sepeda tua mereka. Peluh, panas jalanan, hingga hujan bukan hambatan.

Sebab bagi mereka, perjalanan bukan hanya perlintasan menuju lokasi acara, tetapi juga tentang menjaga warisan sejarah, agar tidak hilang ditelan zaman.

Di era digital yang serba instan, onthel justru mengajarkan sesuatu yang sederhana, yakni tentang kesabaran, kebersamaan, dan rasa hormat pada masa lalu.

Ketika nanti ribuan sepeda tua memenuhi jalanan Sidoarjo, yang hadir bukan hanya keramaian sebuah festival. Tetapi juga nostalgia panjang tentang Indonesia, yang pernah tumbuh dari kayuhan sederhana sebuah sepeda bernama onthel.

  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • sortir surat suara Pilbup Sidoarjo

    KPU Sidoarjo Selesaikan Sortir Surat Suara Pilbup: 483 Lembar Rusak

    • calendar_month Selasa, 5 Nov 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sidoarjo, telah menyelesaikan sortir lipat surat suara, dalam hajat politik Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) kabupaten/ kota serentak seluruh Indonesia di Sidoarjo, yang akan berlangsung tanggal 27 November 2024. Fauzan Adhim, ketua KPU Sidoarjo mengatakan, surat suara yang disortir mengalami kerusakan sebanyak 483 lembar, untuk surat suara pemilihan bupati […]

  • Bahasa Tubuh wanita cerdas

    5 Bahasa Tubuh yang Mencerminkan Wanita Cerdas dan Mahal, Aura Kelas Atas!

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Ada orang yang baru masuk ruangan aja, udah bikin kepala menoleh. Bukan karena pakaian mahal atau makeup sempurna, tapi karena auranya yang mahal dan cerdas. Wanita cerdas menyimpan bahasa tubuh tersembunyi yang sangat elegan. Wanita yang benar-benar berkelas gak perlu pamer atau bicara berlebihan. Cara berdiri, gestur tangan, bahkan kontak mata saja bisa […]

  • Kiai Yusuf Hasyim pahlawan nasional

    Seminar di Surabaya Tegaskan Kiai Yusuf Hasyim Telah Memenuhi Syarat Pahlawan Nasional

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Seminar Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional KH Muhammad Yusuf Hasyim yang digelar di Surabaya, Rabu, (15/7/2026). Dalam seminar tersebut menegaskan bahwa sosok yang akrab disapa Pak Ud itu telah memenuhi seluruh syarat untuk ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Prof Dr KH Asep Saifuddin […]

  • 120 Anggota DPRD Jatim Periode 2024 - 2029 Dilantik dan diambil sumpah

    120 Anggota DPRD Jatim Periode 2024 – 2029 Dilantik

    • calendar_month Sabtu, 31 Agt 2024
    • account_circle Ruang Gentur
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Sekitar 120 anggota DPRD Jawa Timur dilantik dan di ambil sumpah di Gedung DPRD Jatim Jl Indrapura, sabtu, (31/8) pagi. Pelantikan anggota DPRD Jatim ini didasarkan salinan keputysan Mendagri 100.2.1.4/3452/2024 tentang presmian pengangkatan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Timur periode 2024 – 2029 yang dibacakan sekretaris DPRD Jatim Andik Fajar Tjahyono. […]

  • Virus Nipah Indonesia

    Waspada Ancaman Virus Nipah, Zoonosis Mematikan Pemburu Otak

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Ruang Sely
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Sorotan dunia kesehatan kembali tertuju pada ancaman Virus Nipah, sebuah patogen zoonosis yang kapasitasnya untuk melompat antar spesies dan menyebabkan akibat fatal patut diwaspadai. Ancaman kesehatan global ini bukan hanya ditularkan dari inang hewan ke manusia, namun juga berpotensi menyebar antar manusia melalui jejak kontak langsung. Bahaya sesungguhnya terletak pada progresifitas infeksi yang […]

  • jadwal Tayang bioskops Film Pendakian Gunung Gede (Sumber IMDb)

    Jadwal Film Petaka Gunung Gede, Kisah Nyata yang Mencekam di Bioskop Surabaya Hari Ini

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Film “Petaka Gunung Gede” membawa penonton dalam pengalaman mistis yang mencekam di puncak gunung. Diangkat dari kisah nyata yang dialami Maya dan Ita pada tahun 2007, film ini mengisahkan petualangan mereka yang berubah menjadi mimpi buruk. Arla Ailani dan Adzana Ashel memerankan Maya dan Ita, dua sahabat yang awalnya ingin menikmati keindahan alam […]

expand_less