Breaking News
light_mode
Sabtu, 12 September 2026
Beranda » Pemerintah » Revisi UU ASN Dipercepat, Pejabat Angkat Tenaga Honorer Bisa Terancam ‘Impeachment’

Revisi UU ASN Dipercepat, Pejabat Angkat Tenaga Honorer Bisa Terancam ‘Impeachment’

  • account_circle Mascim
  • calendar_month Senin, 10 Feb 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Pemerintah Indonesia tengah menghadapi tekanan untuk menyelesaikan permasalahan tenaga honorer melalui percepatan revisi UU ASN. Salah satu poin penting dalam revisi ini adalah larangan bagi pejabat untuk mengangkat tenaga honorer. Jika pejabat tetap melanggar aturan ini, mereka dapat menghadapi risiko impeachment oleh DPRD, sebuah langkah drastis yang diusulkan oleh Komisi II DPR RI.

Mengapa Revisi UU ASN Ini Begitu Penting?

Menurut Rifqinizamy Karsayuda, anggota Komisi II DPR RI, percepatan revisi ini bertujuan untuk menyelesaikan masalah honorer yang terdaftar secara legal, sekaligus memastikan sistem pengangkatan pegawai negeri lebih terstruktur dan adil. Pejabat publik yang masih mengangkat tenaga honorer baru akan berisiko besar. “Hal ini harus ditegaskan, kalau tetap nekat, bisa menjadi dasar bagi DPRD untuk melakukan impeachment,” jelas Rifqinizamy.

Tantangan Penataan Tenaga Honorer di Indonesia

Masalah tenaga honorer terdaftar ini sangat kompleks dan memerlukan penataan yang jelas agar tidak menjadi beban jangka panjang. Ada dua prinsip utama yang ditekankan untuk menyelesaikan masalah ini:

1. Menuntaskan Status Honorer di BKN:
Pemerintah pusat harus segera mengatasi status tenaga honorer yang terdaftar di Badan Kepegawaian Negara (BKN). Dengan langkah ini, tenaga honorer bisa dipindahkan ke status yang lebih formal, seperti PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Hal ini juga meminimalisir ketidakpastian pekerjaan di masa depan.
2. Larangan Pejabat Mengangkat Tenaga Honorer:
Pejabat yang mengangkat tenaga honorer baru akan menghadapi sanksi berat, termasuk kemungkinan impeachment. Hal ini bertujuan untuk mengurangi jumlah honorer yang tidak terdata dengan baik dan memperbaiki sistem rekrutmen CPNS dan PPPK di masa depan.

Solusi Sementara dari BKN: PPPK Paruh Waktu

Namun, mengingat anggaran pemerintah yang terbatas, Kepala BKN, Zudan Arif, mengusulkan solusi sementara yang menarik: PPPK Paruh Waktu. Solusi ini memungkinkan pemerintah untuk tetap mengangkat tenaga honorer sembari menunggu anggaran yang memadai. Dengan sistem ini, tenaga honorer yang diangkat akan diberikan nomor induk pegawai, yang memberikan mereka perlindungan hukum agar tidak bisa dipecat sembarangan.

Baca Juga  Apel ASN Peduli di BKKBN Jatim, Berbagi dan Berempati di Bangunan Bersejarah

Zudan Arif menjelaskan, “Mereka ini diberi kekuatan hukum dengan memiliki nomor induk pegawai, sehingga tidak bisa diberhentikan sewaktu-waktu di tengah jalan.” Dengan demikian, meskipun status mereka PPPK Paruh Waktu, mereka masih memiliki hak dan jaminan sebagai pegawai pemerintah.

DPR RI dan Pemerintah: Tantangan dalam Pengawasan Honorer

Revisi UU ASN membawa tantangan besar bagi pemerintah pusat dan daerah, serta Komisi II DPR RI. Tujuan utama percepatan revisi ini adalah untuk memastikan seleksi CPNS dan PPPK yang lebih transparan dan adil. Dengan demikian, tenaga honorer yang terdaftar bisa lebih cepat mendapatkan status yang sah dan sesuai dengan regulasi terbaru.

Di sisi lain, perubahan sistem ini juga akan meningkatkan transparansi dalam rekrutmen ASN, mengurangi praktik pengangkatan yang tidak jelas, serta memastikan tenaga kerja berkompeten dapat diterima di instansi pemerintah.

Dampak Jangka Panjang: Mengurangi Ketergantungan pada Honorer

Di masa depan, diharapkan sistem kepegawaian di Indonesia bisa menjadi lebih terstruktur dan berkelanjutan. Hal ini sangat penting, karena tenaga honorer selama ini menjadi bagian dari masalah yang mempengaruhi kinerja birokrasi pemerintahan. Pemerintah harus segera mencarikan solusi jangka panjang yang berkeadilan, memastikan setiap tenaga honorer bisa memperoleh status yang sah dan memberikan mereka hak-hak yang setara dengan pegawai negeri lainnya.

  • Penulis: Mascim

Rekomendasi Untuk Anda

  • Orang dewasa namun masih terlihat kekanakan

    Sering Melihat Orang Dewasa Namun Tetap Terlihat Kekanakan? Coba Cari Tahu Melalui Perjalanan Hidupnya

    • calendar_month Sabtu, 12 Okt 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Dewasa bukanlah sekadar soal usia, melainkan tentang pertumbuhan jiwa dan pikiran. Surabaya, Ruang.co.id – Kita sering mendengar ungkapan “umur hanyalah angka”. Ungkapan ini semakin terasa benar ketika kita mengamati perjalanan hidup seseorang. Ada yang terlihat lebih dewasa dari usianya, sementara yang lain mungkin masih terlihat kekanakan meski usianya sudah menginjak kepala tiga. Fenomena ini semakin […]

  • Album kedua Tradisigila

    Young & Punk, Semangat Membara Album Kedua Tradisigila

    • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Gelombang energi musik Punk Rock Indonesia kembali datang dari Kota Semarang. Band Tradisigila, yang terdiri dari tiga personil berpengalaman, Fandem Fay pada gitar dan vokal, Hoho Daniago pada bass, serta Riza Lala pada drum, secara resmi meluncurkan karya terbaru mereka. Album kedua Tradisigila yang bertajuk Young & Punk ini menjadi bukti nyata bahwa […]

  • Kasus Korupsi Madiun

    Sidang Tipikor Bongkar Skandal CSR dan Gratifikasi Wali Kota Nonaktif dan Pejabat Lain Madiun

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id -Sidang kasus dugaan korupsi dan gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kota Madiun, kembali menyita perhatian publik. Tiga terdakwa hadir di Pengadilan Tipikor Surabaya, Kamis (11/6/2026). Mereka antara lain Maidi, Wali Kota Madiun nonaktif, Thariq Megah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), serta Rochim Ruhdiyanto, Direktur CV Sekar Arum sebagai rekanannya. Jaksa Penuntut […]

  • Buka puasa bersama Kemenag Surabaya

    Satu Talam Tanpa Sekat: Kemenag Surabaya Buka Puasa Bersama Tukang Sapu dan Pejabat

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Suasana berbeda terasa di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya, Kamis (12/3/2026). Ratusan petugas kebersihan, satpam madrasah, dan kaum dhuafa duduk bersahap dengan para pejabat dalam acara buka puasa bersama yang dikemas ala pondok pesantren (ponpes). Hidangan sederhana di atas daun pisang menjadi simbol kebersamaan tanpa memandang status sosial di bulan suci Ramadhan. […]

  • Walikota Fishing Championship

    Pancing Rupiah Fantastis di Hari Jadi Surabaya, Hadiahnya Gila!

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Surabaya kembali membuktikan diri sebagai kota inovatif dan penuh gebrakan. Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-732, Pemerintah Kota Surabaya menggelar Walikota Fishing Championship 2025 pada Minggu (18/5), di Fourplay Fishing Surabaya, Kenjeran. Kompetisi ini bukan sekadar ajang memancing, namun menjadi tonggak baru dalam pengembangan sport tourism dan penggerak ekonomi lokal. […]

  • Sidoarjo Menggambar

    Sidoarjo Menggambar, Ratusan Pecinta Seni dan Pelajar Serentak Gerakkan Kreativitas

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang,co.id – Ratusan peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, komunitas perupa, hingga masyarakat umum memadati Dewan Kesenian Sidoarjo Art Center di Jalan Erlangga No 67, Sidoarjo, Jawa Timur, pada Minggu (24/5/2026). Mereka berkumpul dalam kegiatan bertajuk “Sidoarjo Menggambar” sebagai wadah ekspresi kreativitas sekaligus bagian dari rangkaian Bulan Indonesia Menggambar 2026. Ketua Penyelenggara Sidoarjo Menggambar, Sentot […]

expand_less