DPRD Jatim Soroti Misi Dagang Ke Luar Negeri Harus Dikaji
- account_circle Ruang Gentur
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 12
- print Cetak

Wakil Ketua DPRD Jatim Blegur Prijanggono memberikan keterangan pers usai rapat badan anggaran di gedung DPRD Jatim, menyoroti perlunya kajian mendalam pada rencana misi dagang luar negeri. (Gentur)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruang.co.id – Wakil Ketua III DPRD Jawa Timur, Blegur Prijanggono mengatakan, bahwa misi dagang ke luar negeri yang dilakukan Pemprov Jatim harus dikaji terlebih dahulu. Pengkajian yang matang harus dilakukan mengingat saat ini semua pemerintahan baik pusat maupun daerah harus melakukan efisiensi anggaran.
Dijumpai usai rapat badan anggaran di gedung DPRD Jatim (8/6), Blegur menanggapi program misi dagang itu dengan realitas yang ada saat ini.
“Saat ini kita semua harus menjalankan program yang efektif dan berkuslitas demi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Jawa Timur dengan kondisi yang sesuai dengan saat ini. Jika perjslanan ke luar negeri untuk misi dagang. Namun secara pembiayaan memberatkan ya harus dicari upaya alternatif yang tidak perlu harus ke luar negeri.” Ujar Legislator dari Dapil Surabaya itu menegaskan.
Semisal, lanjutnya, untuk memperkenalkan produk lerajinan atau komiditi berkualitas ekspor tidak perlu ke luat negeri. Namun manfaatkan dan maksimalkan media sosial yang ada.
“Sekarang ini kan era digital jadi tidak perlu harus mendatangi pasar secara langsung jika itu pasar luar negeri. Kan cukup dengan memanfaatkan tekonologi digital melalui media sosial, “tukas Blegur.
Namun demikian Blegur juga menjelaskan seandainya dalam program misi dagang tersebut mengharuskan pihak eksekutif pergi ke Luar Begeri karena urusannya sangat urgent. Misalnya harus menandatanganib Mou atau perjanjian kontrak kerjasama yang lebih menguntungkan secara perdagangan dan tidak memberatkan anggaran yang sudah ditetapkan, tentunya tudak ada masalah jika harus pergi. Namun sebaliknya jika kepergian tersebut tidak sesuai dengan efisiensi anggaran bahkan cenderung merugi tebtunya tidak perlu harus ke sana. Karrna cukup melalui komunikasi secara digital sudah cukup.
- Penulis: Ruang Gentur

