Program Retail Make Over Jadi Jantung Pacu Modernisasi Wajah SPBU Nasional
- account_circle Ruang Sely
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

Pertamina Patra Niaga jadikan Retail Make Over sebagai jantung pacu modernisasi wajah 1.920 SPBU nasional. Fasilitas dibenah, kualitas BBM diperketat. (ruangcoid)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruang.co.id – Wajah ribuan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Indonesia terus dipercantik. PT Pertamina Patra Niaga menjadikan program Retail Make Over (RMO) sebagai tulang punggung strategi pembenahan fasilitas demi menghadirkan pengalaman transaksi yang lebih nyaman dan aman bagi pelanggan di seluruh Tanah Air.
Wakil perusahaan untuk urusan komunikasi, Kitty Andhora, menerangkan bahwa penyegaran besar-besaran ini tidak sekadar polesan cat. Inisiatif ini mencakup perombakan fisik, pengencangan pengawasan mutu BBM, dan penguatan standar pelayanan di lapangan.
“Kami ingin masyarakat merasakan atmosfer berbeda saat mengisi BBM. Lewat Retail Make Over, SPBU kami benahi total agar tampilannya lebih modern dan pelayanannya lebih prima, sekaligus memastikan mutu produk yang mengalir ke tangki pelanggan benar-benar sesuai spesifikasi,” kata Kitty dalam keterangan resmi, Kamis (18/6/2026).
Menginjak tahun ketiga sejak digulirkan pada 2023, program ini membidik 1.920 unit SPBU yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Proses revitalisasi meliputi peremajaan kanopi, perbaikan area pengisian, penataan ulang lajur kendaraan, hingga peningkatan kebersihan toilet dan mushola sebagai fasilitas penunjang.
Kitty menekankan bahwa transformasi ini adalah bukti janji perusahaan dalam jangka panjang. Di sisi lain, ia memastikan bahwa gejolak harga BBM nonsubsidi tetap dikendalikan oleh mekanisme resmi yang berlaku, bukan ditentukan sepihak oleh korporasi.
“Konsistensi adalah kunci. Kami terus berupaya menyajikan layanan terbaik, sementara untuk banderol harga BBM nonsubsidi, kami bergerak sesuai koridor formula yang sudah digariskan Pemerintah mengikuti dinamika pasar,” tegasnya.
Perusahaan memberikan perhatian khusus pada Pertamax yang harus lolos uji dengan angka oktan riset (RON) 92. Inspeksi kualitas berlangsung ketat dan berjenjang, dimulai dari titik suplai awal, perjalanan distribusi, hingga produk siap disalurkan ke konsumen di SPBU.
“Tinjauan harga normalnya kami gelar sebulan sekali, terkecuali ada arahan berbeda dari Pemerintah,” imbuh Kitty.
Untuk memudahkan akses informasi publik, Pertamina Patra Niaga menyediakan layanan kontak di nomor 135 dan situs www.pertaminapatraniaga.com. Melalui kanal itu, pelanggan dapat mengecek layanan, produk, hingga menyampaikan keluhan.
Dengan menjadikan RMO sebagai jantung transformasi, Pertamina Patra Niaga berharap wajah baru SPBU tidak hanya menjadi simbol modernitas, tetapi juga fondasi kepercayaan publik terhadap kualitas layanan energi nasional yang berkelanjutan.
- Penulis: Ruang Sely
