Breaking News
light_mode
Sabtu, 4 Juli 2026

Dies Natalis ke-13 Unusa, Risma Gaungkan Aksi Kolaboratif untuk SDGs

  • account_circle Mascim
  • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menggelar peringatan Dies Natalis ke-13 dengan semangat menerjemahkan konsep pembangunan menjadi gerakan nyata. Mantan Menteri Sosial, Tri Rismaharini, menggaungkan pentingnya aksi kolaboratif untuk mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di hadapan sivitas akademika, Kamis (2/7/2026).

Dalam orasi ilmiahnya, Risma menekankan bahwa kemiskinan dan perubahan iklim tidak bisa diselesaikan secara sektoral. Kampus harus mengambil peran sentral sebagai katalisator yang menghubungkan riset, kebijakan, dan aksi di lapangan.

“Keberhasilan pembangunan berkelanjutan hanya dapat dicapai apabila seluruh pemangku kepentingan bekerja bersama. Dalam konteks inilah, perguruan tinggi memiliki kekuatan pada pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” tegas Risma.

Mantan Wali Kota Surabaya itu mencontohkan pengalamannya di birokrasi. Ia mendorong Unusa untuk membangun kemitraan strategis dengan korporasi dan komunitas akar rumput agar dampak aksi kolaboratif benar-benar terasa.

Risma juga mengapresiasi capaian Unusa yang menembus peringkat ke-86 dunia versi Times Higher Education (THE) Impact Rankings 2026 untuk indikator kesehatan. Ia menyebut prestasi ini sebagai bukti kapasitas kampus dalam berkontribusi pada agenda global.

Sementara itu, Rektor Unusa Tri Yogi Yuwono menyebut momentum ini sebagai pijakan untuk transformasi lebih besar. Pihaknya berkomitmen mempertahankan dampak nyata melalui kolaborasi lintas sektor.

”Capaian posisi 86 dunia ini menempatkan kita ketiga di Indonesia setelah Universitas Indonesia dan Universitas Airlangga. Kami berkomitmen melanjutkan hal positif ini bagi umat,” ucap Tri Yogi.

Untuk memperkuat aksi di masa depan, Unusa berencana mengadopsi model pembangunan dari California. Skema ini mengintegrasikan kekuatan pemerintah daerah, riset kampus, dan pelaku industri dalam satu ekosistem terpadu.

”Kami menawarkan pada pemerintah kota dan provinsi untuk memanfaatkan perguruan tinggi. Jika bersinergi dengan baik, kolaborasi ini bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat kita,” jelasnya.

Sebagai penutup, Rektor menegaskan bahwa transformasi internal terus digenjot. Seluruh tenaga kependidikan kini telah menerima upah di atas standar kelayakan wilayah.

Tidak hanya itu, Unusa juga membuka jalur pengembangan karier global bagi mahasiswa. ”Mahasiswa kami mengikuti program magang di Taiwan dengan gaji tinggi. Mereka mendapat kepastian kerja sekaligus pengakuan di level internasional. Ini adalah aksi nyata kami dalam memberdayakan generasi muda,” tandas Tri Yogi.

  • Penulis: Mascim
expand_less