Breaking News
light_mode
Rabu, 8 Juli 2026

Gus Reza Apresiasi Pemkab, DPRD Sidoarjo Dorong Penindakan Warung Mesum

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month 5 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sidoarjo, Ruang.co.id – Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo, Rizza Ali Faizin alias Gus Reza, mengapresiasi langkah dan tindakan cepat Pemkab. Sidoarjo, melaksanakan razia di Jabon.

Ia menegaskan, pentingnya gerakan kolaborasi berkelanjutan dalam penanggulangan warung remang plus plus atau warung mesum.

“Jadi ini harus menjadi gerakan berkelanjutan, bukan hanya simultan lalu selesai tanpa tindak lanjut,” ujar Rizza Ali Faizin, pada Selasa (7/7/2026).

Ia menyebut harmonisasi antara legislatif dan eksekutif menjadi kunci utama keberhasilan ini. “Ketika ada aduan masyarakat ke dewan harus segera ditindak. Eksekutif langsung turun ke lapangan,” katanya.

Menurutnya, kasus di Jabon hanya sebuah contoh. “Titiknya banyak, ada di Porong, Waru, dan Krian. Semua harus dipetakan dengan jelas,” ungkapnya.

Gus Reza menegaskan perlunya pemilahan. “Mana murni kegiatan ekonomi yang harus dipertahankan, mana yang sudah di luar batas harus dieksekusi,” tegasnya.

Selain penutupan dan pembongkaran, pembinaan juga diperlukan. “Artinya tidak hanya tutup, tapi pembongkaran. LC (pemandu lagu) juga harus diarahkan dengan pembinaan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembinaan harus melibatkan Satpol PP, Dinsos dan Disnaker. “Kalau warga Sidoarjo, harus ada pembinaan dari kabupaten agar ada solusi,” ujarnya.

Terkait dugaan keterlibatan seorang Kades di Jabon terkait penyewaan lahan, Gus Reza menekankan investigasi meski ada bukti kwitansi transaksi sewa menyewanya.

“Kwitansi itu harus diperjelas. Kalau untuk UMKM tidak masalah, peruntukannya apa?. Tapi kalau untuk UMKM-nya sudah plus-plus dan ada pembiaran maka itu harus ada penindakan dari Pemkab,” tandasnya.

Gus Reza berharap, gerakan ini menjadi momentum emas. “Dengan angka HIV tinggi, masyarakat harus menyampaikan aspirasi, pemerintah menindak, dan harmonisasi tercapai,” pungkasnya.

Sebelumnya, Sabtu kemarin, Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, memimpin razia warung remang plus plus di kawasan Jabon,

Razia dilakukan bersama Satpol PP dan APH Forkompimka Jabon. Sejumlah warung ditutup, karena diduga menjadi tempat praktik prostitusi terselubung dan perdagangan ilegal miras.

Bahkan, dalam pemberitaan Ruang.co.id sebelumnya, salah seorang pemilik warung mencatut nama pejabat desa, dengan menunjukkan bukti kwitansi sewa menyewa dengan salah satu kades di tiga desa terkait.

Mimik menegaskan penindakan ini sebagai langkah serius Pemkab, menekan angka HIV/AIDS di Sidoarjo. Pemkab berkomitmen melanjutkan razia serupa di titik rawan lainnya.

  • Penulis: Ruang Nurudin
expand_less