HNSI Lamongan Matangkan Hilirisasi Perikanan untuk Tembus Pasar Ekspor Jatim 2026
- account_circle Ruang Mujiono
- calendar_month 11 jam yang lalu
- print Cetak

HNSI Lamongan menyatakan komitmen mematangkan strategi hilirisasi perikanan guna menembus pasar ekspor Jawa Timur 2026 demi nilai tambah produk nelayan lokal. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Lamongan, Ruang.co.id – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Lamongan menyatakan komitmen untuk mematangkan strategi hilirisasi hasil perikanan. Langkah ini disiapkan guna membuka jalur pasar ekspor Jawa Timur pada tahun 2026 sekaligus mendongkrak nilai tambah produk nelayan lokal.
Hilirisasi dinilai sebagai kunci agar hasil tangkapan nelayan tidak melulu dijual dalam bentuk mentah. Selama ini, sebagian besar produk perikanan Lamongan masih bergantung pada pasar domestik dengan harga yang fluktuatif dan rantai distribusi yang panjang.
Ketua HNSI Kabupaten Lamongan, Ma’mun Murod, menegaskan bahwa potensi perikanan daerah harus dioptimalkan lewat pengolahan pascatangkap. Tanpa pengolahan lebih lanjut, nilai ekonomi hasil laut justru lebih banyak dinikmati tengkulak dan pelaku usaha besar. Nelayan kecil hanya kebagian harga jual mentah yang kerap tidak menentu.
“Kami tidak ingin hasil tangkapan nelayan Lamongan terus-menerus dijual mentah. Dengan hilirisasi, produk olahan bernilai tambah tinggi bisa langsung bersaing di pasar ekspor dan mengangkat pendapatan nelayan kecil,” ujar Ma’mun Murod di Lamongan, Rabu (22/7/2026).
Untuk merealisasikan target itu, HNSI Lamongan telah menyusun sejumlah langkah konkret. Organisasi ini akan berkoordinasi dengan Dinas Perikanan setempat guna memfasilitasi pendirian unit pengolahan ikan berskala kelompok nelayan.
Standarisasi mutu produk juga menjadi perhatian utama. Pasar ekspor mensyaratkan sertifikasi yang ketat, mulai dari keamanan pangan hingga ketelusuran asal produk. Tanpa itu, produk olahan nelayan akan sulit menembus pasar global.
Ma’mun Murod mengungkapkan bahwa pelatihan teknis akan segera digelar bagi para nelayan. Program ini menyasar peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pengolahan dan pengemasan hasil perikanan.
“Kami sudah menjadwalkan pelatihan pengolahan ikan beku dan teknik pengemasan sesuai standar internasional bersama penyuluh perikanan bulan depan. Ini tahap awal agar produk kita memenuhi spesifikasi yang diminta pasar ekspor,” jelasnya.
Kabupaten Lamongan merupakan salah satu sentra perikanan tangkap terbesar di Jawa Timur. Garis pantai yang panjang serta volume produksi ikan yang stabil sepanjang tahun menjadi modal utama untuk menggarap pasar yang lebih luas.
Pemerintah Kabupaten Lamongan juga terus mendorong penguatan sektor agro-maritim. Dukungan ini mencakup pembangunan infrastruktur cold storage hingga kemudahan perizinan usaha pengolahan ikan bagi kelompok nelayan.
- Penulis: Ruang Mujiono

