Breaking News
light_mode
Jumat, 24 Juli 2026

Dorong Dialog Warga Tanpa Jalur Hukum, Ditbinmas Polda Jatim Matangkan Omah Rembug di Gresik

  • account_circle W Wardhana
  • calendar_month 15 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Gresik, Ruang.co.id – Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Jawa Timur menegaskan komitmennya dalam menyelesaikan persoalan warga tanpa menempuh jalur hukum formal. Melalui asistensi program Omah Rembug di Polres Gresik, Selasa (21/7/2026), Polri mendorong penyelesaian konflik berbasis dialog yang mengakar pada kearifan lokal.

Kegiatan yang dipusatkan di Aula Rupatama SAR Polres Gresik itu melibatkan jajaran fungsi Binmas dari Polres Gresik, Polrestabes Surabaya, dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Kasubdit Binpolmas Ditbinmas Polda Jatim, AKBP Hery Dian Wahono, hadir memimpin langsung asistensi tersebut.

Wakapolres Gresik Kompol Shabda Purusha yang mewakili Kapolres AKBP Ramadhan Nasution menekankan bahwa program ini merupakan instrumen vital untuk meredam gesekan di akar rumput. Ia menilai pendekatan dialogis lebih humanis dan tepat sasaran.

“Melalui Omah Rembug, setiap potensi konflik diharapkan dapat diselesaikan secara humanis, cepat, tepat, dan mengedepankan kearifan lokal sehingga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ujar Kompol Shabda.

AKBP Hery Dian Wahono memaparkan bahwa asistensi ini juga menjadi ajang pengawasan melekat. Pihaknya memastikan penerapan program di setiap satuan berjalan sesuai dengan koridor teknis yang telah digariskan oleh Polda Jatim.

“Asistensi ini merupakan bentuk pengawasan sekaligus pembinaan teknis agar seluruh program kerja yang menyentuh masyarakat dapat berjalan optimal, profesional, dan sesuai dengan koridor yang telah ditetapkan,” jelas Hery.

Rangkaian asistensi diisi dengan diskusi interaktif yang membedah mekanisme problem solving. Seluruh peserta diajak mengevaluasi efektivitas administrasi pelayanan hingga strategi penguatan sinergi lintas wilayah.

Usai sesi kelas, tim bergerak meninjau langsung lokasi percontohan Omah Rembug di Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas. Di sana, pembekalan intensif diberikan kepada kepala desa, perangkat desa, serta tokoh masyarakat setempat.

Hery menambahkan, penguatan kapasitas perangkat desa menjadi kunci keberhasilan program. “Kami ingin memastikan perangkat desa dan tokoh masyarakat mampu menjadi mediator andal yang dipercaya warganya sendiri,” pungkasnya.

  • Penulis: W Wardhana
expand_less