Emil Dardak Kembali Nahkodai Partai Demokrat Jawa Timur
- account_circle Ruang Gentur
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Musda VII Demokrat Jatim resmi tetapkan Emil Dardak sebagai Ketua periode 2026-2031 secara aklamasi. Ini perkuat spekulasi Pilgub Jatim 2030 mendatang. (Gentur)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruang.co.id – Untuk kali keduanya, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak Kembali menahkodai DPD Partai Demokrat Jawa Timur. Kembalinya Emil memimpin Partai Demokrat Jatim terjadi setelah dalam Musda VII di Novotel, Surabaya, sabtu (29/8) terpilih secara aklamasi. Dengan terpilihnya Emil sebagai ketua DPD Partai Demokrat untuk periode 2026-2031. Dalam pemilihan tersebut hanya Emil yang menjadi satu-satunya kandidat sekaligus petahana. Sementara calon penantang lainnya yakni Wisnu Wardana yang pada saat pendaftaran calon ketua sempat datang dan menyerahkan berkas formulir, tidak mendapatkan dukungan satupun dari peserta Musda. Sehingga tidak lolos verifikasi.
Dengan terpilihnya Emil ini, secara tidak langsung ini memberi sinyal kuat bahwa Emil bakal maju sebagai Cagub pada Pilgub tahun 2030 mendatang. Namun demikian Emil tidak banyak berbicara tentang Pilgub. Dirinya lebih banyak berbicara tentang target Partai Demokrat pada Pileg 2029 mendatang.
“Saya mengucapkan terima kasih pada panitia yang berhasil menyelenggarakan Musda ke tujuh ini dengan aman dan lancar. Hasil dari Musda ini akan segera dikirim ke DPP untuk mendapatkan pengesahan,” ujar Emil saat ditanya usai terpilih secara aklamasi.
Selanjutnya Emil menyebutkan bahwa Musda dengan slogan rapatkan barisan, galang kekuatan dan rebut kemenangan ini harus diwujudkan dalam konstelasi politik ke depan. Untuk itu Emil menargetkan Partai Demokrat harus punya wakil di DPR RI minimal satu dari seluruh kabupaten kota di pelosok Jawa Timur.
“Setelah ini tugas kami adalah kembali berjuang memenangkan Partai Demokrat. Saya menargetkan ada satu wakil di pusat nanti dari seluruh pelosok Jawa Timur dari barat sampai timur,” tandas Emil tanpa menghitung jumlah targetnya.
Dalam Musda VII DPD Partai Demokrat ini dihadiri Sekjend Partai Demokrat, Herman Khaeron beserta jajaran pengurus DPP. Kemudian para anggota DPR RI dari Jawa Timur. Anggota DPRD Provinsi dan anggota DPRD kabupaten/kota serta 38 ketua DPC partai demokrat se Jawa Timur. Selain para pengurus Partai Demokrat dari pusat dan daerah, saat pembukaan hadir pula Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Sedangkan ketua umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), hadir secara Zoom dari Bandara Narita, Tokyo Jepang, saat transit dalam perjalanan dari Amerika Serikat menuju Indonesia.
Dalam sambutannya secara daring tersebut, AHY mengingatkan kepada segenap kader partai Demokrat se Jawa Timur agar setiap saat harus dekat dengan rakyat. Terlebih Jawa Timur ibarat rumahnya Partai Demokrat, sehingga kepercayaan rakyat yang memilih Partai Demokrat di Jawa Timur harus dijaga amanahnya, dan ditanggapi aspirasinya. Selain itu, AHY juga menyampaikan salam dari ketua dewan pembina Partai Demokrat yang juga Presiden ke 6 RI Susilo Bambang Yudhoyono yang saat ini berada di Amerika. AHY juga menyampaikan rasa hormat yang sebesar-besarnya kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang hadir dalam Musda.
“Saya mewakili seluruh unsur pimpinan Partai Demokrat yang tidak bisa hadir di Surabaya, menyampaikan rasa hormat setinggi-tingginya kepada ibu Gubernur Khofifah Indar Parawansa yang hadir dalam Musda Partai Demokrat di sela-sela kesibukan sebagai Gubernur. Dan kami juga mengucapkan terima kasih kepada ibu gubernur yang mendoakan kader kami pak Emil bisa melanjutkan kepemimpinannya yang akan datang,” kata AHY yang saat ini menjabat sebagai Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Maritim ini.
Sementara itu, Gubernur Khofifah Indar Parawansa dalam sambutannya dalam acara ini juga menyampaikan bahwa kebersamaannya dengan Partai Demokrat sudah terjalin begitu erat. Sehingga tidak hanya saat menghadapi dua kali Pilgub 2019 dan 2024 dimana Partai Demokrat sebagai partai pengusungnya. Akan tetapi lebih dari itu, Partai Demokrat juga memberikan energi positif bagi dirinya dan wakilnya Emil Dardak dalam membangun Jawa Timur.
“Hubungan saya dengan Partai Demokrat sudah terjalin erat. Tidak hanya saat mengusung saya dan Mas Emil dalam Pilgub. Tapi lebih dari itu, ada beberapa program dari kami yang dasarnya berasal dari program pemerintah saat dipimpin pak SBY. Seperti SMK Go Global. Saat ini program itu kami jalankan dengan mengirim empat ribu sembilan ratus lima belas lulusan SMK di Jawa Timur ke 13 negara. Dan program ini diperkuat juga oleh Kemenakertrans yang dimana kader Partai Demokrat sebagai wakil menterinya,” tutur Gubernur.
Selain itu, secara terbuka Khofifah juga mendoakan agar kelak saat dirinya purna tugas, Emil yang menggantikannya sebagai orang nomer satu di Jawa Timur.
Sementara itu, Sekjend Partai Demokrat Herman Khaeron kembali menegaskan bahwa Setelah Musda ini, Partai Demokrat Jawa Timur semakin solid dan mampu mengembalikan kejayaannya seperti Pileg 2009.
“Pada 2009, Jawa Timur berhasil meloloskan 27 anggota DPR RI dan 22 anggota DPRD Jatim. Saya mengharapkan dengan kepengurusan yang baru nanti Demokrat Jawa Timur harus rebut kemenangannya kembali pada Pileg yang akan datang,” tandas Herman.
Acara Musda DPD Partai Demokrat Jawa Timur ini hanya berlangsung kurang lebih 4 jam, terhitung pukul 14.00 WIB hingga 18.00 WIB. Dalam pembukaannya, selain mendengarkan sambutan. Juga digelar pertunjukan tari Jawa Timuran mulai dari Tari Remo hingga gandrung Banyuwangi. Kemudian, usai pagelaran tari acara diteruskan dengan doa yang dilakukan oleh KH Asep Syaifudin Chalim. Usai doa pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Sekjend Partai Demokrat, Herman Khaeron. Setelah pembukaan acara dilanjutkan dengan sidang pemilihan ketua dan ditutup usai Emil dinyatakan terpilih secara aklamasi.
- Penulis: Ruang Gentur

