Ratusan Santri dan Siswa Sidoarjo Keracunan Makanan Massal Diduga Usai Menyantap Menu SPPG Kalitengah
- account_circle Ruang Nurudin
- calendar_month 15 menit yang lalu
- print Cetak

Ratusan santri Ponpes dan siswa sekolah di Tanggulangin Sidoarjo diduga keracunan menyantap menu MBG dari SPPG Kalipengah. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sidoarjo, Ruang.co.id – Jerit kepanikan, memecah ketenangan Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Desa Putat, Tanggulangin, Sidoarjo, usai waktu salat Asar pada Selasa, 1 September 2026.
Ratusan santri tingkat MTs dan Aliyah mendadak mengerang kesakitan. Mereka mengeluhkan perut mual hebat, muntah, pusing, hingga tubuh terkulai lemas di selasar asrama.
Dugaan kuat mengarah pada santapan program Makan Bergizi Gratis (MBG) siang itu. Makanan tersebut dipasok oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah.
Menu yang disajikan meliputi nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu Bali, tumis buncis, dan buah apel. Tak berselang lama, reaksi racun diduga mulai menggerogoti pencernaan.
Lantunan doa berubah menjadi sirine ambulans yang meraung tiada henti. Ratusan santri dievakuasi darurat menuju sejumlah fasilitas kesehatan terdekat di Kabupaten Sidoarjo.
IGD RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo menjadi pusat rujukan utama. Ruangan medis membeludak hingga pasien berjejer di lorong akibat gelombang korban yang terus berdatangan.
Berdasarkan pembaruan data medis darurat pada Selasa malam, sebanyak 273 hingga 294 santri harus mendapatkan perawatan intensif, suntikan cairan infus, dan penanganan medis cepat.
Bupati Sidoarjo, H. Subandi, langsung meninjau lokasi penanganan pasien. Ia memberikan kepastian terkait kondisi para santri yang sedang berjuang melawan rasa sakit.
“Secara umum kondisi santri terpantau stabil. Isu adanya santri meninggal dunia akibat kejadian ini sepenuhnya hoaks,” tegas Subandi saat memberikan rilis resmi.
Plt Direktur Utama RSUD Notopuro, dr. Prima Dessy Kusuma Rakhmawati, menyampaikan perkembangan penanganan. Pihaknya bekerja maksimal memulihkan seluruh korban tanpa terkecuali.
“Sebagian santri yang membaik setelah diobservasi dan diberi obat pencernaan sudah diizinkan pulang bertahap,” ujar dr. Prima Dessy mengonfirmasi situasi medis.
Guna memperjelas peristiwa ini, berikut tabulasi data distribusi penanganan medis sementara korban dugaan keracunan makanan santri Ponpes Manba’ul Hikam:
Tabel Data Distribusi Penanganan Medis Korban
Fasilitas Kesehatan Estimasi Jumlah Santri Dirawat Status Penanganan Medis
RSUD R.T. Notopuro 186 – 200 Santri Rujukan Utama (Observasi & Pulang)
RSI Siti Hajar & RS Delta Surya 50 – 60 Santri Perawatan Intensif IGD
Puskesmas & Faskes Lain 37 – 34 Santri Penanganan Gejala Ringan
Total Korban Terdata 273 – 294 Santri Tidak Ada Korban Jiwa (Nihil)
Sumber Data: Olahan Ringkas Dinkes Sidoarjo & Satgas MBG Jawa Timur (Selasa Malam, 1/9/2026).
Kesimpulan data menunjukkan, bahwa seluruh korban telah tertangani secara sistematis tanpa ada kasus kritis maupun fatalitas. Langkah respons cepat berhasil menekan risiko komplikasi lanjut.
Tim Dinas Kesehatan Sidoarjo bergerak cepat mengamankan sisa sampel makanan MBG. Sampel spesimen muntahan santri turut diambil guna pemeriksaan laboratorium secara klinis.
Operasional dapur SPPG Kalitengah dihentikan sementara waktu. Kepolisian dan Satgas MBG Jawa Timur melakukan olah tempat kejadian perkara demi mengungkap tabir penyebab keracunan.
Musibah ini menyisakan trauma mendalam bagi para santri dan orang tua. Evaluasi menyeluruh kini mendesak dilakukan agar sajian penambah gizi tak lagi berubah menjadi mimpi buruk.
- Penulis: Ruang Nurudin

