Pemain Persebaya U20 Nabil Loverino Mulai Kuliah di Kedokteran Unusa
- account_circle Mascim
- calendar_month 20 menit yang lalu
- print Cetak

Pemain Persebaya U-20 Nabil Loverino kini menempuh kuliah kedokteran di Unusa. (Dok Humas Unusa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Poin Utama:
- Nabil Loverino Misab adalah pemain Persebaya U-20 yang mulai menjalani kuliah S1 Kedokteran di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya.
- Nabil tetap mengambil kuliah kedokteran karena menilai karier sepak bola memiliki batas usia dan risiko cedera yang membuatnya tidak pasti.
- Latihan Persebaya U-20 yang berlangsung sore hari tidak banyak bentrok dengan jadwal kuliah pagi hingga siang, sehingga Nabil masih bisa mengikuti latihan intensif dan menyusun jadwal belajar secara teratur.
Ruang.co.id – Nabil Loverino Misab, pemain Persebaya U-20, kini resmi berstatus mahasiswa S1 Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. Keputusan itu membuatnya harus berpindah dari lapangan hijau ke ruang kuliah setiap hari. Ia tidak menyerah pada salah satu, melainkan berusaha membagi waktu sebaik mungkin.
Nabil awalnya tidak benar-benar memilih kedokteran atas keinginan sendiri. Keluarganya sejak awal lebih akrab dengan dunia kesehatan. Ayahnya analis kesehatan, kakak pertamanya dokter spesialis kandungan, dan kakak keduanya dokter umum. Sebagai anak bungsu satu-satunya laki-laki, Nabil paham betul arah harapan keluarga kepadanya.
“Pertamanya saya juga terpaksa. Tapi lama-lama sudah dijelaskan kalau kedokteran itu enak karena jenjangnya panjang, daripada main bola,” ujar Nabil, Selasa (08/9).
Pandangannya mulai berubah setelah ia berpikir lebih jauh tentang karier sebagai atlet. Menurutnya, pemain sepak bola sangat bergantung pada kondisi fisik. Ada masanya pemain harus berhenti karena usia, cedera, atau kesulitan menemukan klub. Fakta itu membuat Nabil makin yakin bahwa jalur kedokteran adalah pilihan yang lebih panjang dan stabil.
“Kalau atlet sampai umur 30, kalau tidak jadi main bola kan pensiun. Mikir jenjangnya, kalau dokter kan panjang,” katanya.
Saat ini, Nabil masih aktif berlatih bersama Persebaya U-20. Posisinya di sayap kanan, meski ia juga bisa dipasang sebagai penyerang. Jadwal latihan yang biasanya berlangsung sore hari dianggap cukup membantu. Kuliah kedokteran yang umumnya berjalan pagi hingga siang tidak terlalu banyak bentrok dengan kewajibannya di lapangan.
Untuk menjaga keduanya tetap berjalan, Nabil mulai menyiapkan jadwal belajar sejak awal masuk kuliah. Ia juga membagi waktu pengerjaan tugas agar tidak menumpuk. Baginya, kuncinya ada pada disiplin membagi porsi antara akademik dan sepak bola.
“Saya sudah siapkan jadwal belajar. Kalau misalnya tugas, saya sudah bagi waktu,” ujarnya.
Dalam waktu dekat, ia masih diharuskan menjalani latihan intensif karena dijadwalkan tampil dalam pertandingan. Meski begitu, Nabil menegaskan kuliah tetap menjadi prioritas. Ia ingin terus bermain sepak bola selama tidak mengganggu proses belajarnya.
Nabil juga masih menyimpan mimpi menembus tim senior Persebaya. Di sisi lain, ia mulai menyiapkan masa depan dengan serius sebagai calon dokter. Dua dunia itu kini berjalan berdampingan dalam hidupnya, dari pagi di ruang kuliah hingga sore di lapangan rumput.
Bagi Nabil, sepak bola dan kedokteran bukan lagi dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya adalah bagian dari perjalanan yang sedang ia jalani dengan penuh kesadaran.
- Penulis: Mascim

