Lazio vs AC Milan 2-2: Moreira Mengamuk, Rossoneri Selamat dari Kekalahan
- account_circle Ruang Wawan
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Diego Moreira mencetak dua gol untuk AC Milan saat melawan Lazio di Serie A 2026/2027. (istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruang.co.id – AC Milan menunjukkan mental pantang menyerah saat menghadapi Lazio pada pekan keempat Serie A 2026/2027. Sempat tertinggal dua gol di Stadio Olimpico, Rossoneri bangkit melalui brace Diego Moreira untuk memaksakan skor Lazio vs AC Milan 2-2 pada Sabtu (12/9/2026) malam WIB.
Lazio sebenarnya berada dalam posisi ideal setelah Matteo Cancellieri dan Tijjani Noslin membawa tuan rumah unggul 2-0 pada babak pertama. Namun, perubahan strategi Ruben Amorim setelah jeda membuat pertandingan berubah arah secara drastis.
Masuk sebagai pemain pengganti, Diego Moreira menjadi pembeda. Dua golnya hanya berselang dua menit dan membuat AC Milan pulang dari Roma dengan satu poin.
Lazio vs AC Milan 2-2, Tuan Rumah Dominan di Babak Pertama
Laga baru berjalan tiga menit ketika Milan lebih dulu memberikan ancaman. Luka Modric mengirim umpan silang dari sisi kiri yang disambut Samuel Chukwueze dengan sundulan, tetapi upaya tersebut masih mampu diamankan penjaga gawang Lazio.
Tekanan berikutnya justru datang dari tuan rumah. Lazio membuka keunggulan pada menit ke-10 setelah Mattia Zaccagni mengirim bola dari sisi kiri menuju tiang jauh.
Matteo Cancellieri berada di posisi yang tepat untuk menyambut umpan tersebut. Tanpa membuang kesempatan, ia menuntaskan peluang dan membawa Lazio unggul 1-0.
Mike Maignan Selamatkan Milan dari Kebobolan Kedua
Keunggulan tersebut membuat Lazio semakin percaya diri. Serangan dari sisi kiri beberapa kali merepotkan pertahanan Milan yang kesulitan menjaga ruang di area pertahanan.
Davide Frattesi kemudian memberikan bola kepada Zaccagni yang memiliki kesempatan untuk mencetak gol. Mike Maignan bergerak cepat keluar dari sarangnya dan berhasil menggagalkan tembakan pemain Lazio tersebut.
Penyelamatan itu sempat menjaga Milan tetap berada dalam pertandingan. Sayangnya, lini belakang Rossoneri kembali kehilangan konsentrasi menjelang akhir babak pertama.
Noslin Bawa Lazio Unggul 2-0
Gol kedua Lazio tercipta pada menit ke-39 melalui Tijjani Noslin. Kemelut terjadi di depan gawang Milan setelah bola berada di area berbahaya.
Koni De Winter berusaha menghalau bola, tetapi arah si kulit bundar justru berubah setelah mengenai Noslin. Bola kemudian meluncur masuk ke gawang dan membuat Lazio memperlebar keunggulan menjadi 2-0.
Sampai turun minum, Milan belum menemukan cara efektif untuk membongkar pertahanan Lazio. Sebaliknya, tim tuan rumah mampu memanfaatkan momentum dan menutup babak pertama dengan keunggulan nyaman.
Ruben Amorim Ubah Permainan Milan
Situasi berubah setelah jeda. Ruben Amorim langsung melakukan tiga pergantian pemain untuk meningkatkan energi permainan AC Milan.
Perubahan tersebut memberikan dampak positif. Rossoneri tampil lebih agresif dan mulai menekan pertahanan Lazio dari berbagai sisi.
Christian Pulisic menjadi salah satu pemain yang aktif menghidupkan serangan. Pergerakannya dari sisi kanan membuat lini belakang Lazio tidak lagi bisa bermain senyaman pada babak pertama.
Diego Moreira Perkecil Ketertinggalan
Tekanan Milan akhirnya menghasilkan gol pada menit ke-65. Pulisic bergerak dari sisi kanan sebelum mengirim umpan ke arah tiang jauh.
Diego Moreira membaca situasi dengan baik. Pemain tersebut langsung menyambut bola menggunakan tendangan first time yang membuat kiper Lazio tidak mampu menghentikannya.
Skor berubah menjadi 2-1. Milan pun kembali memiliki peluang untuk menyelamatkan pertandingan.
Dua Menit Kemudian Moreira Samakan Skor
Belum sempat Lazio mengatur kembali lini pertahanannya, Moreira kembali membuat kejutan. Hanya dua menit setelah gol pertama, ia melepaskan tembakan dari depan kotak penalti.
Bola meluncur ke gawang dan mengubah kedudukan menjadi 2-2. Comeback yang sebelumnya terlihat sulit tiba-tiba menjadi kenyataan.
Dua gol cepat itu sekaligus mengubah momentum pertandingan. Lazio yang sempat mengontrol permainan harus menghadapi tekanan Milan hingga menit-menit akhir.
Milan Gagal Membalikkan Keadaan
Setelah skor kembali imbang, tempo pertandingan mulai menurun. Kedua tim tampak lebih berhati-hati dan tidak ingin mengambil risiko terlalu besar.
Milan masih mendapatkan peluang pada masa injury time. Sebuah tendangan bebas dari depan kotak penalti Lazio memberikan kesempatan bagi Rossoneri untuk mencetak gol ketiga.
Eksekusi Omari Hutchinson belum mampu melewati penjagaan kiper Lazio. Bola berhasil diamankan sehingga pertandingan akhirnya berakhir dengan skor 2-2.
Hasil tersebut membuat kedua tim harus puas berbagi satu poin. Lazio gagal mempertahankan keunggulan dua gol, sedangkan Milan berhasil menghindari kekalahan setelah tertinggal sejak babak pertama.
Diego Moreira Jadi Pembeda AC Milan
Nama Diego Moreira menjadi sorotan utama setelah pertandingan. Masuk dari bangku cadangan, pemain tersebut langsung memberikan dampak besar melalui dua gol dalam waktu hanya dua menit.
Performa itu tentu menjadi modal penting bagi Moreira. Ia menunjukkan bahwa pemain dari bangku cadangan juga bisa mengubah arah pertandingan ketika mendapatkan kesempatan.
Bagi Ruben Amorim, kontribusi tersebut menjadi bukti bahwa kedalaman skuad Milan bisa memainkan peran penting sepanjang musim. Pergantian pemain bukan hanya untuk menjaga stamina, tetapi juga dapat menjadi senjata ketika strategi awal tidak berjalan sesuai rencana.
Comeback Milan Punya Dua Sisi
Hasil imbang 2-2 memberikan catatan positif sekaligus pekerjaan rumah bagi Rossoneri. Kemampuan bangkit dari ketertinggalan dua gol menunjukkan mental bertanding yang cukup kuat.
Namun, performa babak pertama tidak boleh diabaikan. Milan terlalu mudah memberikan ruang kepada Lazio sehingga lawan mampu menciptakan peluang dan mencetak dua gol.
Amorim perlu mencari keseimbangan antara agresivitas dan stabilitas pertahanan. Jika persoalan tersebut bisa diperbaiki, Milan berpotensi tampil lebih konsisten dalam pertandingan berikutnya.
Lazio Kehilangan Keunggulan Dua Gol
Dari sisi Lazio, hasil imbang tentu terasa mengecewakan. Tim tuan rumah sudah unggul dua gol dan memiliki kendali permainan pada babak pertama.
Sayangnya, keunggulan tersebut tidak mampu dipertahankan setelah Milan meningkatkan intensitas. Dua gol Moreira dalam waktu singkat membuat Lazio kehilangan momentum.
Pelatih Lazio kini perlu mengevaluasi cara tim mengelola pertandingan ketika lawan mulai memberikan tekanan. Keunggulan dua gol seharusnya bisa menjadi modal untuk mengontrol permainan hingga akhir.
Posisi Lazio dan AC Milan di Klasemen
Tambahan satu poin membuat Lazio mengoleksi 10 poin dari empat pertandingan Serie A 2026/2027. Biancocelesti untuk sementara berada di puncak klasemen.
AC Milan berada di posisi keempat dengan delapan poin. Hasil imbang tersebut membuat Rossoneri belum mampu menjaga laju sempurna, tetapi mereka tetap membawa pulang poin dari laga sulit di Stadio Olimpico.
Persaingan papan atas pun mulai menarik sejak awal musim. Lazio menunjukkan konsistensi, sedangkan Milan masih berusaha menemukan formula terbaik di bawah Ruben Amorim.
Apa Arti Hasil 2-2 bagi Milan?
Ada satu pelajaran penting dari pertandingan ini. Milan tidak boleh terlalu sering menunggu hingga tertinggal sebelum menunjukkan permainan terbaiknya.
Perubahan setelah turun minum memang berhasil menyelamatkan Rossoneri. Akan tetapi, tim akan memiliki peluang lebih besar meraih kemenangan jika agresivitas tersebut sudah muncul sejak menit pertama.
Sementara itu, Diego Moreira mendapatkan momentum besar setelah mencetak dua gol penting. Performa tersebut bisa membuka persaingan baru di lini depan Milan sekaligus memberikan Amorim opsi tambahan ketika pertandingan berjalan sulit.
Pada akhirnya, Lazio vs AC Milan 2-2 menjadi pertandingan yang memperlihatkan karakter kedua tim. Lazio tampil dominan pada babak pertama, sedangkan Milan menunjukkan mental comeback yang membuat mereka terhindar dari kekalahan.
Susunan Pemain
Lazio: Mandas; Floriani Mussolini (Lazzari 84′), Sutalo (Leite 84′), Provstgaard, Tavares; Frattesi, Belahyane, Taylor (Gudmunsson 74′); Cancellieri (Isaksen 58′), Noslin (Pinamonti 58′), Zaccagni
Milan: Maignan; Gila, De Winter, Pavlovic; Chukwueze, Modric (Musah 46′), Raibot, Estupinan (Moreira 46′); Loftus-Cheek (Pulisic 46′), Cisse (Hutchinson 77′), Ramos (Camarda 85′)
- Penulis: Ruang Wawan


Ā Ā