Dorong ketahanan pangan, Cak Yebe Bagikan 200 Tong Komposter di Surabaya
- account_circle Mascim
- calendar_month 9 jam yang lalu
- print Cetak

Cak Yebe menyerahkan tong komposter kapasitas 160 liter kepada warga Perumahan Gunung Sari Indah, Surabaya. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruang.co.id – Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko membagikan 200 tong komposter untuk mendorong ketahanan pangan Surabaya berbasis lingkungan, Selasa (6/10/2026).
Politisi Gerindra yang akrab disapa Cak Yebe itu memulai program dari Perumahan Gunung Sari Indah, RW-9 Kelurahan Kedurus. Sebanyak 20 unit tong komposter kapasitas 160 liter dibagikan sebagai starter. “Untuk Perumahan Gunung Sari Indah, tepatnya di RW-9 Kelurahan Kedurus sebagai starter untuk mengawali program, saya distribusikan 20 unit tong komposter kapasitas 160 liter,” kata Cak Yebe.
Program lalu diperluas ke sejumlah RW di wilayah binaannya. Lokasi itu meliputi RW 3 dan 4 Sumberan, Kelurahan Balas Klumprik, Kecamatan Wiyung; RW 4 Kelurahan Jajar Tunggal; RW 1 Kelurahan Kedurus; RW 3 Kelurahan Jeruk; serta RW 2 dan 3 Kelurahan Warugunung. “Bukan hanya di GSI, tapi juga di RW 3 dan 4 Sumberan, Kelurahan Balas Klumprik, Kecamatan Wiyung, di RW 4 Kelurahan Jajar Tunggal, RW 1 Kelurahan Kedurus, RW 3 Kelurahan Jeruk, serta RW 2 dan 3 Kelurahan Warugunung,” ujar dia.
Cak Yebe mengaku terinspirasi Kampung Malaka Jaya, Jakarta Timur. Di sana, pengolahan limbah organik terhubung dengan ketahanan pangan dan pemberdayaan warga. “Konsepnya saya terinspirasi dari Malaka Jaya. Di sana pengolahan limbah organik tidak berdiri sendiri, tetapi bisa dikembangkan menjadi bagian dari ketahanan pangan dan kegiatan produktif warga,” jelasnya.
Konsep Malaka Jaya tidak diterapkan mentah. Setiap kampung menyesuaikan kondisi lingkungan, ketersediaan lahan, dan kebutuhan warga. “Tidak harus persis sama dengan Malaka Jaya. Kita sesuaikan dengan kondisi kampung di Surabaya, tetapi prinsipnya sama, bagaimana limbah organik bisa dikelola dan hasilnya kembali memberikan manfaat untuk warga,” katanya.
Untuk tahap awal, setiap RW yang berminat mendapat minimal empat tong komposter. Total sekitar 200 unit disiapkan secara swadaya. “Kurang lebih dalam jaring aspirasi kali ini saya akan memberikan bantuan sebanyak 200 unit tong komposter yang dibagikan di RW-RW binaan saya di Dapil 5, secara swadaya dari saya pribadi,” tuturnya.
Ia berharap warga tidak hanya menerima bantuan, tetapi mampu mengembangkan kegiatan mandiri. “Harapannya nanti warga tidak hanya menerima bantuan, tetapi bisa mengembangkan sendiri. Kalau sudah berjalan, dari komposter bisa berkembang ke tanaman pangan, budidaya ikan atau kegiatan lain yang mendukung ketahanan pangan,” pungkasnya.
- Penulis: Mascim

