Breaking News
light_mode
Sabtu, 12 September 2026
Beranda » Pemerintah » Komitmen Surabaya dalam Membangun Kota Ramah Anak di Forum UNICEF 2024

Komitmen Surabaya dalam Membangun Kota Ramah Anak di Forum UNICEF 2024

  • account_circle Ruang redaksi
  • calendar_month Senin, 23 Sep 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Surabaya, Ruang.co.idPemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menunjukan komitmen serta keseriusannya dalam membangun Kota Ramah Anak Dunia atau Child Friendly Cities Initiative (CFCI) yang diselenggarakan oleh UNICEF. Empat delegasi Surabaya akan berpartipasi dalam forum internasional “Growing Up in Child Friendly Cities” yang digelar di Jinan, China pada 23-26 September 2024.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, forum tersebut bertujuan untuk memperkuat inisiatif global terkait peningkatan kualitas kehidupan anak-anak di wilayah perkotaan. Forum tersebut akan dihadiri oleh berbagai negara yang fokus dalam membangun kota ramah anak.

“Ada sekitar 150 hingga 200 peserta termasuk gubernur, wali kota, pengambil kebijakan dari Asia Timur, Pasifik, dan Eropa, serta staf UNICEF akan mengambil bagian dalam forum itu,” kata Wali Kota Eri.

Adapun delegasi Kota Surabaya yang hadir di China, ungkap Wali Kota Eri terdiri dari siswa bernama Moreno Zaky Rahmadhany selaku Pengurus Forum Anak Surabaya dan Monita Rizkia Taufani selaku Ketua Forum Anak Surabaya.

Selain itu, keduanya akan didampingi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Ida Widayati dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Yusuf Masruh.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Ida Widayati mengatakan, perwakilan dari Kota Surabaya akan membahas berbagai topik penting seperti pelayanan publik untuk anak, penganggaran anak, serta strategi dalam membangun kota yang lebih inklusif dan aman bagi anak-anak.

“Partisipasi ini menunjukkan komitmen Surabaya dalam mewujudkan kota ramah anak dengan mengintegrasikan kepentingan anak dalam setiap kebijakan dan program pembangunan,” ungkap Ida.

Ida menjelaskan bahwa delegasi yang dikirim Pemkot Surabaya akan terlibat dalam beberapa sesi diskusi penting yang menyoroti keberhasilan Kota Pahlawan dalam mengimplementasikan program-program ramah anak.

Baca Juga  Angin Segar Bagi BUMD Jatim Suntikan Modal Rp500 Miliar Tingkatkan PAD

“Forum Anak Surabaya akan membahas pentingnya partisipasi anak-anak dalam proses perumusan kebijakan. Mereka akan berbagi cerita tentang bagaimana anak-anak di Surabaya secara aktif terlibat dalam forum dan berkegiatan yang memberikan kesejahteraan bagi anak,” paparnya.

Sementara itu, pihaknya akan memaparkan bagaimana penganggaran kota diprioritaskan untuk kebutuhan anak, mencakup pendidikan, kesehatan, dan penyediaan fasilitas umum yang aman dan nyaman.

“Kami akan berbagi pengalaman tentang penyediaan ruang publik yang ramah anak, akses pendidikan yang merata, serta layanan kesehatan yang mudah dijangkau oleh anak-anak. Selain itu, kami juga akan menekankan pentingnya alokasi anggaran khusus untuk program-program terkait anak,” ujar Ida.

Lanjut Ida, Dinas Pendidikan (Dispendik) akan mengangkat isu pendidikan yang ramah anak. Bagaimana pengalaman Kota Surabaya melalui Dispendik menyediakan akses pendidikan yang merata dan berkualitas, serta bagaimana kami menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif.

Disisi lain apa yang dilakukan perwakilan Kota Surabaya mendapatkan dukungan dari Perwakilan UNICEF untuk Pulau Jawa Arie Rukmantara. Arie Rukmantara memberikan pandangan bahwa forum ini merupakan ruang penting untuk mengeksplorasi tata kelola yang ramah anak.

“UNICEF telah lama berada di garis depan dalam mengadvokasi hak-hak anak, sebagaimana diamanatkan oleh Konvensi Hak Anak (KHA). Tata kelola ramah anak memastikan bahwa kebijakan, anggaran, dan layanan dirancang dengan memperhatikan kebutuhan anak-anak,” jelas Arie.

Dia menekankan bahwa anak-anak harus dilibatkan secara bermakna dalam pengambilan keputusan yang berdampak pada kehidupan mereka. Suara – suara anak harus didengarkan dan diintegrasikan ke dalam proses pengambilan keputusan.

“Kami berharap Surabaya dapat terus mengembangkan praktik tata kelola yang lebih ramah anak dan menginspirasi kota-kota lain,” lanjut Arie.

Arie menambahkan, partisipasi Pemkot Surabaya dalam forum internasional ini merupakan bukti nyata dari komitmen pemerintah untuk terus memperjuangkan hak-hak anak.

Baca Juga  Polemik Dana Hibah Ormas Sidoarjo: APBD 2025 Jadi Sorotan

“Ini adalah kesempatan untuk belajar dari kota-kota lain dan memperkuat kerja sama dalam menciptakan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak,” ungkap Arie.

Forum ini akan menjadi ajang penting untuk bertukar pikiran dan menemukan solusi inovatif dalam menghadapi tantangan menciptakan kota ramah anak ke depannya. Dengan dukungan penuh dari masyarakat, delegasi Surabaya siap memperkuat peran kota sebagai pelopor dalam gerakan kota ramah anak di Indonesia.

Pihaknya bersama Pemkot Surabaya mengajak masyarakat untuk mendukung delegasi Kota Pahlawan yang berangkat ke China.

“Bersama-sama kita bisa mewujudkan Surabaya sebagai kota yang benar-benar ramah anak, di mana setiap anak merasa aman, dihargai, dan berkesempatan untuk tumbuh dan berkembang dengan baik,” pungkasnya. (*)

  • Penulis: Ruang redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • obat setelan campuran apa saja

    Panduan Praktis Membuat Obat Setelan Herbal yang Berkhasiat

    • calendar_month Minggu, 19 Jan 2025
    • account_circle Ruang Sely
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Obat setelan campuran telah lama menjadi solusi tradisional untuk menjaga kesehatan. Popularitasnya tetap bertahan, apalagi dengan banyaknya pertanyaan seperti “Obat setelan campuran apa saja yang terbaik?” atau “Apa rahasia di balik obat setelan campuran?”. Dalam artikel ini, kami akan mengungkap rahasia membuat obat setelan herbal yang tidak hanya ampuh tetapi juga mudah […]

  • perbedaan gelato dan es krim

    Gelato vs Es Krim! Pecah Rahasia Dessert Beku yang Bikin Lidah Bergoyang!

    • calendar_month Sabtu, 19 Apr 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Bagi penggemar dessert beku, memahami perbedaan antara gelato dan es krim ibarat membedakan anggur premium dengan minuman bersoda. Keduanya menyegarkan, tetapi menyimpan karakteristik unik yang memengaruhi pengalaman menyantapnya. Asal Usul dan Filosofi Pembuatan Gelato lahir dari tradisi kuliner Italia pada abad ke-16 dengan prinsip “lebih banyak rasa, lebih sedikit udara”. Berbeda dengan es […]

  • Pameran Lukisan Khusnul Bahri

    Contemporary Ethnic Karya Khusnul Bahri: Lukisan yang Menyuarakan Bahasa Budaya ke Dunia Modern

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Galeri Merah Putih di kompleks Balai Pemuda Surabaya menjadi saksi bisu pertemuan antara tradisi dan modernitas melalui pameran tunggal Khusnul Bahri bertajuk Contemporary Ethnic. Seniman kelahiran Madura ini menghadirkan 16 karya lukisan yang tidak sekadar indah dipandang, tetapi juga sarat dengan pesan budaya, sosial, dan religi. Sebagai alumni IKIP Surabaya (kini UNESA) dan […]

  • Menteri AHY Optimis Program PTSL Capai 120 Juta Bidang Tanah 2024

    Daftarkan 117 Juta Bidang Tanah, Menteri AHY Optimis Program PTSL Capai 120 Juta Bidang Tanah 2024

    • calendar_month Senin, 2 Sep 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan bahwa sebanyak 117 juta bidang tanah telah berhasil didaftarkan dan yakin target program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) akan tercapai tahun ini. Hal tersebut disampaikan usai kegiatan Fun Run KAPTI-Agraria, di Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta, Kabupaten Sleman, […]

  • Karnaval Budaya APEKSI VII Surabaya

    Surabaya Gemilang: Karnaval Budaya APEKSI VII Siap Hiasi Jantung Kota Pahlawan

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Kota Pahlawan kembali menegaskan dirinya sebagai kota masa depan yang tak sekadar maju dalam pembangunan fisik, namun juga kokoh dalam identitas budaya. Mulai petang nanti Jumat, 9 Mei 2025, wajah Kota Pahlawan akan bersalin rupa, menjadi panggung kolosal paling spektakuler yang mempertemukan beragam warna, suara, dan semangat dari seluruh penjuru Indonesia. Karnaval Budaya […]

  • Dugaan monopoli LPG Non Subsidi

    KPPU Selidiki Dugaan Monopoli LPG Non Subsidi oleh Pertamina Patra Niaga: Dampak pada Harga dan Konsumen

    • calendar_month Minggu, 9 Mar 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) resmi memulai penyelidikan awal dugaan praktik monopoli dalam penjualan Liquefied Petroleum Gas (LPG) Non Subsidi di pasar midstream. PT Pertamina Patra Niaga (PT PPN), anak perusahaan Pertamina, menjadi sorotan utama dalam kasus ini. Penyelidikan ini ditetapkan melalui Rapat Komisi pada 5 Maret 2025 di Jakarta, dengan fokus pada […]

expand_less