Breaking News
light_mode
Senin, 24 Agustus 2026
Beranda » Pemerintah » Girik Akan Hilang di Tahun 2026: Kementerian ATR/BPN Ungkap Alasannya

Girik Akan Hilang di Tahun 2026: Kementerian ATR/BPN Ungkap Alasannya

  • account_circle Ruang redaksi
  • calendar_month Jumat, 3 Jan 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Ruang.co.id – Tahun 2026 menandai berakhirnya penggunaan girik sebagai bukti kepemilikan tanah. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menegaskan bahwa girik tidak akan lagi berlaku setelah seluruh tanah di kawasan tertentu dinyatakan lengkap terdaftar. Keputusan ini berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2021, yang mengatur bahwa sertipikat tanah yang telah terbit lebih dari lima tahun tidak dapat dicabut kecuali melalui perintah pengadilan.

Dalam pertemuan Catatan Akhir Tahun di Aula Prona, Jakarta, Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid menjelaskan bahwa penghapusan girik adalah bagian dari upaya menciptakan kepastian hukum. “Ketika suatu kawasan sudah lengkap, sudah terpetakan siapa pemiliknya, dan sertipikatnya sudah terbit, girik otomatis tidak berlaku lagi. Namun, jika ada cacat administrasi dalam waktu kurang dari lima tahun, girik masih bisa digunakan sebagai bukti,” ujar Nusron, Selasa (31/12/2024).

Sertipikat Tanah: Produk Hukum Tak Tergantikan

Menteri Nusron juga menekankan bahwa sertipikat tanah merupakan produk hukum yang memiliki kekuatan tetap. “Sesuai PP Nomor 18 Tahun 2021, sertipikat hanya dapat digantikan dengan produk hukum lain atas perintah pengadilan. Jadi, usia sertipikat yang lebih dari lima tahun memperkuat status hukumnya,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah (Dirjen PHPT), Asnaedi, menjelaskan bahwa girik berasal dari sistem lama yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA). Girik awalnya berfungsi sebagai bukti sementara kepemilikan tanah yang diberikan kesempatan untuk didaftarkan. Namun, dengan perkembangan regulasi, girik kini menjadi sumber konflik yang sering dimanfaatkan oleh mafia tanah.

Menurut Asnaedi, penghapusan girik bertujuan untuk mengurangi potensi konflik tanah di masa depan. “Selama ini, girik sering menjadi celah bagi mafia tanah yang memalsukan dokumen. Dengan keberhasilan program Kabupaten/Kota Lengkap, penghapusan girik akan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat dan mencegah masalah serupa,” tambahnya.
Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Ossy Dermawan juga hadir dalam acara tersebut bersama jajaran pejabat tinggi Kementerian ATR/BPN dan 84 perwakilan media nasional. Dalam sesi tanya jawab yang dipandu oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat Harison Mocodompis, berbagai isu terkait girik dan sertipikat tanah dibahas secara mendalam.

Baca Juga  Segera Beralih ke Sertifikat Elektronik! Imbauan Kementerian ATR/BPN untuk Pemilik Sertifikat Tanah Lama

Keputusan ini menjadi tonggak penting dalam pengelolaan agraria di Indonesia. Dengan sertipikat sebagai bukti hukum utama, masyarakat diharapkan dapat menikmati perlindungan lebih baik atas aset tanah mereka. Kementerian ATR/BPN juga memastikan bahwa seluruh proses akan transparan dan berpihak pada kepentingan rakyat.

  • Penulis: Ruang redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Manfaat Bangun Pagi

    5 Manfaat Luar Biasa Bangun Pagi

    • calendar_month Rabu, 25 Sep 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Siapa bilang menjadi orang pagi itu membosankan? Justru sebaliknya, bangun pagi adalah cara ampuh untuk memulai hari dengan semangat dan produktivitas yang tinggi. Bangun pagi bukan sekadar kebiasaan, tetapi investasi untuk hidup yang lebih sehat dan produktif. Penasaran ingin tahu alasannya? Yuk, simak 5 manfaatnya berikut ini! 1. Meningkatkan Produktivitas Bangun pagi […]

  • Bandung Lautan Api

    Jejak Sejarah Perjuangan Heroik Bandung Lautan Api Melawan Penjajahan

    • calendar_month Minggu, 29 Des 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Bandung Lautan Api bukan hanya sebuah peristiwa sejarah, tetapi juga simbol keberanian dan pengorbanan rakyat Indonesia dalam melawan penjajahan. Terjadi pada 24 Maret 1946, peristiwa ini menjadi salah satu momen paling heroik dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Kota Bandung, yang saat itu menjadi salah satu pusat strategis militer dan politik, dipilih oleh rakyatnya […]

  • Proyek renovasi Terminal Purabaya Sidoarjo

    Proyek Beautifikasi Terminal Purabaya Sidoarjo Terlambat, Masyarakat Dirugikan?

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Proyek beautifikasi Terminal Tipe A Purabaya di Kabupaten Sidoarjo menghadapi keterlambatan yang berpotensi menyebabkan pembengkakan biaya dan berkurangnya manfaat proyek. Proyek beautifikasi yang direncanakan selesai sesuai kontrak ini terhambat, mengancam efektivitas pembangunan dan membebani anggaran. Dengan nilai kontrak mencapai Rp4,8 miliar, proyek ini didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun […]

  • SNBP 2026 Ponpes Amanatul Ummah

    275 Siswa Ponpes Amanatul Ummah Tembus PTN via SNBP

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Sebanyak 275 siswa-siswi Pondok Pesantren Amanatul Ummah dinyatakan lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 ke berbagai perguruan tinggi negeri favorit. Sebanyak 30 di antaranya diterima di Fakultas Kedokteran Umum. Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A., mengungkapkan rasa syukur atas capaian ini. Ia menyebut peningkatan jumlah kelulusan terjadi […]

  • Momentum Bulan Bung Karno Perkuat Nilai Kebangsaan

    Momentum Bulan Bung Karno Perkuat Nilai Kebangsaan

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Bulan Bung Karno, kembali menjadi ruang refleksi sejarah, sekaligus sarana memperkuat nilai kebangsaan di tengah generasi muda. Momentum ini, menghadirkan semangat perjuangan pendiri bangsa, yang relevan dengan tantangan zaman. “Bulan Bung Karno menjadi momentum yang tepat untuk mengingat kembali perjuangan para pendiri bangsa,” ujar Saidatul Ma’munah, Kepala UPTD Museum dan Gedung Seni Balai […]

  • Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Ketua Ombudsman RI Mokhammad Najih saat menandatangani MoU untuk peningkatan pelayanan publik di Ruang Kerja Wali Kota.

    Pemkot Surabaya dan Ombudsman RI Sepakati MoU Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

    • calendar_month Jumat, 29 Nov 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Ombudsman Republik Indonesia (RI) melaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan Pelayanan Publik di Lingkungan Pemkot Surabaya di Ruang Kerja Wali Kota, Jumat (29/11/2024). Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan bahwa kerjasama ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan publik dalam hal keterbukaan dan transparansi. Wali […]

expand_less