Breaking News
light_mode
Kamis, 13 Agustus 2026
Beranda » Hukrim » LiRA Bersama Penggugat Demo PTUN Surabaya Terkait Sengketa Lahan Tenggilis Mejoyo

LiRA Bersama Penggugat Demo PTUN Surabaya Terkait Sengketa Lahan Tenggilis Mejoyo

  • account_circle Ruang redaksi
  • calendar_month Selasa, 22 Okt 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sidoarjo, Ruang.co.id – Penggugat sengketa tanah di Tenggilis Mejoyo Surabaya bersama perkumpulan LiRA (Lumbung Informasi Rakyat) DPW Jatim dan DPD Bangkalan, berdemontrasi Kantor PTUN Surabaya yang berlokasi di Jl. Raya H. Juanda, Kec. Gedangan, Sidoarjo, Selasa (22/10).

Penggugat Halimatus Sakdiyah yang mengaku pemilik lahan di Tenggilis Mejoyo No. 7 Surabaya, dengan persil Petok D No. 57 seluas kurang lebih 1.520 m², hingga kini bersengketa melawan PT. YKP (Yayasan Kas Pembangunan) Kota Surabaya,

Tanpa didampingi Taufiq Hidayat,SH. selaku kuasa hukumnya, kedatangan Halimatus Sakdiyah didampingi suaminya bersama sekitar 50 orang massa LiRA, berdemo di luar pagar PTUN Surabaya, meneriakkan yel – yel tuntutan yang berisikan, memohon para hakim majelis agar putuskannya nanti berpihak pada rakyat kecil yakni Halimatus Sakdiyah sebagai pemilik lahan yang sebenarnya, yang sampai saat ini dikuasai oleh PT. YKP.

“Hari ini kami unjuk rasa di PTUN Surabaya ini sebagai tempat peradilan hukum terahir, meminta dengan hormat kepada para majelis hakim bersikap adil seadil-adilnya dan berpihak pada rakyat kecil. Bu Halimah (Halimatus Sakdiyah) nyata – nyata pemilik lahan yang sebenarnya sekarang dikuasai YKP. Bu Halimah tidak pernah menjual lahannya dan tidak pernah menerima uang jual beli dengan YKP. Tolong majelis hakim segera kembalikan tanah itu dari YKP kepada bu Halimah!”, tandas orasi Romi, pengurus DPW LiRA.

Unjuk rasa penggugat bersama LiRA ini sebagai bentuk tekanan serius Jelang putusan hakim majelis PTUN Surabaya terkait perkara sengketa lahan di Tenggilis Mejoyo No. 7 Surabaya melawan PT. YKP.

“Wahai para hakim di PTUN, kami ingatan, jangan bermain-main dengan hak tanah rakyat!, perkara ini terus kami kawal sampai penggugat berhasil merebut kembali lahan yang jelas – jelas secara hukum miliknya. Kami minta untuk bertemu dan berdialog dengan Ketua PTUN Surabaya,” tandas orasi Romi lagi.

Aksi unjuk rasa ini selanjutnya diterima dan dipersalahkan 5 orang perwakilan pendemo untuk berdialog dengan pihak PTUN Surabaya. Merek antara lain Halimatus Sakdiyah yang akrab dipanggil Halimah selaku penggugat, Marfuk selaku suami Halimah, Romi pengurus DPW LiRA, Solihin Ketua (Bupati) beserta seorang pengurus DPD LiRA Bangkalan, yang mendampingi penggugat. Sedangkan dari pihak PTUN Surabaya, Ketua PTUN Tedi Romyadi,SH.,MH. Menunjuk Mariana Ivan Junas,SHM. selaku juru bicara PTUN, Arie Susatyoningtijas,SH.,MH. selaku humas PTUN Surabaya.

Di ruang pertemuan tersebut, Halimah Penggugat, beserta Solihin dan Romi kecewa tidak bisa bertemu dialog langsung dengan Ketua PTUN Surabaya.

Namun demikian, Halimah beserta LiRA majelis hakim yang menangani perkara ini berharap penuh tidak berpihak pada penguasa dalam hal ini PT. YKP yang masih menguasai lahannya sebagai tergugat intervensi, dan pihak BPN (Badan Pertanahan Nasional) Surabaya sebagai tergugat 2, dan tergugat 3 Abdullah. Bahwasanya para pihak tergugat tidak dapat menunjukkan bukti – bukti surat kepemilikan yang sah di persidangan.

“Bahkan hakim yang memimpin sidang juga menanyakan bukti – bukti tersebut, terutama kepada tergugat intervensi dan tergugat 2 yang tidak dapat menunjukkan warkah bukti kepemilikan tergugat intervensi sebagai tergugat utama dalam hal ini YKP Surabaya,” pinta Solihin, Bupati DPD LiRA Bangkalan yang mendampinginya.

“Semua bukti – bukti surat kepemilikan saya Petok D yang masih atas nama saya sudah saya sampaikan ke majelis hakim di persidangan, saya dan keluarga saya tidak pernah menjual ke YKP, saya juga tidak pernah menerima uang jual beli lahan saya dari YKP. Maksud kedatangan saya ini saya mohon lahan tanah yang diurug YKP diputuskan dikembalikan ke saya sebagai pemilik sah tanah itu, dan memerintahkan YKP untuk menghentikan kegiatan pengurgan di lahan saya,’ pinta Halimah penggugat.

Aksi demo ini berlangsung kondusif dan mendapatkan pengamanan dari aparat keamanan jajaran Poresta Sidoarjo, dengan menerjunkan 1 pleton anggota gabungan dari Polsek Gedangan dan Polsek Sedati, serta 1 pleton Den POM Lanudal Juanda Surabaya dan sebuah anjing pelacak milik Den POM Lanudal Juanda Surabaya.

Diketahui, Halimah penggugat dan suaminya mengetahui bahwa lahannya telah merasa diserobot oleh tergugat PT. YKP, setelah pulang dari rantauannya kembali tinggal di Surabaya.

Ketika ia dan suaminya memanfaatkan lahannya tersebut dengan ditanami pepohonan Pisang, mendadak tanamannya dirusak ditebangi oleh orang yang mengaku dari pihak PT. YKP dan mengatakan lahan yersebut akan diurug untuk kepentingan PT. YKP.

Bahkan merasa tidak terima dan merasa tidak menjual lahannya ke PT. YKP, Halimah dan suaminya sempat merobohkan pagar yang mengelilingi lahannya, hingga terjadi keributan dengan pihak PT. YKP. Sejak itulah sengketa perkara itu mencuat hingga menjadi gugatan hukum.

Perkaea berlanjut di PTUN Surabaya, dengan menggelar sidang kasus sengketa lahan yang berlokasi di Tenggilis Mejoyo No. 7, Surabaya, persil 57 seluas kurang lebih 1.520 M². Sidang yang berlangsung mulai dari pemeriksaan saksi, hingga penyampaian bukti – bukti persidangan, sebentar lagi akan diputuskan oleh majelis hakim yang memimpin sidang.

Dalam persidangan lalu, PT. YKP selaku tergugat intervensi juga telah menghadirkan saksi untuk memberikan keterangan terkait sengketa lahan yang menjadi sengketa ini.

Di persidangan yang kesenian kalinya ini, kedua belah pihak saling mengklaim hak atas lahan yang terletak di kawasan strategis Surabaya, sehingga memunculkan perselisihan yang akhirnya dibawa ke ranah hukum.

Hakim yang memimpin jalannya persidangan terahir, Agus Efendi, S.H., M.H., telah memeriksa keterangan para saksi guna mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang kepemilikan lahan tersebut.

Sidang berikutnya dilanjutkan dengan pemeriksaan terhadap bukti-bukti yang diajukan kedua pihak.

Kuasa hukum penggugat beberapa waktu lalu mengatakan, bahwa hingga saat ini pihak tergugat, PT. YKP, belum bisa memberikan bukti konkret terkait surat pelimpahan dari Abdullah.

Pihak penggugat akan terus berpegang pada bukti-bukti yang diajukannya, dan optimis bahwa pengadilan akan memberikan keputusan yang adil berdasarkan fakta-fakta yang ada untuk memenangkan kliennya sebagai penggugat.

Sidoarjo, Ruang.co.id. – Penggugat sengketa tanah di Tenggilis Mejoyo Surabaya bersama perkumpulan LiRA (Lumbung Informasi Rakyat) DPW Jatim dan DPD Bangkalan, berdemontrasi Kantor PTUN Surabaya yang berlokasi di Jl. Raya H. Juanda, Kec. Gedangan, Sidoarjo, Selasa (22/10).

Penggugat Halimatus Sakdiyah yang mengaku pemilik lahan di Tenggilis Mejoyo No. 7 Surabaya, dengan persil Petok D No. 57 seluas kurang lebih 1.520 m², hingga kini bersengketa melawan PT. YKP (Yayasan Kas Pembangunan) Kota Surabaya,

Tanpa didampingi Taufiq Hidayat,SH. selaku kuasa hukumnya, kedatangan Halimatus Sakdiyah didampingi suaminya bersama sekitar 50 orang massa LiRA, berdemo di luar pagar PTUN Surabaya, meneriakkan yel – yel tuntutan yang berisikan, memohon para hakim majelis agar putuskannya nanti berpihak pada rakyat kecil yakni Halimatus Sakdiyah sebagai pemilik lahan yang sebenarnya, yang sampai saat ini dikuasai oleh PT. YKP.

“Hari ini kami unjuk rasa di PTUN Surabaya ini sebagai tempat peradilan hukum terahir, meminta dengan hormat kepada para majelis hakim bersikap adil seadil-adilnya dan berpihak pada rakyat kecil. Bu Halimah (Halimatus Sakdiyah) nyata – nyata pemilik lahan yang sebenarnya sekarang dikuasai YKP. Bu Halimah tidak pernah menjual lahannya dan tidak pernah menerima uang jual beli dengan YKP. Tolong majelis hakim segera kembalikan tanah itu dari YKP kepada bu Halimah!”, tandas orasi Romi, pengurus DPW LiRA.

Unjuk rasa penggugat bersama LiRA ini sebagai bentuk tekanan serius Jelang putusan hakim majelis PTUN Surabaya terkait perkara sengketa lahan di Tenggilis Mejoyo No. 7 Surabaya melawan PT. YKP.

“Wahai para hakim di PTUN, kami ingatan, jangan bermain-main dengan hak tanah rakyat!, perkara ini terus kami kawal sampai penggugat berhasil merebut kembali lahan yang jelas – jelas secara hukum miliknya. Kami minta untuk bertemu dan berdialog dengan Ketua PTUN Surabaya,” tandas orasi Romi lagi.

Aksi unjuk rasa ini selanjutnya diterima dan dipersalahkan 5 orang perwakilan pendemo untuk berdialog dengan pihak PTUN Surabaya. Merek antara lain Halimatus Sakdiyah yang akrab dipanggil Halimah selaku penggugat, Marfuk selaku suami Halimah, Romi pengurus DPW LiRA, Solihin Ketua (Bupati) beserta seorang pengurus DPD LiRA Bangkalan, yang mendampingi penggugat. Sedangkan dari pihak PTUN Surabaya, Ketua PTUN Tedi Romyadi,SH.,MH. Menunjuk Mariana Ivan Junas,SHM. selaku juru bicara PTUN, Arie Susatyoningtijas,SH.,MH. selaku humas PTUN Surabaya.

Di ruang pertemuan tersebut, Halimah Penggugat, beserta Solihin dan Romi kecewa tidak bisa bertemu dialog langsung dengan Ketua PTUN Surabaya.

Namun demikian, Halimah beserta LiRA majelis hakim yang menangani perkara ini berharap penuh tidak berpihak pada penguasa dalam hal ini PT. YKP yang masih menguasai lahannya sebagai tergugat intervensi, dan pihak BPN (Badan Pertanahan Nasional) Surabaya sebagai tergugat 2, dan tergugat 3 Abdullah. Bahwasanya para pihak tergugat tidak dapat menunjukkan bukti – bukti surat kepemilikan yang sah di persidangan.

“Bahkan hakim yang memimpin sidang juga menanyakan bukti – bukti tersebut, terutama kepada tergugat intervensi dan tergugat 2 yang tidak dapat menunjukkan warkah bukti kepemilikan tergugat intervensi sebagai tergugat utama dalam hal ini YKP Surabaya,” pinta Solihin, Bupati DPD LiRA Bangkalan yang mendampinginya.

“Semua bukti – bukti surat kepemilikan saya Petok D yang masih atas nama saya sudah saya sampaikan ke majelis hakim di persidangan, saya dan keluarga saya tidak pernah menjual ke YKP, saya juga tidak pernah menerima uang jual beli lahan saya dari YKP. Maksud kedatangan saya ini saya mohon lahan tanah yang diurug YKP diputuskan dikembalikan ke saya sebagai pemilik sah tanah itu, dan memerintahkan YKP untuk menghentikan kegiatan pengurgan di lahan saya,’ pinta Halimah penggugat.

Aksi demo ini berlangsung kondusif dan mendapatkan pengamanan dari aparat keamanan jajaran Poresta Sidoarjo, dengan menerjunkan 1 pleton anggota gabungan dari Polsek Gedangan dan Polsek Sedati, serta 1 pleton Den POM Lanudal Juanda Surabaya dan sebuah anjing pelacak milik Den POM Lanudal Juanda Surabaya.

Diketahui, Halimah penggugat dan suaminya mengetahui bahwa lahannya telah merasa diserobot oleh tergugat PT. YKP, setelah pulang dari rantauannya kembali tinggal di Surabaya.

Ketika ia dan suaminya memanfaatkan lahannya tersebut dengan ditanami pepohonan Pisang, mendadak tanamannya dirusak ditebangi oleh orang yang mengaku dari pihak PT. YKP dan mengatakan lahan yersebut akan diurug untuk kepentingan PT. YKP.

Bahkan merasa tidak terima dan merasa tidak menjual lahannya ke PT. YKP, Halimah dan suaminya sempat merobohkan pagar yang mengelilingi lahannya, hingga terjadi keributan dengan pihak PT. YKP. Sejak itulah sengketa perkara itu mencuat hingga menjadi gugatan hukum.

Perkaea berlanjut di PTUN Surabaya, dengan menggelar sidang kasus sengketa lahan yang berlokasi di Tenggilis Mejoyo No. 7, Surabaya, persil 57 seluas kurang lebih 1.520 M². Sidang yang berlangsung mulai dari pemeriksaan saksi, hingga penyampaian bukti – bukti persidangan, sebentar lagi akan diputuskan oleh majelis hakim yang memimpin sidang.

Dalam persidangan lalu, PT. YKP selaku tergugat intervensi juga telah menghadirkan saksi untuk memberikan keterangan terkait sengketa lahan yang menjadi sengketa ini.

Di persidangan yang kesenian kalinya ini, kedua belah pihak saling mengklaim hak atas lahan yang terletak di kawasan strategis Surabaya, sehingga memunculkan perselisihan yang akhirnya dibawa ke ranah hukum.

Hakim yang memimpin jalannya persidangan terahir, Agus Efendi, S.H., M.H., telah memeriksa keterangan para saksi guna mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang kepemilikan lahan tersebut.

Sidang berikutnya dilanjutkan dengan pemeriksaan terhadap bukti-bukti yang diajukan kedua pihak.

Kuasa hukum penggugat beberapa waktu lalu mengatakan, bahwa hingga saat ini pihak tergugat, PT. YKP, belum bisa memberikan bukti konkret terkait surat pelimpahan dari Abdullah.

Pihak penggugat akan terus berpegang pada bukti-bukti yang diajukannya, dan optimis bahwa pengadilan akan memberikan keputusan yang adil berdasarkan fakta-fakta yang ada untuk memenangkan kliennya sebagai penggugat.

  • Penulis: Ruang redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • transformasi digital grafika

    Pelaku Grafika Nasional Bertransformasi Digital di Surabaya Printing Expo 2026

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    ruang.co.id – Pameran teknologi percetakan terbesar di kawasan Indonesia Timur, Surabaya Printing Expo (SPE) 2026, secara resmi dibuka di Grand City Convex pada Rabu (8/7/2026). Memasuki edisi ke-19, pameran ini menjadi wadah strategis bagi pelaku industri grafika untuk memamerkan inovasi mesin terkini serta mendorong kolaborasi di tengah derasnya arus transformasi digital. Pembukaan pameran ini dihadiri […]

  • Proyek 20 juta hektar hutan

    Proyek 20 Juta Hektar Hutan: Ancaman Kiamat Ekologis di Indonesia

    • calendar_month Kamis, 2 Jan 2025
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, Ruang.co.id – Rencana ambisius pembukaan 20 juta hektar hutan untuk proyek pangan dan energi kini menuai kritik tajam. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menyebut proyek ini sebagai upaya legalisasi deforestasi yang berpotensi memicu bencana ekologis berskala besar. Proyek ini tak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga mengorbankan keselamatan rakyat Indonesia. Menurut WALHI, pembukaan hutan dalam […]

  • Film Pendakian Gunung Gede diangkat dari Kisah Nyata dengan jadwal bioskop

    Info Jadwal Tayang Film Petaka Gunung Gede di Bioskop Surabaya Hari Ini, 17 Februari

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Film “Petaka Gunung Gede” mengajak penonton dalam petualangan yang mendebarkan di salah satu gunung tertinggi di Indonesia. Diangkat dari kisah nyata yang dialami Maya dan Ita pada tahun 2007, film ini mengisahkan tentang dua sahabat yang berlibur ke Gunung Gede, namun tanpa diduga terjebak dalam kejadian supranatural yang mengerikan. Dibintangi oleh Arla Ailani […]

  • Uang RSUD Ponorogo

    Jejak Dugaan Uang RSUD Harjono dan Jual Beli Mutasi Jabatan Ponorogo Mulai Terkuak di Pusaran Terdakwa Agus Pramono

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mengurai keterangan saksi penting tentang relasi jabatan, alur uang, serta proses seleksi Direktur RSUD, dihadapan majelis hakim, terdakwa, dan publik di Pengadilan Tipikor Surabaya, Selasa (28/4/2026). Agus Sugiarto, Kepala BPKAD Ponorogo, dihadirkan untuk menjelaskan awal pertemuannya dengan Yunus Mahatma (terdakwa mantan Dirut RSUD […]

  • Nasi Campur Madura Surabaya

    Nasi Campur Madura Surabaya! Kuliner Lebaran 2025 yang Bikin Pemudik Rindu Kampung Halaman

    • calendar_month Jumat, 4 Apr 2025
    • account_circle Ruang Sely
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Surabaya selalu punya cerita menarik soal kuliner, terutama saat momen Lebaran tiba. Salah satu yang paling dicari adalah nasi campur Madura, hidangan legendaris yang berhasil memikat hati para pemudik. Di antara banyak warung makan yang menawarkan menu ini, Nasi Madura BossQ57 di Jl. Embong Malang menjadi favorit utama. Tak heran, dalam sehari mereka […]

  • Terdakwa Hendi Hermwan

    Terdakwa Hendi Hermawan Direktur PT Maju Bersama Selamanya Jalani Persidangan

    • calendar_month Selasa, 23 Jul 2024
    • account_circle Ruang Arif
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Terdakwa Hendi Hermawan Direktur PT Maju Bersama Selamanya menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya dengan agenda keterangan saksi-saksi terkait dugaan penggelapan dalam kerjasama transportasi yang melibatkan Hendi Hermawan, ST, Direktur PT Maju Bersama Selamanya. Kasus ini menarik perhatian publik karena mengakibatkan kerugian besar dan janji keuntungan yang menggiurkan. Berawal pada bulan […]

expand_less