Breaking News
light_mode
Sabtu, 29 Agustus 2026
Beranda » Lifestyle » Arsip Sunyi dan Problematika di Balik Pasar Buduran 1926

Arsip Sunyi dan Problematika di Balik Pasar Buduran 1926

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sidoarjo, Ruang.co.id – Dr. Sudi membahas sejarah Pasar Buduran 1926, mencakup awal berdiri, dinamika ekonomi rakyat, dan peran sosial pasar, kepada warga dan pegiat budaya di area pasar Buduran, dengan hasil diskusi menyisakan pertanyaan arsip penting.

Riuh suara pedagang dan pembeli mengisi lorong-lorong Pasar Buduran, di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, sejak pagi. Aktivitas berlangsung teratur. Warga datang silih berganti. Transaksi berjalan cepat. Di ruang yang sama, sejarah lama terus hidup tanpa banyak diketahui.

Pasar ini tercatat dalam ingatan kolektif sebagai pusat ekonomi sejak masa kolonial. Tahun 1926 disebut sebagai awal operasionalnya. Informasi ini berulang kali muncul dalam berbagai forum budaya lokal. Namun, sebagian besar masih bersandar pada tradisi lisan.

Diskusi bertajuk “Mengenal Buduran Market 1926” mencoba memperkuat narasi itu, pada Minggu (03/05/2026). Acara digelar sederhana. Warga duduk melingkar. Obrolan mengalir santai. Sejumlah pegiat sejarah hadir. Mereka membawa harapan menemukan kepastian data.

Dr. Sudi, Ketua Komunitas Sidoarjo Masa Kuno, membuka pemaparan. Ia menjelaskan kondisi sosial ekonomi masyarakat pada dekade 1920-an. Ia menegaskan pasar menjadi ruang bertahan hidup masyarakat lokal di tengah tekanan kolonial.

“Pasar ini menjadi titik penting pergerakan ekonomi rakyat sejak 1926,” ujar Dr. Sudi. Penjelasan itu memberi gambaran umum. Namun, diskusi berubah arah ketika muncul pertanyaan tentang struktur pemerintahan desa saat itu. Identitas kepala desa menjadi fokus.

Pertanyaan ini menyasar aspek administratif yang jarang dibahas. Jawaban yang muncul singkat. Tidak berkembang. “Saya bukan orang Pemda,” kata Dr. Sudi.

Pernyataan tersebut menghentikan alur diskusi. Tidak ada data lanjutan. Tidak ada rujukan arsip. Forum menjadi hening sejenak. Peserta tampak menunggu penjelasan tambahan yang tidak datang.

Baca Juga  Solusi Mulyadi-Ardika: Perizinan Terintegrasi untuk Kelola Pendatang di Tabanan

Kondisi ini memperlihatkan celah dalam penelusuran sejarah lokal. Narasi besar tentang pasar tetap berdiri. Namun detail penting belum tergali. Padahal, struktur pemerintahan desa memiliki peran strategis dalam pembentukan ruang ekonomi.

Dalam konteks sejarah Indonesia, arsip administratif menjadi sumber utama. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan menegaskan pentingnya dokumen sebagai bukti autentik penyelenggaraan pemerintahan. Arsip desa termasuk kategori vital.

Catatan kepala desa, keputusan lahan, hingga izin operasional pasar seharusnya tersimpan dalam dokumen resmi. Arsip tersebut menjadi penghubung antara cerita dan fakta. Tanpa itu, sejarah berisiko menjadi narasi yang tidak utuh.

Selain itu, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 2016 tentang Administrasi Pemerintahan Desa mengatur kewajiban pencatatan kegiatan pemerintahan. Meski regulasi ini hadir jauh setelah 1926, prinsip pencatatan sudah dikenal sejak masa kolonial melalui sistem administrasi Hindia Belanda.

Data kolonial umumnya tersimpan dalam arsip nasional atau regional. Namun aksesnya terbatas. Dibutuhkan penelitian khusus. Hal ini menjelaskan mengapa banyak sejarah lokal belum lengkap.

Diskusi di Pasar Buduran menjadi contoh nyata. Antusiasme masyarakat tinggi. Keinginan memahami sejarah juga kuat. Namun ketersediaan data belum memadai. Kesenjangan ini perlu dijembatani melalui riset mendalam.

Sejumlah peserta berharap ada kolaborasi dengan lembaga arsip. Penelusuran dokumen lama dianggap penting. Upaya ini bisa memperkuat identitas sejarah daerah.

Pasar Buduran tetap berjalan seperti biasa. Pedagang terus membuka lapak. Pembeli datang silih berganti. Aktivitas ekonomi tidak berhenti. Di balik itu, sejarahnya masih menunggu dilengkapi.

Momentum diskusi ini meninggalkan catatan penting. Bahwa pelestarian sejarah tidak cukup dengan cerita. Diperlukan data. Diperlukan arsip. Diperlukan ketelitian.

Pasar Buduran bukan hanya tempat jual beli. Pasar ini adalah ruang ingatan. Di tempat itu menyimpan jejak kehidupan. Dan hingga kini, sebagian jejak itu masih tersembunyi.

Baca Juga  Solusi Mulyadi-Ardika: Perizinan Terintegrasi untuk Kelola Pendatang di Tabanan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cap Kapal Checkmate Fide Rated International Chess Tournament 2025

    8 Negara Ikuti Cap Kapal Checkmate Fide Rated International Chess Tournament 2025

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Surabaya menjadi pusat perhatian dunia catur internasional dengan Kembali digelarnya Cap Kapal Checkmate Fide Rated International Chess Tournament 2025. Kamis, (19/12/2025). Fakta bahwa 8 negara ikuti turnamen bergengsi ini menegaskan skalanya yang benar-benar global. Gelaran yang berlangsung dari tanggal 19 hingga 23 Desember 2025 ini bukan hanya sekadar event lokal, tetapi sebuah kompetisi […]

  • Pria Pendiam lebih jadi pendengar dan pemaham yang baik

    Pria Pendiam Membosankan? Justru Bisa Jadi Mereka Punya Sifat yang Sangat Kamu Butuhkan, Yuk Simak!

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Pria pendiam sering kali bikin banyak orang penasaran. Mereka nggak banyak bicara, tapi kehadirannya selalu terasa. Di balik sikapnya yang terlihat introvert, pria pendiam menyimpan banyak kelebihan yang sering kali luput dari perhatian. Salah satunya adalah kemampuan mereka menjadi pendengar yang baik dan pemaham yang luar biasa. Meski sering dipandang sebelah mata […]

  • Timnas Putri Indonesia

    Timnas Putri Indonesia Naik ke Peringkat 94 FIFA: Prestasi Gemilang Garuda Pertiwi di Sepak Bola Wanita

    • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
    • account_circle Ruang Wawan
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Timnas Putri Indonesia berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan naik tiga peringkat di ranking FIFA terbaru, Kamis (6/3/2025). Garuda Pertiwi kini menempati posisi ke-94 dunia, sebuah pencapaian yang membanggakan bagi sepak bola wanita IndonesiaKemenangan Tipis atas Arab Saudi Jadi Kunci Kenaikan Peringkat Peningkatan ini diraih berkat kemenangan 1-0 melawan Arab Saudi pada Februari 2025 […]

  • Wisata Pulau Seram

    Pelatihan Digital Desa Wisata di Negeri Amahai Tingkatkan Promosi Wisata Pulau Seram

    • calendar_month Jumat, 22 Nov 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Negeri Amahai, Ruang.co.id – Potensi wisata Pulau Seram terus didorong melalui pelatihan Desa Wisata Berbasis Digital. Acara ini berlangsung di gedung perpustakaan Mae Lau Eko, Kota Masohi, dan diinisiasi oleh Kementerian Desa (Kemendes) bekerja sama dengan Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (Relawan TIK). Jumat, (22/24). Puluhan pemuda-pemudi Negeri Amahai hadir dengan semangat untuk meningkatkan kemampuan […]

  • Kejuaraan Bulutangkis Antar Media 2024 Zona Timur di Surabaya

    134 Peserta Meriahkan Kejuaraan Bulutangkis Antar Media 2024 Zona Timur di Surabaya

    • calendar_month Rabu, 4 Des 2024
    • account_circle Ruang Wawan
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Kejuaraan Bulutangkis Antar Media (KBAM) 2024 Zona Timur berlangsung meriah dengan 134 peserta dari berbagai media ambil bagian. Event yang digelar di GOR Marvell, Surabaya, mulai Selasa (3/12/2024) hingga Kamis (5/12/2024) ini menghadirkan persaingan sengit untuk memperebutkan total hadiah Rp 45 juta, termasuk hadiah utama Rp 7,5 juta bagi juara di setiap […]

  • Mulyadi Raih Dukungan Warga Antap, Janji Perbaiki Akses Pupuk dan Pendidikan

    Mulyadi Raih Dukungan Warga Antap, Janji Perbaiki Akses Pupuk dan Pendidikan

    • calendar_month Rabu, 20 Nov 2024
    • account_circle Ruang Hadilies
    • 0Komentar

    BALI, Ruang.co.id– Calon Bupati Tabanan, I Nyoman Mulyadi (pasangan I Nyoman Ardika), melakukan simakrama di Banjar Kutuhpaang, Desa Antap, Selasa (18/11). Ratusan warga menyambut hangat acara tersebut. Mulyadi mencuri perhatian dengan memilih duduk bersama warga, menciptakan suasana akrab dan menunjukkan kedekatannya dengan masyarakat. “Beliau pemimpin yang merakyat,” ujar seorang warga. Simakrama yang awalnya pemaparan program, […]

expand_less