Breaking News
light_mode
Sabtu, 17 Oktober 2026
Beranda » Lifestyle » Arsip Sunyi dan Problematika di Balik Pasar Buduran 1926

Arsip Sunyi dan Problematika di Balik Pasar Buduran 1926

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sidoarjo, Ruang.co.id – Dr. Sudi membahas sejarah Pasar Buduran 1926, mencakup awal berdiri, dinamika ekonomi rakyat, dan peran sosial pasar, kepada warga dan pegiat budaya di area pasar Buduran, dengan hasil diskusi menyisakan pertanyaan arsip penting.

Riuh suara pedagang dan pembeli mengisi lorong-lorong Pasar Buduran, di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, sejak pagi. Aktivitas berlangsung teratur. Warga datang silih berganti. Transaksi berjalan cepat. Di ruang yang sama, sejarah lama terus hidup tanpa banyak diketahui.

Pasar ini tercatat dalam ingatan kolektif sebagai pusat ekonomi sejak masa kolonial. Tahun 1926 disebut sebagai awal operasionalnya. Informasi ini berulang kali muncul dalam berbagai forum budaya lokal. Namun, sebagian besar masih bersandar pada tradisi lisan.

Diskusi bertajuk “Mengenal Buduran Market 1926” mencoba memperkuat narasi itu, pada Minggu (03/05/2026). Acara digelar sederhana. Warga duduk melingkar. Obrolan mengalir santai. Sejumlah pegiat sejarah hadir. Mereka membawa harapan menemukan kepastian data.

Dr. Sudi, Ketua Komunitas Sidoarjo Masa Kuno, membuka pemaparan. Ia menjelaskan kondisi sosial ekonomi masyarakat pada dekade 1920-an. Ia menegaskan pasar menjadi ruang bertahan hidup masyarakat lokal di tengah tekanan kolonial.

“Pasar ini menjadi titik penting pergerakan ekonomi rakyat sejak 1926,” ujar Dr. Sudi. Penjelasan itu memberi gambaran umum. Namun, diskusi berubah arah ketika muncul pertanyaan tentang struktur pemerintahan desa saat itu. Identitas kepala desa menjadi fokus.

Pertanyaan ini menyasar aspek administratif yang jarang dibahas. Jawaban yang muncul singkat. Tidak berkembang. “Saya bukan orang Pemda,” kata Dr. Sudi.

Pernyataan tersebut menghentikan alur diskusi. Tidak ada data lanjutan. Tidak ada rujukan arsip. Forum menjadi hening sejenak. Peserta tampak menunggu penjelasan tambahan yang tidak datang.

Baca Juga  Review Film Legends of the Condor Heroes: The Gallants, Epik Peperangan Seni Bela Diri Lawan Invasi Mongol

Kondisi ini memperlihatkan celah dalam penelusuran sejarah lokal. Narasi besar tentang pasar tetap berdiri. Namun detail penting belum tergali. Padahal, struktur pemerintahan desa memiliki peran strategis dalam pembentukan ruang ekonomi.

Dalam konteks sejarah Indonesia, arsip administratif menjadi sumber utama. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan menegaskan pentingnya dokumen sebagai bukti autentik penyelenggaraan pemerintahan. Arsip desa termasuk kategori vital.

Catatan kepala desa, keputusan lahan, hingga izin operasional pasar seharusnya tersimpan dalam dokumen resmi. Arsip tersebut menjadi penghubung antara cerita dan fakta. Tanpa itu, sejarah berisiko menjadi narasi yang tidak utuh.

Selain itu, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 2016 tentang Administrasi Pemerintahan Desa mengatur kewajiban pencatatan kegiatan pemerintahan. Meski regulasi ini hadir jauh setelah 1926, prinsip pencatatan sudah dikenal sejak masa kolonial melalui sistem administrasi Hindia Belanda.

Data kolonial umumnya tersimpan dalam arsip nasional atau regional. Namun aksesnya terbatas. Dibutuhkan penelitian khusus. Hal ini menjelaskan mengapa banyak sejarah lokal belum lengkap.

Diskusi di Pasar Buduran menjadi contoh nyata. Antusiasme masyarakat tinggi. Keinginan memahami sejarah juga kuat. Namun ketersediaan data belum memadai. Kesenjangan ini perlu dijembatani melalui riset mendalam.

Sejumlah peserta berharap ada kolaborasi dengan lembaga arsip. Penelusuran dokumen lama dianggap penting. Upaya ini bisa memperkuat identitas sejarah daerah.

Pasar Buduran tetap berjalan seperti biasa. Pedagang terus membuka lapak. Pembeli datang silih berganti. Aktivitas ekonomi tidak berhenti. Di balik itu, sejarahnya masih menunggu dilengkapi.

Momentum diskusi ini meninggalkan catatan penting. Bahwa pelestarian sejarah tidak cukup dengan cerita. Diperlukan data. Diperlukan arsip. Diperlukan ketelitian.

Pasar Buduran bukan hanya tempat jual beli. Pasar ini adalah ruang ingatan. Di tempat itu menyimpan jejak kehidupan. Dan hingga kini, sebagian jejak itu masih tersembunyi.

Baca Juga  Khasiat Buah Naga, Salah Satunya Mencegah Rambut Rontok

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • De Red FC vs RANS Nusantara FC berakhir 3-3 di Stadion Gelora 10 November

    De Red FC Gagal Pertahankan Keunggulan 3-0, RANS Nusantara FC Comeback 3-3

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Ruang Wawan
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – De Red FC vs RANS Nusantara FC berakhir dengan skor dramatis 3-3 pada pekan kedua Grup Timur Pegadaian Championship 2026/2027. Bermain di Stadion Gelora 10 November Surabaya, Sabtu (19/9/2026), De Red FC sempat unggul tiga gol sebelum RANS Nusantara FC bangkit dan mencetak tiga gol balasan. Fellipe Cabral Veloso Dos Santos menjadi aktor penting […]

  • sertifikat prestasi SNBP

    Ketentuan Sertifikat yang Bisa Dilampirkan dalam Seleksi SNBP 2025, Piagam Lomba Antar Sekolah Tidak Termasuk!

    • calendar_month Jumat, 31 Jan 2025
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025 menjadi salah satu jalur utama yang harus dipertimbangkan oleh siswa SMA yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri. Jalur seleksi ini menilai tidak hanya prestasi akademik, tetapi juga prestasi non-akademik yang telah dicapai selama masa pendidikan. Untuk itu, penting sekali mengetahui sertifikat prestasi mana yang bisa […]

  • Surabaya Bersholawat bersama Habib Syech

    Surabaya Bersholawat bersama Habib Syech

    • calendar_month Minggu, 23 Jun 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Surabaya Bersholawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, di halaman Gelora Bung Tomo (GBT) Kota Surabaya, Sabtu (22/6/2024) malam. Surabaya Bersholawat kali ini merupakan pengajian akbar yang digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Direktur Utama PT. Metatu Nusantara Jaya (PT. MNJ), H. Abdul Rohim. Acara ini juga dihadiri oleh para Habib […]

  • Parkir RSUD Notopuro

    Makin Mengeras Viral Tarif Parkir RSUD Notopuro Dikeluhkan Publik Sidoarjo, Ini Penjelasanya

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Keluarga pasien RSUD RT Notopuro, Dirga Anabil, warga Sidoarjo, mengeluhkan tarif retribusi parkir progresif di area rumah sakit, mencakup motor, mobil, dan kendaraan besar, bagi pengunjung layanan kesehatan, yang berlangsung penerapan sejak 2025, berujung sorotan hingga April 2026. Dirga, satu dari sejumlah keluarga pasien RSUD Notopuro, sedikitnya 10 orang yang mengirim pesan […]

  • jemaah haji bojonegoro

    Alhamdulillah, Kloter Pertama Debarkasi Surabaya Tiba di Asrama Haji Sukolilo

    • calendar_month Minggu, 23 Jun 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Kelompok terbang (kloter) pertama Debarkasi Surabaya mendarat di Bandar Udara Internasional Juanda pada Sabtu (22/6) malam pukul 20.15 WIB atau lebih cepat 50 menit dari jadwal aslinya. Dilanjutkan dengan naik bus Damri, para jemaah haji asal Kabupaten Bojonegoro ini tiba di Asrama Haji Surabaya pada pukul 21. 40 WIB. Para jemaah ini berangkat […]

  • jadwal seleksi PPPK Tahap 2

    Jadwal Seleksi PPPK Tahap 2: Panduan Lengkap, Tahapan dan Tips Lolos

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Apakah Anda sudah siap mengikuti seleksi PPPK 2024 tahap 2? Bagi banyak calon peserta, ini adalah kesempatan emas untuk menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang stabil. Namun, agar lolos dalam seleksi yang kompetitif ini, Anda perlu mengetahui jadwal seleksi PPPK secara rinci dan mempersiapkan diri dengan matang. Berikut adalah panduan lengkap […]

expand_less