Breaking News
light_mode
Minggu, 13 September 2026
Beranda » Lifestyle » Atasan Suka Terlalu Mengontrol? Kenali Istilah Micromanaging dalam Dunia Kerja

Atasan Suka Terlalu Mengontrol? Kenali Istilah Micromanaging dalam Dunia Kerja

  • account_circle Ruang Ilham
  • calendar_month Kamis, 28 Nov 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Surabaya, Ruang.co.id – Seringkali kita mendengar istilah micromanaging, namun tidak semua orang memahami dengan jelas apa artinya. Bayangkan seorang atasan yang selalu ingin tahu setiap detail pekerjaan Anda, dari cara Anda mengatur meja kerja hingga waktu yang Anda habiskan untuk setiap tugas.

Micromanaging adalah gaya kepemimpinan di mana seorang atasan terlalu banyak ikut campur dalam detail pekerjaan bawahannya. Ini berarti mereka cenderung mengontrol setiap langkah yang diambil oleh karyawan, dari cara mereka menyelesaikan tugas hingga waktu yang mereka gunakan untuk menyelesaikannya.

Apakah ini terdengar familiar?

Yuk, kenali ciri-ciri micromanaging yang sering terjadi dalam dunia kerja

Seorang atasan yang melakukan micromanaging cenderung memberikan petunjuk yang sangat spesifik dan rinci untuk setiap tugas. Mereka seolah-olah ingin mengontrol setiap langkah yang dilakukan bawahannya, mulai dari pemilihan metode kerja hingga urutan penyelesaian tugas.

Akibatnya, karyawan merasa terkekang dan kreativitas mereka terhambat. Mereka kesulitan untuk berpikir mandiri dan menemukan solusi inovatif karena selalu terpaku pada instruksi yang diberikan.

Ciri khas lainnya dari micromanaging adalah kecenderungan atasan untuk terus-menerus memeriksa pekerjaan bawahannya. Bahkan untuk tugas-tugas kecil sekalipun, atasan akan merasa perlu untuk mengecek ulang hasil kerja.

Hal ini menunjukkan kurangnya kepercayaan atasan terhadap kemampuan bawahannya. Selain itu, pengawasan yang terlalu ketat juga dapat membuat karyawan merasa tidak nyaman dan khawatir akan melakukan kesalahan.

Micromanaging dalam dunia Kerja

Ilustrasi (pexels)

Salah satu akar masalah dari micromanaging adalah kurangnya kepercayaan atasan terhadap kemampuan bawahannya.

Atasan yang melakukan micromanaging seringkali berasumsi bahwa bawahannya tidak mampu menyelesaikan tugas dengan baik tanpa pengawasan ketat. Padahal, setiap karyawan memiliki potensi dan kemampuan yang berbeda-beda.

Kurangnya kepercayaan ini dapat berdampak negatif pada motivasi dan produktivitas karyawan.

Baca Juga  Pemakaian Body Serum Dicampur dengan Body Lotion, Apakah Efektif?

Dalam dunia kerja, atasan yang melakukan micromanaging enggan untuk mendelegasikan tugas kepada bawahannya. Mereka lebih memilih untuk mengerjakan semua tugas sendiri atau memberikan instruksi yang sangat detail sehingga seolah-olah mereka yang mengerjakan tugas tersebut.

Padahal, delegasi merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam manajemen. Dengan mendelegasikan tugas, atasan dapat memfokuskan diri pada tugas-tugas yang lebih strategis dan memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan kemampuannya.

 

  • Penulis: Ruang Ilham

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peluncuran Bus Trans Jatim Koridor I

    Bus Gajayana Meluncur, Layanan Trans Jatim Bukit Raya Membuka Gerbang Mobilitas

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Ruang Gentur
    • 0Komentar

    Malang, Ruang.co.id – Bus Trans Jatim Koridor I Malang Raya, resmi diluncurkan, kamis (20/11). Peluncuran layanan transportasi publik baru itu langsung dilakukan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di depan Balai kota Malang. Dalam peluncuran tersebut Gubernur didampingi Kadishub Jatim, Nyono beserta jajarannya serta walikota Malang, Bupati Malang dan Walikota Batu. Bus Trans Jatim yang […]

  • Lia Istifhama DPD RI tentang ekonomi kreatif

    Lia Istifhama DPD RI Beberkan Strategi Gen Z Kuasai Ekonomi Kreatif di Era Digital

    • calendar_month Minggu, 25 Mei 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Anggota Dewan Perwakilan Daerah RI, Lia Istifhama, menjadi sorotan dalam seminar bertajuk “Mendorong Produktivitas Gen Z melalui Profesi Konten Kreator” di Surabaya. Dengan penuh semangat, ia memaparkan visi besarnya tentang bagaimana Generasi Z bisa menjadi penggerak utama ekonomi kreatif di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. “Ini adalah era di mana kreativitas bisa menjadi […]

  • sidang tatib muktamar NU ke-35

    Sidang Tatib Muktamar NU ke-35 Digelar Tertutup, Peserta Soroti Dugaan Pengkondisian AHWA

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle Ruang Gentur
    • 0Komentar

    Jombang, Ruang.co.id – Sidang Tata Tertib Komisi Organisasi Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jumat (28/8/2026), berlangsung tertutup. Sejumlah pengurus NU daerah mempertanyakan minimnya keterbukaan dalam sidang yang menentukan mekanisme penting organisasi tersebut. Pantauan di lokasi, sidang Tatib tidak dilengkapi monitor streaming maupun pengeras suara untuk warga Nahdliyin di luar […]

  • pertumbuhan kredit 2025

    Proyeksi Pertumbuhan Kredit 2025 OJK Optimis Meski Bank Pasang Target Moderat

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan 2025 akan melanjutkan tren positif, meskipun banyak bank menetapkan target pertumbuhan moderat. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyatakan bahwa industri perbankan memiliki fondasi yang kuat untuk menghadapi tantangan dan peluang di tahun mendatang. “Dengan rasio permodalan yang tinggi, perbankan Indonesia memiliki cushion […]

  • Dakwaan Korupsi Dana Desa

    Setelah Vonis Kades dan Ketua BPD, JPU Kejari Sidoarjo Bacakan Dakwaan 5 Terdakwa Korupsi Dana Desa Entalsewu Lainnya

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Wido dan Betty Retnosari, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo, bergantian membacakan dakwaan terhadap Akriyanto Prastyo, Abdul Rahman Wahid, dan tiga terdakwa lain, terkait korupsi dana kompensasi perusahaan kepada warga Desa Entalsewu, Kecamatan Buduran, di Pengadilan Tipikor PN kelas I Surabaya (29/4/2026). Sidang dakwaan yang berlangsung di ruang sidang Cakra, […]

  • Rumah Kompos Rungkut

    Rumah Kompos Rungkut Kidul, Inovasi Surabaya Hijau Menuju Kota Tahan Iklim Terbebas Sampah

    • calendar_month Minggu, 25 Mei 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Di tengah krisis lingkungan yang kian mendesak, Surabaya menyalakan harapan baru dari sudut RW 09 Rungkut Kidul. Sebuah rumah kompos berdiri bukan hanya sebagai tempat daur ulang sampah, tetapi sebagai ikon kebangkitan semangat gotong royong dan inovasi masyarakat dalam menghadapi darurat sampah. Minggu, (25/5/2025). Langkah ini merupakan bagian dari inisiatif Pemerintah Kota (Pemkot) […]

expand_less