Film Siti Si Vampir, Ketika Satir Sosial Lebih Menakutkan dari Taring
- account_circle Ruang Ilham
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Teks Alt (Gambar Utama Ilustrasi): Adegan komedi Satine Zaneta dan Ciccio Manassero sebagai vampir kontras dalam film horor satir sosial Siti Si Vampir. (Foto: @IG_cinema.21)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Produser Celerina Judisari mengungkapkan, ide soal vampir ini sebenarnya sudah lama mengendap. Namun, konsepnya sengaja dibelokkan jauh dari horor pada umumnya. “Siti Si Vampir menghadirkan pendekatan yang berbeda, sebuah drama komedi dengan lapisan drama keluarga dan satir sosial,” katanya. Artinya, di balik gelak tawa, ada cerita keluarga yang bisa bikin kita ikut merenung sejenak.
Kenapa Film Ini Layak Jadi Tontonan di Bioskop Oktober Nanti
Bosan dengan film horor yang hanya mengejar jumpscare? Mungkin ini saatnya melirik Siti Si Vampir. Film yang diproduksi oleh Bahagia Tanpa Drama bersama sejumlah rumah produksi ini menawarkan sesuatu yang lebih substansial dari sekadar teriakan. Ia mengajak kita untuk menertawakan absurdnya batas-batas kelas sosial yang kerap kita jumpai sehari-hari.
Selain Satine dan Ciccio, film ini juga diperkuat oleh Ajil Ditto dan Shania Gracia, yang diharapkan bisa menambah warna dalam ansambel drama komedi ini. Rencananya, Siti Si Vampir akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 22 Oktober 2026. Satu catatan penting, jangan datang dengan ekspektasi horor yang mencekam. Datanglah dengan hati yang siap untuk dibuat tertawa sekaligus tersenyum sinis melihat realita sosial yang dikemas dengan begitu menghibur. Kisah Siti mengingatkan kita, mungkin beradaptasi menjadi “vampir” di lingkungan baru itu memang merepotkan, tapi kalau bisa sambil ketawa, kenapa tidak?
- Penulis: Ruang Ilham
