Breaking News
light_mode
Sabtu, 12 September 2026
Beranda » Pendidikan » Heboh! Pemilihan Dekan FH UWKS Surabaya Diterpa Indikasi Curang

Heboh! Pemilihan Dekan FH UWKS Surabaya Diterpa Indikasi Curang

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id — Proses pemilihan Dekan Fakultas Hukum Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) yang semestinya menjadi panggung integritas akademik, kini justru menjadi sorotan tajam publik kampus.

Keputusan akhir yang menetapkan Dr. Edi Krisharyanto, S.H., M.H., sebagai dekan periode 2025–2029, memunculkan polemik internal, lantaran diduga kuat tidak mencerminkan hasil suara senat fakultas yang sah.

Dalam dokumen pengumuman resmi bertanggal 15 Juli 2025, nama Edi Krisharyanto muncul sebagai dekan terpilih, mengalahkan dua kandidat lain, Dr. Titik Suharti dan Dr. Ria Tri Vinata.

Namun, sejumlah dosen dan anggota senat menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap proses tersebut, yang dinilai cacat demokrasi dan sarat konflik kepentingan.

“Ini bukan hanya soal siapa yang terpilih, tapi soal bagaimana prosesnya dijalankan. Kami melihat adanya ketidaksesuaian hasil dengan mekanisme yang seharusnya berlaku di lingkungan akademik yang menjunjung tinggi transparansi,” ujar seorang anggota senat Fakultas Hukum UWKS yang enggan disebut namanya.

Kekecewaan ini mencuat karena hasil penilaian senat, yang seharusnya menjadi dasar utama pengambilan keputusan, tidak dijadikan pertimbangan utama.

Proses pengambilan keputusan dinilai tertutup dan diduga kuat melibatkan intervensi pihak luar senat.

Bila lembaga kampus telah ternodai, Rocky Gerung pernah berkata: “Kampus adalah buku terbuka yang harus dipertanyakan isinya oleh setiap civitas akademika”.

Sayangnya, filosofi ini seakan dikaburkan oleh praktik-praktik nepotisme yang kini mencoreng institusi yang seharusnya menjadi benteng moral.

Seorang dosen muda Fakultas Hukum UWKS, menilai, fenomena ini bisa menjadi titik balik yang suram bagi dunia akademik.

“Kita kehilangan harapan kalau kampus mulai mengabaikan suara senat, dan membiarkan proses pemilihan berjalan atas dasar pesanan. Ini bukan hanya mencoreng kampus, tapi mencederai kepercayaan generasi muda terhadap keadilan akademik,” tegasnya.

Baca Juga  Keajaiban Alam Beku Benua Antartika yang Harus Kamu Tahu

Pengurus BEM FH UWKS, juga menyoroti ketidaktransparanan panitia pemilihan dekan ini.

“Kami mahasiswa hanya ingin keadilan dan keterbukaan. Jika panitia pemilihan saja tidak memegang prinsip etika, bagaimana bisa mereka membentuk generasi hukum yang berintegritas?” katanya lantang dalam forum diskusi kampus.

Kecurangan Mengajarkan Budaya Koruptif

Para pengamat akademik menekankan, pentingnya audit independen yang transparan, terhadap proses pemilihan tersebut.

Tidak hanya untuk menjaga stabilitas internal kampus, tetapi juga untuk menyelamatkan marwah lembaga pendidikan dari krisis kepercayaan dan degradasi moral.

Kampus, dalam idealismenya, harus menjadi ruang suci intelektual yang bersih dari transaksi politik kekuasaan ataupun transaksi pundi – pundi rupiah kata mereka yang dikecewakan.

Proses pemilihan pimpinan bukanlah ajang rebutan jabatan, melainkan amanah moral untuk memajukan peradaban hukum dan pendidikan.

Jika terpaan isu ini terus dibiarkan tanpa penyelesaian objektif, maka bukan tidak mungkin UWKS akan kehilangan kepercayaan publik, terutama dari calon mahasiswa dan akademisi yang menaruh harapan besar pada nilai-nilai luhur pendidikan.

Namun bilamana indikasi kecurangan itu nantinya terbukti benar adanya, tentunya dapat mencoreng moreng dunia pendidikan tinggi secara umum.

Terjadinya degradasi maupun kerusakan Moral Akademik dan Kemunduran Mutu Institusi kampus, apalagi lembaga yang menelorkan praktisi dan ahli penegak hukum.

Prof. Dr. Darmaningtyas dalam bukunya “Pendidikan: Antara Pasar dan Negara” (2004), menyatakan, “Ketika jabatan akademik diperoleh bukan karena meritokrasi tetapi karena rekayasa kekuasaan, maka kampus kehilangan fungsi sebagai benteng moral dan pencetak peradaban”.

Maka dampak yang ditimbulkannya, terjadi degradasi standar akademik; Semangat kejujuran ilmiah runtuh; Iklim belajar mengajar menjadi pragmatis dan penuh kepentingan.

Perguruan tinggi merupakan tempat pertama bagi calon pemimpin bangsa belajar demokrasi. Jika proses pemilihan di kampus curang, maka dengan sadar maupun tidak, bahwa dirinya sedang melatih sekaligus mengajarkan korupsi sejak dini.

Baca Juga  Inovasi Pertanian, Unisda Lamongan Panen Melon Varietas Golden Kinasih

Ibarat sebuah penyakit, mahasiswanya akan tertular menyerap budaya manipulatif sebagai norma. Selain hilangnya role model yang sehat di dunia pendidikan tinggi.

  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Film Norma: Antara Mertua dan Menantu

    Film Kisah Nyata”Norma: Antara Mertua dan Menantu” Kini Diangkat ke Layar Lebar

    • calendar_month Sabtu, 30 Nov 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Masih ingat kisah pilu Norma Risma yang sempat viral beberapa waktu lalu akibat perselingkuhan suaminya dengan ibu kandungnya sendiri? Kisah ini siap memukau penonton lewat layar lebar. Film berjudul “Norma: Antara Mertua dan Menantu” ini diproduksi oleh Dee Company dan telah berhasil menarik perhatian publik sejak pengumuman resminya. Kisah Nyata yang Mengguncang […]

  • Erling Haaland merayakan gol saat Manchester City menang atas Burnley di Turf Moor. (Photo : Mancity Official)

    Man City vs Burnley 2026: Gol Haaland Antar City ke Puncak, Burnley Resmi Degradasi

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Ruang Wawan
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Manchester City kembali menunjukkan mental juara saat menghadapi Burnley. Dalam laga Man City vs Burnley 2026, The Citizens sukses meraih kemenangan penting 1-0 di Turf Moor, Kamis (23/4/2026) dini hari WIB. Saya melihat pertandingan ini bukan sekadar tiga poin biasa. Kemenangan ini langsung mengangkat City ke puncak klasemen sekaligus memastikan Burnley resmi terdegradasi […]

  • Pemain Surabaya Samator di Proliga 2025. (@surabayasamator)

    Kemenangan Telak Surabaya Samator Atas Palembang Bank Sumselbabel di Proliga 2025

    • calendar_month Sabtu, 22 Feb 2025
    • account_circle Ruang Wawan
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Match 56 dalam seri kedua Proliga 2025 menjadi panggung bagi Surabaya Samator (SBS) untuk menunjukkan dominasinya atas tuan rumah Palembang Bank Sumselbabel (PBS). Bertanding di GOR PSCC Palembang, SBS sukses membungkam PBS dengan kemenangan telak 3-0 (25-23, 25-23, 25-20). Laga yang berlangsung selama 104 menit ini disaksikan oleh 2.000 penonton fanatik, menciptakan atmosfer […]

  • Kritik JKSN terhadap Trans7

    Benteng Moral Pesantren Terluka oleh Trans7, Ini Sikap Tegas JKSN

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Jaringan Kyai Santri Nasional atau JKSN melayangkan kritik tegas terhadap salah satu tayangan di Media Trans7 yang dinilai telah menyudutkan pesantren. Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, MA, selaku Ketua Umum JKSN, secara resmi menyampaikan kecaman keras ini selama kunjungan kerjanya ke Pesantren Amanatul Ummah Humbangraya di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Menurutnya, tayangan tersebut […]

  • Kepalas sekolah SPMB Sidoarjo

    Catatan Tentang Karut-Marut SPMB Sidoarjo: Ketika Kepala Sekolah Sendiri yang Membenarkannya

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Oleh : Sudrab (Badrus) Zaman Aktivis 98 dan Pengamat Pendidikan Ruang.co.id – Ada satu kalimat yang bagi saya, jauh lebih berharga, daripada seluruh data yang selama ini saya kumpulkan sendiri, dari celah-celah sistem SPMB Sidoarjo. Kalimat itu keluar bukan dari investigasi, bukan dari permohonan data ke Ombudsman, bukan pula dari analisis regulasi yang saya susun […]

  • Karantina Jawa Timur

    Kesiapsiagaan Karantina Jawa Timur Hadapi Lonjakan Arus Pangan Nataru

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Momen pergantian tahun, Karantina Jatim (Jawa Timur) mengerahkan kesiapsiagaan penuh guna mengamankan arus barang MOmen Nataru yang diprediksi melonjak. Tim gabungan dari Karantina Hewan, Ikan, Tumbuhan, dan Penegakan Hukum secara khusus melakukan pemantauan langsung di Satuan Pelaksana Pelabuhan (Satpel) Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Langkah proaktif ini bertujuan memastikan layanan karantina 24 jam berjalan […]

expand_less