Breaking News
light_mode
Sabtu, 12 September 2026
Beranda » Terkini » Pencegahan Stunting di Surabaya: Inovasi “Kampung ASI” Libatkan 183 Dokter Spesialis Anak Gempur Dari Hulu

Pencegahan Stunting di Surabaya: Inovasi “Kampung ASI” Libatkan 183 Dokter Spesialis Anak Gempur Dari Hulu

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Minggu, 6 Jul 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id  –  Ketika berat badan anak tak kunjung naik, Surabaya bergerak cepat untuk mengatasinya. Tak menunggu stunting datang, kota ini memilih menghadang dari hulu, sebelum menuju hilir semuanya terlambat.

Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan Tim Penggerak PKK Kota Surabaya kembali menggelar Gebyar Lomba BWSE (Bersama Wujudkan Surabaya Emas) Jilid IV.

Gebyar ini bukan sekadar lomba. Ini merupakan alarm dini, sebuah gebrakan kolaboratif yang menyasar baduta (bayi berusia dibawah dua tahun) berisiko, bayi yang mengalami stagnasi berat badan T2 atau dua kali berturut-turut.

“Kalau berat badan anak tidak naik dua kali, itu lampu kuning. Kita harus bertindak sebelum jadi merah. BWSE Jilid IV menyasar dari hulu,” ujar Rini Indriyani, Ketua TP PKK Kota Surabaya, Sabtu (5/7/2025).

Sebanyak 607 anak menjadi sasaran intervensi langsung selama dua bulan penuh. Di balik angka ini, ada cerita perjuangan para ibu, kerja senyap para kader, dan komitmen kota yang menjadikan tumbuh kembang anak sebagai harga mati.

“Berbeda dari sebelumnya, BWSE IV menargetkan anak yang belum stunting tapi berisiko. Karena kalau sudah stunting, itu berarti kita terlambat,” tegasnya.

Dibuka 30 Juni lalu, program ini merupakan edukasi laktasi, pemberian MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu), penguatan pola asuh, hingga pemberian nutrisi harian.

Seperti telur, ikan, susu, dan daging, semuanya digulirkan serentak dengan melibatkan 183 dokter spesialis anak di 63 Puskesmas, dan ratusan kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) di seluruh kelurahan.

Mereka bahu-membahu memantau tumbuh kembang bayi, bahkan menyuplai telur, ikan, dan susu setiap hari selama dua bulan penuh, tanpa jeda.

“Saat grafik tumbuh anak naik, itu artinya harapan tumbuh. Tapi begitu grafik turun lagi, itu pukulan. Maka dua bulan ini adalah waktu emas. Kami harap orang tua konsisten,” ujar Rini dengan serius.

Baca Juga  KPU Jatim Kembalikan Rp172 Miliar! Hemat Anggaran Pilkada, Bukti Transparansi!

Tak hanya soal gizi, pola asuh juga jadi kunci. Setiap orang tua mendapat pelatihan intensif soal menyuapi anak dengan benar, menjaga sanitasi rumah, hingga memahami pentingnya bonding dalam menyusui.

Yang membuat hati terenyuh, tidak sedikit ibu muda yang baru pertama kali mengenal istilah T2. Mereka dilatih memahami isyarat lapar bayi, dan diberi pendampingan intensif oleh kader serta konselor.

Dr. Mira Ermawati, Sp.A(K) dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) Jawa Timur memberikan gambaran tentang Stunting.

Stunting itu sering dimulai dari hal kecil, perlekatan ASI yang keliru, atau pola makan ibu menyusui yang salah. Maka kami fokus ke usia 0–6 bulan. Mencegah, bukan mengobati.”

Lewat program 1 Puskesmas 1 Pediatrician, IDAI memastikan setiap puskesmas kini punya dokter anak yang siap mendampingi.

Mereka bahkan turun langsung ke rumah-rumah, mengecek, membimbing, dan memeluk mereka yang berisiko.

“Kami tak ingin hanya hadir di ruang rapat, tapi juga di ruang tamu warga,” lanjut dr. Mira.

BWSE Jilid IV juga memperkenalkan inovasi Kampung ASI, tempat para ibu menyusui mendapat dukungan penuh.

Kampung ini dinilai berdasarkan cakupan ASI eksklusif, jumlah pendampingan, dan kolaborasi lintas sektor. “Dari dapur ibu, kita bangun generasi emas,” ujar dr. Mira.

Program ini dinilai oleh tim independen dari IDAI, FKM Unair (Fakultas Kesehatan Masyarakat Univ. Airlangga) Surabaya, HIMPSI (Himpunan Psikologi) Indonesia, dan Poltekkes Kemenkes.

Indikatornya, mencakup pertumbuhan anak sesuai KMS (Kartu Menuju Sehat), kualitas rumah, pola asuh, dan kreativitas dalam mengolah makanan sehat.

Hasilnya pun mulai terlihat. Dari 923 kasus stunting pada awal 2023, Surabaya menurunkannya menjadi hanya 279 kasus di akhir tahun.

Prevalensi bahkan menyentuh 1,6% di awal 2024, menjadikan kota ini salah satu terbaik secara nasional.

Baca Juga  Para Kiai Jawa Timur Serukan Perlawanan Moral Hadapi Risywah dan Penyekapan di Tubuh NU

Dari kampung Nginden Jangkungan yang kini zero stunting, hingga Bangkingan dan Panjang Jiwo yang memelopori Kampung ASI.

Surabaya menuliskan kota yang tidak hanya membasmi stunting, tapi mendahului membasminya.

“Karena anak yang tumbuh sehat hari ini, adalah Indonesia yang kuat esok hari,” tutup Rini, dengan senyum penuh harap.

Drs. Eri Cahyadi, M.T., Wali Kota Surabaya, menyatakan tekadnya di Rembuk Stunting 2025, “Kami ingin zero growth. Jangan ada lagi anak Surabaya yang kehilangan masa depan karena stunting. Setiap anak berhak tumbuh tinggi, cerdas, dan bahagia”.

Cek validasi data, menurut Profil Kesehatan Indonesia dari tahun 2021 sampai 2024, oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dan Profil Statistik Kesehatan 2023 oleh Badan Pusat Statistik Indonesia, sebagai berikut:

Tahun 2021: 6.722 kasus
Tahun 2022: 923 kasus, dengan prevalensi stunting sebesar 4,8% menurut SSGI tahun 2022, menjadikan Surabaya sebagai kota dengan prevalensi stunting terendah se-Indonesia.
Tahun 2023:
– Awal tahun: 923 kasus
– September: 529 kasus
– Oktober: 74 kasus (setelah pendampingan intensif oleh Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga dan Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Surabaya.
– Akhir tahun: 279 kasus (seperti dilaporkan pada Rembuk Stunting Tahun 2024).
Tahun 2024: pada Maret, sebanyak 255 kasus.

  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Makna Logo HUT RI Ke-80

    Mengulik Filosofi Tersirat Logo HUT Ke-80 RI: Dari Garis hingga Makna Kebangsaan

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Di balik kesederhanaan visualnya, logo HUT Ke-80 RI menyimpan narasi panjang tentang cita-cita bangsa. Pemerintah melalui Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) sengaja merancangnya sebagai cerminan visi kolektif: “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”. Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan kompas yang menuntun arah pembangunan negeri. Kamis, (24/7/2025). Bagi yang jeli, setiap lekuk dan bentuk […]

  • Sidoarjo Putri Putri Berbakat Jatim

    Wabup Mimik Apresiasi Kanaya Syakira, Putri Berbakat Angkat Budaya Sidoarjo  

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo – Ruang.co.id. – Ruang rapat Wakil Bupati Sidoarjo menjadi saksi kebanggaan Kamis (9/7/2026). Kanaya Syakira Pramudya, siswi SMP Negeri 1 Sidoarjo, menerima apresiasi langsung dari Wabup Hj. Mimik Idayana. Kanaya baru saja meraih gelar Putri Berbakat I Jawa Timur pada ajang Putra Putri Siswa kategori SMP. Ia tampil memukau dengan Tari Solah Ketingan, mengangkat […]

  • skema CX126 BPJS Kesehatan

    BPJS Kesehatan Terapkan Skema CX126 demi Mutu Layanan Peserta JKN

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle Ruang M Andik
    • 0Komentar

    Poin Utama: BPJS Kesehatan menerapkan skema CX126 untuk mengukur dan menyamakan standar mutu layanan di 126 kantor cabang. Direktur Utama Prihati Pujo Waskito, Ketua Dewan Pengawas Stevanus Adrianto Passat, dan Direktur Kepesertaan Akmal Budi Yulianto menjadi pihak yang menegaskan arah program ini. Delapan pilar penilaian dipakai agar layanan mudah, cepat, setara, dan solutif dapat direplikasi […]

  • Lomba Menata Buah Catur

    Lomba Menata Buah Catur Inovasi Edukasi Catur Anak di Cap Kapal Vegan Chess Competition 2025 Surabaya

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Ruang Wawan
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Surabaya kembali menjadi pusat perhatian dunia catur Indonesia dengan digelarnya Cap Kapal Vegan Chess Competition 2025. Event bergengsi ini tidak hanya menarik 850 pecatur dari berbagai kalangan, tetapi juga menghadirkan inovasi baru: Lomba Menata Buah Catur. Lomba ini menjadi yang pertama di Indonesia dan berhasil mencuri perhatian banyak orang, terutama sebagai sarana edukasi […]

  • angkutan Nataru KAI Commuter Surabaya

    Angkutan Nataru 2024/2025: KAI Commuter Wilayah 8 Surabaya Capai 706 Ribu Pengguna

    • calendar_month Kamis, 2 Jan 2025
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025 menjadi momen penting bagi KAI Commuter Wilayah 8 Surabaya. Dalam kurun waktu 19 Desember hingga 1 Januari, tercatat sebanyak 706.111 orang menggunakan layanan Commuter Line. Angka ini diperkirakan akan terus bertambah hingga akhir masa angkutan pada Minggu (5/1). Joni Martinus, VP Corporate Secretary KAI […]

  • pertumbuhan ekspor peti kemas

    TPS Pacu Kinerja Logistik dengan Pertumbuhan Ekspor Peti Kemas

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus mempertahankan momentum positif dalam operasional logistik nasional sepanjang periode Januari hingga September 2025. Kinerja kuartal ketiga TPS menunjukkan konsistensi dengan pencapaian pertumbuhan arus peti kemas internasional sebesar 0,66% secara year-on-year. Volume peti kemas TPS meningkat dari 1.108.562 TEUs menjadi 1.115.827 TEUs, mengukuhkan posisi strategis terminal ini dalam […]

expand_less