Breaking News
light_mode
Rabu, 28 Oktober 2026
Beranda » Terkini » Kisah Inspiratif Tunggal Teja Asmara! Dari Kegelapan Menuju Cahaya Islam yang Mencerahkan

Kisah Inspiratif Tunggal Teja Asmara! Dari Kegelapan Menuju Cahaya Islam yang Mencerahkan

  • account_circle Mascim
  • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Terkadang, cahaya kebenaran datang melalui jalan yang panjang dan berliku. Namun, bagi mereka yang mencarinya dengan hati yang tulus, Allah akan membimbingnya. Inilah kisah Tunggal Teja Asmara, seorang mualaf inspiratif dari Surabaya, yang menemukan Islam setelah melewati perjalanan hidup yang penuh liku. Kisah ini bukan hanya tentang perjalanan spiritual, tetapi juga tentang keteguhan hati dan kekuatan iman.

Angin laut Kenjeran berhembus lembut, membawa kenangan masa kecil Tunggal yang penuh perjuangan. Lahir di Surabaya pada Agustus 1983, Tunggal adalah satu-satunya anak laki-laki di antara tiga saudara perempuan: Wulan Mei Lina, Dewi Rati Kristina Wati, dan Sukma Ayu Candra. Mereka tumbuh dalam kemiskinan, di rumah kontrakan sempit berukuran 3×5 meter. Dinding kusam menjadi saksi bisu perjuangan mereka.

Meskipun hidup dalam keterbatasan, Tunggal merasa cukup. Nasi dengan garam adalah santapan sehari-hari yang mereka nikmati dengan penuh syukur. Di bawah langit malam yang kadang bertabur bintang, kadang mendung kelam, mereka tertawa bersama, berbagi cerita, dan saling menguatkan. Kisah inspiratif ini mengajarkan kita tentang arti kesederhanaan dan kebersamaan.

Ibunda Tunggal, Siti Julaika (Almarhumah), adalah keturunan seorang ulama besar, Kiai Haji Abu Aslar, putra dari Sunan Giri, salah satu Wali Songo. Namun, keputusannya menikah dengan ayah Tunggal, Sholikan, yang bukan pilihan keluarga, membuatnya terusir dari tanah kelahirannya di Blitar. Mereka memulai hidup baru di Surabaya, membangun keluarga di tengah keterbatasan.

Kehidupan di Surabaya tak mudah. Ibu bekerja sebagai buruh cuci ikan grago, sementara Ayah menjadi buruh pembuat panci di Rungkut. Penghasilan mereka nyaris tak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hingga suatu hari, sekelompok orang Kristen datang membawa bantuan. Perlahan, keyakinan keluarga Tunggal mulai goyah. Perjalanan spiritual ini menunjukkan betapa rapuhnya iman ketika diuji oleh kehidupan.

Baca Juga  Pengajian Akbar Alumni SMA 1-9 Surabaya Hadirkan Ustadz Das'ad Latif

Di usia 10 tahun, Tunggal sudah terbiasa mendengar doa-doa yang asing baginya. Gereja menjadi tempatnya bermain, beribadah, bahkan bolos sekolah. Ia terbuai dalam kenyamanan yang mereka tawarkan, tanpa sadar bahwa perlahan ia semakin jauh dari Islam.

Saat duduk di kelas 5 SDN Bulak Rukem Timur 258 Surabaya, Tunggal tak naik kelas karena terlalu sering menghadiri peribadatan sore hari. Ejekan teman-teman menghunjam batinku, membuatnya merasa kecil dan tak berdaya. “Mana Tuhanmu? Bisa bantu kamu naik kelas?” Pertanyaan itu mengguncang jiwanya. Pergolakan batin ini menjadi titik balik dalam hidupnya.

Saat SMP, Tunggal bertemu seorang teman bernama Agus. Ia tak pernah memaksanya kembali ke Islam, hanya menunjukkan kebaikan melalui sikapnya. Rasa ingin tahu Tunggal tumbuh. Ia mulai mendengar, membaca, dan mencari kebenaran yang selama ini samar baginya.

Suatu hari, Agus mengajaknya mondok di Pondok Pesantren Shiddiqiyyah, Losari, Jombang. Di sana, Tunggal menemukan ketenangan. Ia belajar Al-Qur’an, hadits, dan makna Islam yang sesungguhnya. Setiap sujudnya terasa lebih dalam, setiap ayat yang dibaca menenangkan hatinya. Pondok pesantren menjadi tempat ia menemukan cahaya kebenaran.

Tunggal kembali ke Surabaya, melanjutkan sekolah di STM 45 Jojoran. Di tengah kesibukan belajar, ia mengikrarkan syahadat secara diam-diam. Agustus 2001, dengan hati yang mantap, ia bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan-Nya. Ia kembali kepada Islam, kembali ke jalan yang seharusnya dipijaknya sejak dulu.

Namun, ujian tak berhenti di situ. Keluarganya justru semakin jauh dari Islam. Ayahnya, yang selama ini bertahan, akhirnya menyerah dan mengikuti ibunya masuk Kristen. Hatinya hancur ketika adiknya dinikahkan secara sirri tanpa wali. Ia merasa Islam telah mengecewakannya, tanpa menyadari bahwa yang salah bukan agamanya, melainkan ketidaktahuannya akan hukum Islam. Kembali ke Islam adalah keputusan terberat sekaligus terindah dalam hidupnya.

Baca Juga  Bus Gajayana Meluncur, Layanan Trans Jatim Bukit Raya Membuka Gerbang Mobilitas

Hari ini, Tunggal hidup dalam ketenangan bersama keluarganya. Ia mengajarkan makna Islam yang sesungguhnya kepada istri dan anak-anaknya, agar mereka tak terjerumus ke dalam jalan yang pernah ditempuhnya dulu. Ia yakin, hidayah Allah itu seperti fajar—datang perlahan, tetapi pasti.

“Barang siapa yang dikehendaki Allah untuk diberi petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (menerima) Islam…” (QS. Al-An’am: 125)

  • Penulis: Mascim

Rekomendasi Untuk Anda

  • Timnas Indonesia di eFootball 2025

    Garuda di Dunia Digital! Timnas Indonesia Resmi Meluncur di eFootball 2025 – Begini Cara Bermainnya

    • calendar_month Sabtu, 12 Apr 2025
    • account_circle Ruang Wawan
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Kabar gembira untuk para penggemar sepak bola dan gaming di Indonesia! Timnas Indonesia akhirnya mendapatkan pengakuan resmi di dunia virtual melalui eFootball 2025, berkat kolaborasi antara PSSI, PT Garuda Sepakbola Indonesia (GSI), dan Konami. Ini adalah momen bersejarah, karena Indonesia menjadi salah satu negara Asia Tenggara yang diakui secara resmi dalam game football […]

  • 2 Januari sebagai hari Introvert sedunia

    2 Januari Diperingati Hari Introvert Sedunia: Perayaan Diam dan Tenang

    • calendar_month Kamis, 2 Jan 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Tahu nggak, kalau setiap tanggal 2 Januari diperingati sebagai Hari Introvert Sedunia? Buat kamu yang lebih suka suasana tenang, menghabiskan waktu sendirian, atau merasa energi cepat terkuras di tengah keramaian, hari ini seperti tercipta spesial untukmu. Hari Introvert Sedunia sebagai bentuk apresiasi terhadap individu dengan kepribadian introvert yang sering orang salahpahami. Yuk, […]

  • Risiko Sertifikat Tanah Lama

    Risiko Sertifikat Tanah Lama 1961-1997 Pembaruan Data Tanah Adalah Solusi Utama

    • calendar_month Jumat, 21 Mar 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Sertifikat tanah lama yang diterbitkan antara tahun 1961 hingga 1997 menyimpan risiko besar jika tidak segera diperbarui. Menurut Syarif Hasan, Ketua Bidang Infrastruktur, Properti, dan Perhubungan BPP HIPMI, sertifikat tanah dari era tersebut rentan terhadap penyerobotan karena tidak dilengkapi dengan peta kadastral. Pembaruan data tanah menjadi langkah krusial untuk memastikan kepemilikan tanah lebih […]

  • Jersey Persebaya Super League Player Issue 26/27 buatan AZA Wear (Pho : Official PERSEBAYA)

    AZA Rilis Jersey Persebaya Super League Berbahan Ringan Buatan Lokal

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Ruang Wawan
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Persebaya Surabaya memperpanjang kolaborasi dengan AZA untuk meluncurkan Persebaya Player Issue Jersey 26/27. Peluncuran ini menjadi bagian dari persiapan tim mengarungi kompetisi Super League. Kerja sama yang memasuki musim kesepuluh ini mengukuhkan komitmen kedua pihak. Mereka konsisten mengusung produk olahraga buatan dalam negeri dengan spesifikasi kelas atas. Senior Manager Brand AZA dan Persebaya […]

  • Wisuda UPH Surabaya

    216 Lulusan UPH Surabaya Melangkah dengan Iman dan Prestasi

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Ruang Sely
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Sebanyak 216 wisudawan resmi dikukuhkan oleh Universitas Pelita Harapan Kampus Surabaya dalam upacara Wisuda Tahun Akademik 2024/2025. Acara bergengsi yang menyoroti prestasi akademik gemilang ini digelar di Novotel Samator Surabaya Timur, Jumat (19/9/2025), dihadiri oleh pimpinan universitas, dosen, dan keluarga. Momen wisuda UPH Surabaya ini menandai pencapaian penting para lulusan sarjana dan magister […]

  • Petugas Kereta Api

    567 Petugas Disiagakan Selama Periode Mudik Lebaran PT KAI Daop 8 Surabaya

    • calendar_month Sabtu, 30 Mar 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya, menyiagakan 567 petugas untuk mengantisipasi gangguan perkeretaapian pada masa mudik lebaran 2024. Hal tersebut diungkapkan Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya. Luqman Arif, mengatakan 567 petugas Kereta Api akan disiagakan mulai 31 Maret hingga 21 April untuk mengantisipasi gangguan selama masa mudik lebaran. “Daop […]

expand_less