Breaking News
light_mode
Sabtu, 12 September 2026
Beranda » Pemerintah » DPRD Jatim Gelar Wayang Kulit Peringati Hari Jadi Jatim ke-80 Dengan Lakon “Wahyu Katresnan”

DPRD Jatim Gelar Wayang Kulit Peringati Hari Jadi Jatim ke-80 Dengan Lakon “Wahyu Katresnan”

  • account_circle Ruang Gentur
  • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – “Wis Pirang- pirang ndino tak tahan nang kene kok kowe ora gelem ngladeni aku.” (Sudah beberapa hari saya kurung disini kok kamu tidak mau melayani saya), begitu kata Burisrawa terhadap Dewi Rara Sembodro istri Arjuno. Namun tidak lama kemudian Arjuno datang dan langsung menggebrak tubuh Burisrawa, setelah kesaktiannya kembali. “Mbok pikir bojone sopo kongkong ngladeni ! (Kamu pikir istri siapa kamu suruh melayani !),” begitu hardik Arjuno sembari menghantam tubuh Burisrowo hingga terjengkang keluar tak berdaya.

Itulah sepenggal cuplikan babak Akhir cerita wayang dengan lakon “Wahyu Katresnan” yang dimainkan Dalang, Ki Purbo Asmoro, di depan halaman gedung DPRD Jatim, jumat malam (14/11) hingga sabtu dinihari (15/11).

Dalam pagelaran wayang kulit untuk ruwat Jatim untuk memperingati hari jadi Jawa Timur ke 80 ini, dibuka langsung ketua DPRD Jatim, M Musyafak Roif serta beberapa anggota lainnya yakni, Wakil ketua DPRD Deni Wicaksono, Sri Untari Bisowarno, Rasiyo, Cahyo, Fuad Benardi, Suli Da’im dan Erick Komala. Disamping itu juga hadir jajaran Forkopimda Jatim, diantaranya Sekda Pemprov Jatim, Adhi Karyono beserta staf jajarannya dan wakil Polda dan Kodam serta Koarmatim.

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Jawa Timur, M Musyafak Rouf menegaskan Pagelaran Wayang Kulit ini sebagai puncak filosofis peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur. Ia menegaskan, di tengah pembangunan fisik dan infrastruktur. Jawa Timur juga membutuhkan pondasi spiritual dan etika.

Kegiatan ini sekaligus menandai kembalinya tradisi “wayangan” di rumah wakil rakyat setelah absen kurang lebih enam tahunan.

“Jawa Timur merupakan salah satu dari delapan provinsi pertama yang dibentuk pada awal kemerdekaan, tepatnya 12 Oktober 1945. Sejarah panjang tersebut menunjukkan kematangan Jawa Timur dalam bernegara,” ujar politisi PKB ini menerangkan.

Baca Juga  Berharap Dukungan Pemerintah IGI Mengadu Ke Komisi E DPRD Jatim

Slogan “Jatim Tangguh Terus Bertumbuh” yang diusung Pemprov Jatim, menurut Musyafak mencerminkan fokus pembangunan pada ketahanan ekonomi dan pertumbuhan berkelanjutan.

Namun, Ia juga mengingatkan bahwa, gairah pembangunan fisik tidak harus mengabaikan dimensi batin. Sehingga di antara hiruk-pikuk pertumbuhan fisik dan infrastruktur, perlu pula adanya pondasi spiritual dan etika.

Ia menjelaskan, kembalinya pagelaran wayang kulit di DPRD Jatim setelah sekian tahun terhenti ini merupakan peneguhan kembali tradisi kearifan lokal yang sempat “kosong” dalam ruang-ruang resmi pemerintahan.

Karena itu tema yang diangkat dalam acara ini yaitu “Meruwat Jawa Timur, Merawat Indonesia”. Tema ini disebut sarat makna. sebagai upaya pemurnian sekaligus selamatan kolektif dari berbagai kesulitan hidup.

Dalam konteks pemerintahan modern, “meruwat Jawa Timur” ia artikan sebagai ikhtiar membersihkan keruwetan sosial dan mencegah konflik horizontal yang dipicu sentimen perbedaan keyakinan di akar rumput.

“Ini deklarasi politik budaya, bahwa kita kembali bergairah dan bertekad menegakkan pembangunan yang dilandasi niat bersih dan etika luhur,” tandasnya.

Dalam sambutan itu, ia juga menegaskan kembali bahwa wayang kulit bukan sekadar hiburan, melainkan tuntunan penuh filosofi. Apalagi, wayang sudah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan.

Di akhir sambutan, Musyafak mengajak generasi muda, khususnya milenial dan Gen Z, untuk kembali mencintai dan ikut melestarikan wayang kulit agar tidak tercerabut dari akar budaya leluhur.

Dalam pagelaran ini, hadir tiga pelawak senior, yakni Kirun, Marwoto dan Tesy Kabul yang mampu mengocok perut penonton yang hadir saat pagelaran memasuki sesi ” limbukan ” dan goro-goro. Selain itu, ketiga pelawak ini juga turut membagikan hadiah door prize kepada penonton, mulai dari memberikan pertanyaan maupun menguni lewat nomor undangan yang sebelumnya diberikan panitia.

Baca Juga  Integritas Tertinggi Nasional KPK Nilai Pencegahan Korupsi di Pemkot Surabaya Terbaik di Jatim

Sementara dalam pagelaran wayang kulit dengan lakon “Wahyu Katresnan” ini dikisahkan bahwa pusaka Jamus Kalimosodo milik Yudistira dipinjam Bathoro Kolo yang saat itu menyamar sebagai Semar. Kemudian oleh Semar palsu, pusaka berwujud kitab suci itu diberikan kepada Basukarno. Di sisi lain, karena pusaka pelindung Pandhawa itu tidak ada. Maka Burisrowo yang cintanya pada Dewi Sembodro gagal karena sang pujaan hati menikah dengan Raden Permadi alias Arjuno, dengan mudah melukai Arjuno dan Werkudoro. Lalu menculik Dewi Sembodro untuk dibawa ke kerajaan Mandraka. Dengan terlukanya dua satria Pandhawa ini. Maka kekuatan Pandhawa lemah.

Kesempatan ini tidak di sia- siakan oleh Kurawa untuk menghancurkan Pandhawa. Atas hasutan patih Sengkuni, Duryudono pun mendatangi Arjuna dan Werkudoro dan bersiap membunuhnya. Namun sebelum niat itu terlaksana, Prabu Kresna dari kerajaam Darawati mendatangi Basukarno dan neminta pusaka Jamus Kalimosodo yang dibawah Adipati Karno tersebut.

Semuka Adipati Karno tidak mau memberikan karena dia mengaku pusaka tersebut diberikan Semar untuk dia. Karena diminta baik-baik tidak dikasih sehingga Krisna menghajar Karno dan berhasil membawa pusaka itu kbali dan diberikan pada Yudisthira.

Setelah Pusaka Jamus Kalimosodo itu kembali pada si empunya, maka kekuatan Pandhawa Pulih dan Arjuno dab Werkudoro kembali sakti lalu bangkit hingga membuat Kurawa lari ketakutan. Kemudian Arjuno mendatangi Burisrowo dan berhasil mengalahkan raja mandraka itu dan membawa kembali Dewi Sembodro istrinya. Sedangkan Semar Bodronoyo yang merupakan perwujudan Dewa Ismoyo berhasil menemukan Semar palsu dan berhasil mengalahkannya hingga Semar Palsu itu kembali wujud menjadi Bathoro Kolo dan dalang pun menutup pagelaran wayabg kulit ini tepat pukul 03.05 dinihari.

Cerita ini merupakan carangan atau cerita tambahan karangan sedikir dari naskah Wayang awal yang dilakukan Sunan Kalijogo. Disini Sunan Kalijogo menggambarkan Pusaka Jamus Kalimosodo yang merupakan arti dari Kalimat Syahadat. Pusaka Jsmus Kalimosodo ini merupakan pusaka yang mampu mempersatukan dan memberikan ketentraman dan kesejahtraan. Yang arti filosofinya bagi Jawa Timur adalah dengan adanya persatuan dan kekompakan serta kedamaian akan membuat Jatim Makmur dan sejahtera.

Baca Juga  Sidoarjo Rajut Integritas Pelaku Usaha dan PPK, Kunci Pengadaan Bebas Korupsi
  • Penulis: Ruang Gentur

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hungaria Pegang Rekor Tarif PPN Tertinggi di Dunia

    Hungaria Pegang Rekor Tarif PPN Tertinggi di Dunia

    • calendar_month Sabtu, 7 Des 2024
    • account_circle Ruang Hadilies
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Tahukah kamu, tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) tertinggi di dunia saat ini dipegang oleh Hungaria? Negeri di Eropa Timur ini menetapkan tarif standar PPN sebesar 27 persen, angka yang membuatnya memimpin di daftar global. Sementara itu, beberapa negara Eropa lainnya juga memiliki tarif PPN yang cukup tinggi. Contohnya, Swedia yang menetapkan tarif […]

  • Gangguan Air di Setro

    Air Warga Setro V Tersendat, Perumda Surya Sembada Surabaya Respon Cepat dengan Penggalian Titik Gangguan

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Perumda Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya merespon cepat aduan warga dengan melakukan penggalian di titik valve depan Jalan Setro Gang V, Kelurahan Gading, Kecamatan Tambaksari, pada Selasa (9/6/2026). Langkah ini diambil untuk mengidentifikasi sumber gangguan yang menyebabkan aliran air warga setempat tersendat. Supervisor Distribusi Timur, Adie Kurniawan, menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan […]

  • Muktamar NU ke-35 Jombang

    Buku Serangan terhadap PBNU Beredar di Arena Muktamar NU Jombang

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle Ruang Gentur
    • 0Komentar

    Jombang, Ruang.co.id – Arena Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, mendadak riuh oleh beredarnya buku yang dinilai sebagai serangan terhadap Pengurus Besar Nahdlatul Ulama periode 2021–2026. Sejumlah pengurus cabang mengecam keras peredaran materi tersebut karena dianggap jauh dari tradisi dan akhlak warga Nahdliyin. Buku berjudul “Dosa-dosa Besar Kepemimpinan […]

  • Sidang Paripurna DPRD Sidoarjo

    Kisruh di Paripurna DPRD Sidoarjo: Bupati Swasta Menyatir, Budayawan Serukan Rekonsiliasi, Rakyat Butuh Solusi

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang co.id – Ketegangan politik kembali menghangat di Gedung DPRD Sidoarjo, Selasa (17/6/2025), setelah aksi “Walk Out” atau WO massal anggota dewan saat rapat paripurna yang diwarnai permintaan maaf Bupati Subandi. Namun, reaksi publik justru mengarah pada kritik tajam terhadap sikap para legislator, salah satunya dari sosok yang dikenal luas dengan julukan “Bupati Swasta”, […]

  • Lirik Lagu Alunan Mimpi

    Lirik Lagu Terbaru Nyoman Paul “Alunan Mimpi”

    • calendar_month Sabtu, 11 Jan 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Lirik Lagu Terbaru Nyoman Paul “Alunan Mimpi” dari musisi keren kita, Nyoman Paul, baru aja rilis lagu terbaru berjudul “Alunan Mimpi” di YouTube-nya pada 10 Januari 2025 kemarin. Ternyata, arti lagu Alunan Mimpi ini punya cerita yang bikin haru banget! Nyoman dedikasikan lirik lagu Alunan Mimpi ini buat sahabatnya yang udah enggak […]

  • BPJ Dahnil Anzar

    Dahnil Anzar: Optimalkan Asrama Haji untuk Ekonomi dan Peradaban Bangsa

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2025
    • account_circle Ruang Wawan
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Wakil Kepala Badan Penyelenggara Ibadah Haji (BPJ), Dahnil Anzar Simanjuntak, melakukan kunjungan ke Asrama Haji Surabaya pada Selasa (7/1/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau kesiapan fasilitas dan pelayanan ibadah haji, sekaligus mendorong pengembangan fungsi asrama haji agar berdampak positif bagi perekonomian dan peradaban bangsa. Dahnil menyampaikan harapannya agar Asrama Haji Surabaya menjadi […]

expand_less