Kapolda Jatim Ajak Warga Jogo Jawa Timur dalam Pagelaran Wayang Banyuwangi
- account_circle Ruang redaksi
- calendar_month 28 menit yang lalu
- print Cetak

Semangat Irjen Nanang Avianto mengajak warga Jogo Jawa Timur melalui pagelaran wayang kulit di Taman Blambangan Banyuwangi dalam rangka menyongsong Hari Bhayangkara ke-80. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Banyuwangi, Ruang.co.id – Ribuan warga memadati Taman Blambangan, Banyuwangi, Sabtu malam (13/6/26), dalam pagelaran wayang kulit menyongsong Hari Bhayangkara ke-80. Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto memanfaatkan momen ini untuk mengajak seluruh elemen masyarakat menguatkan kembali semangat Jogo Jawa Timur.
Pagelaran dengan lakon “Pandawa Mbangun Praja” tersebut menghadirkan dalang Ki MPP Bayu Aji. Tampak hadir Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Wakil Bupati Mujiono, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan, Ketua DPRD I Made Cahyana Negara, serta jajaran Forkopimda, tokoh agama, dan berbagai organisasi kemasyarakatan.
Irjen Nanang menilai, wayang kulit adalah media komunikasi kultural yang ampuh. Ia menjelaskan alasan pemilihan lakon tersebut untuk menyampaikan pesan kebangsaan.
“Esensi dari lakon Pandowo Mbangun Praja ini sangat selaras dengan komitmen kami menyongsong Hari Bhayangkara ke-80. Kami ingin menyampaikan bahwa membangun daerah adalah tugas bersama,” ujar Irjen Nanang.
Kapolda Jatim menguraikan, karakter Pandawa melambangkan pemimpin yang teguh pada keadilan dan pengabdian. Representasi ini menjadi cermin bagi institusi Polri untuk terus bertransformasi.
“Polri terus membangun dan memperbaiki diri. Sosok Pandawa adalah representasi pelindung masyarakat yang rela berkorban demi tegaknya kebenaran dan keadilan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Irjen Nanang menegaskan bahwa filosofi lakon tersebut adalah pengejawantahan nyata dari program Jogo Jawa Timur. Ia mengajak seluruh komponen masyarakat untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga aktor dalam menjaga keamanan dan kerukunan.
“Melalui semangat Jogo Jawa Timur, kita bahu-membahu membangun praja, menjaga kampung halaman dari berbagai ancaman perpecahan, hoaks, serta intoleransi. Ini adalah aksi nyata, bukan sekadar slogan,” tegasnya.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi inisiatif Polda Jatim dan Polresta Banyuwangi yang menggabungkan pendekatan keamanan dengan pelestarian budaya. Menurutnya, cara ini sangat efektif menyentuh hati masyarakat.
“Melalui kegiatan seperti ini, nilai-nilai kebangsaan, gotong royong, dan persatuan dapat terus diwariskan kepada generasi muda. Sinergi seperti inilah yang kita butuhkan,” ujar Ipuk.
Acara ditutup dengan suasana penuh keakraban, menandai kuatnya ikatan antara kepolisian dan masyarakat Banyuwangi. (Wis)
- Penulis: Ruang redaksi
