Ketua IPSI Sidoarjo Buka PORKAB Pencak Silat, Gembleng Mental Juara Kejar Lima Emas PORProv Jatim 2027
- account_circle Ruang Nurudin
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

PORKAB Sidoarjo 2026 pencak silat fokus membangun mental juara atlet menuju target lima emas PORProv Jatim 2027. (Din)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sidoarjo, Ruang.co.id – Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB) Sidoarjo 2026 Cabang Pencak Silat, resmi bergulir sebagai panggung pembinaan atlet muda berbakat, sekaligus langkah strategis menghadapi persaingan tingkat provinsi mendatang.
Pembukaan berlangsung di Aula SMP Negeri 1 Sidoarjo, pada Minggu (21/6/2026), dengan suasana tertib, semarak, dan penuh semangat. Ketua IPSI Kabupaten Sidoarjo, Anang Siswandoko, memimpin langsung seremoni pembukaan kegiatan tersebut.
Sebanyak 85 pesilat dari 12 organisasi perguruan pencak silat se-Kabupaten Sidoarjo, hadir membawa tekad besar. Mereka mengikuti berbagai kategori kejuaraan Tanding dan Seni Bela Diri, demi prestasi terbaik.
Panitia mempertandingkan nomor tunggal, ganda, regu, serta kelas tanding putra dan putri. Seluruh peserta yang tampil merupakan atlet hasil pembinaan berjenjang dari perguruan masing-masing.
Dua gelanggang pertandingan disiapkan panitia, guna mempercepat jalannya kompetisi. Wasit bersertifikat resmi tingkat kabupaten, dan Ketua tim Juri, Wigati, bersertifikat nasional, serta para tim juri bersertifikat tingkat provinsi, mengawal setiap pertandingan agar berlangsung objektif, profesional, dan sportif.
Babak pertandingan, dimulai dari perempat final hingga final selesai dalam satu hari pelaksanaan. Sistem tersebut dirancang untuk mengukur kesiapan fisik, teknik, serta ketahanan mental atlet.
Ketua IPSI Sidoarjo Anang Siswandoko menegaskan bahwa, PORKAB bukan hanya ajang perebutan medali. Menurutnya, kejuaraan ini merupakan fondasi pembentukan tim dan atlet mental juara menuju PORProv Jawa Timur 2027.
“Target kita tiga emas, minimal, dan kalau bisa mencapai lima emas sesuai harapan KONI Sidoarjo. Itu harus diperjuangkan sejak sekarang,” ujar Anang.
Ia menilai aspek mental masih menjadi pekerjaan rumah terbesar bagi atlet pencak silat Sidoarjo. Karena itu, pembinaan karakter juara menjadi fokus utama dalam program IPSI.
“Saya lihat kelemahan kita tahun lalu ada di mental tanding. Maka kita harus membentuk mental baja, siap menghadapi siapa pun,” tegasnya.
Anang juga mengapresiasi capaian atlet Sidoarjo, pada berbagai kejuaraan sebelumnya. Prestasi tersebut dinilai menjadi bukti bahwa daerah ini memiliki stok atlet potensial yang layak dikembangkan.
“Di kejuaraan BHS Cup, kita meraih satu emas, dua perak, dan dua perunggu. Itu bukti potensi besar atlet kita,” terangnya.
Peningkatan jumlah peserta, juga menjadi indikator berkembangnya pembinaan pencak silat di Kabupaten Sidoarjo. IPSI mencatat jumlah peserta 85 atlet ini, merupakan lonjakan peserta mencapai seratus persen dibanding periode sebelumnya.
“Jumlah 85 atlet peserta untuk kejuaraan baik dari yang seni maupun tanding di PORKAB tahun 2026 ini, Alhamdulillaah pesertanya meningkat 100 persen,” kata Anang.
Usai PORKAB, IPSI langsung menyiapkan program Pusat Latihan Kabupaten (Puslatkab), sebagai tahapan lanjutan. Program tersebut dipadukan dengan persiapan menghadapi POPDA Jawa Timur pada Agustus tahun 2026.
“Setelah PORKAB, kita langsung sambung dengan Puslatkab Sidoarjo. Juga secara khusus kita minta kepada para pelatih organisasi untuk optimal membenahi mental atlet peserta yang bertanding,” ujarnya.
Menurut Anang, atlet berprestasi membutuhkan kemampuan mengendalikan emosi dan mental menyerah sebelum bertanding, saat menghadapi tekanan pertandingan. Mental kuat menjadi faktor penting untuk memenangkan laga-laga krusial.
“Kita ingin wujudkan mental atlet yang prima, mental baja tangguh kuat, menekan dan mampu mengendalikan emosional tempramen bertanding,” pintanya.
Ia berharap, pencak silat Sidoarjo mampu mengulang kejayaan masa lalu di era 90-an, ketika atlet daerah ini pernah mengukir prestasi juara dunia, pada kejuaraan internasional di Belanda.
“Supaya kita mampu mengukir prestasi mental juara baik di tingkat lokal, regional dan nasional maupun sampai tingkat internasional,” harapnya.
Ketua Panitia pertandingan, Kuswandi, menegaskan seluruh pertandingan harus menjunjung tinggi nilai sportivitas. Ia optimistis kompetisi ini menjadi pijakan penting menuju target prestasi PORProv Jatim 2027.
“Kami harap kegiatan ini berjalan lancar dan sukses, sekaligus mempersiapkan atlet menuju PORProv Jatim 2027,” ujarnya.
Dukungan tim medis RS Siti Hajar dan pengamanan kepolisian turut memperkuat penyelenggaraan kejuaraan, guna menjamin kenyamanan dan kondusifitas selama pertandingan.
Melalui pembinaan berkelanjutan dan mental juara, pencak silat Sidoarjo kini menatap optimistis bermental juara dengan target lima emas PORProv Jatim 2027.
- Penulis: Ruang Nurudin
