Sidoarjo Serius Garap Destinasi Mangrove dan Bahari, Disporapar Lantik BPPD untuk Dorong Jadi Pesaing Surabaya
- account_circle Ruang Nurudin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Pelantikan BPPD Sidoarjo dorong promosi wisata bahari, mangrove Sedati, dan edukasi industri demi peningkatan PAD daerah. (Din)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sidoarjo, Ruang.co.id – Sidoarjo semakin serius menggarap potensi destinasi wisatanya, yang mampu menjadi pesona daya tarik berbeda dengan kabupaten atau kota lainnya.
Keberadaan bakau mangrove di pesisir di Kecamatan Sedati, Sidoarjo dari yang ada Hiu Tutul, Ubur – Ubur, hingga Susur Sungai di kawasan pesisir Sedati, dan eksplorasi destinasi Kota Lama di Spanjang, Kecamatan Taman, wisata bahari Tlocor, Kec. Jabon yang sudah terbentuk, menjadi prioritas garapan Pemkab. Sidoarjo.
Melalui Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kab. Sidoarjo, jadi tumpuan dan harapan keberhasilan rencana besar tersebut untuk segera di realisasikan.
“Kita punya potensi destinasi wisata yang tidak kalah menariknya dengan daerah sebelah. Kalau wisata alam mungkin kita kalah dengan daerah sebelah,” ujar Yudhi Iriyanto, Kadisporapar Sidoarjo, Selasa (7/7/2026).
“Kita punya destinasi wisata mangrove di Sedati yang bakal kita garap, dan tak kalah menariknya dengan kota sebelah. Bahkan, kita nantinya bukan lagi menjadi daerah penyangga kota sebelah, tapi nanti kita akan menjadi pesaing destinasi wisatanya,” tandas Yudhi bernada optimis.
Yudhi mengakui, untuk menggapai semua impian itu, Ia tidak bisa berjalan sendirian. Dengan sejumlah OPD (Organisasi Pemerintahan Daerah) Terkait, dan yang lebih penting lagi menghidupkan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) dibawah naungan dinasnya.
Oleh karena itu, pada Selasa pagi (7/7/2026), sesuai dengan amanah perintah Bupati, Kadisporapar Yudhi Iriyanto mengukuhkan dan melantik BPPD periode kepengurusan 2026 – 2029, di Pendopo Delta Wibawa.
Dalam sambutan bupati yang dibacakan Kadisporapar, ditegaskan pentingnya kolaborasi. “Harus ada sinergitas program sehingga pemerintah dan BPPD nyambung,” ujar Yudhi.
Ia menambahkan, potensi wisata bahari menjadi fokus utama. “Kami diperintah Pak Bupati melakukan kajian pengembangan pesisir timur Sedati. Wisata mangrove luar biasa, bahkan ada ubur-ubur dan hiu tutul,” katanya.
Selain itu, wisata edukasi seperti industrial tourism dan government tourism mulai digarap. “Gerakan masif akan dilakukan untuk membangkitkan pariwisata lokal,” jelasnya.
Ketua BPPD yang baru dilantik, Suyud Suprihadju, menegaskan, “Organisasi ini mitra pemerintah daerah, ujung tombak promosi pariwisata.”
Program jangka pendek BPPD adalah konsolidasi asosiasi dan digitalisasi promosi. “Ikon yang ingin dibangun sesuai slogan: Never Ending Sidoarjo Tourism,” tegas Suyud.
Dalam kepengurusannya kali ini cukup lengkap keterwakilannya, ada dari kalangan asosiasi tour planner, pemerhati lingkungan, ada budayawan, ada kalangan PHRI, budayawan, asosiasi travel, pramuwisata, hingga kalangan akademisi perguruan tinggi.
Kabupaten Sidoarjo mencatat, lebih dari 160 destinasi wisata aktif menurut Disporapar. Dalam lima tahun terakhir, kunjungan wisatawan meningkat signifikan, dari 400 ribu pada 2020 menjadi lebih dari 1 juta pada 2025.
Tahun 2026 ditargetkan mencapai 1,2 juta kunjungan. Potensi terbesar berasal dari wisata bahari, heritage, dan kuliner tambak.
Pendapatan asli daerah sektor pariwisata tumbuh rata-rata 8–12% per tahun, dengan kontribusi terbesar dari pajak hotel, restoran, dan retribusi destinasi.
Pada 2025, PAD pariwisata diperkirakan mencapai Rp 65 miliar, menegaskan sektor ini sebagai penggerak ekonomi lokal.
Dengan langkah ini, Sidoarjo diharapkan tak lagi sekadar kota penyangga, melainkan pesaing kuat Surabaya dalam sektor pariwisata.
- Penulis: Ruang Nurudin

