Breaking News
light_mode
Selasa, 1 September 2026
Beranda » Pendidikan » MPLS Ramah Lima Hari di Sidoarjo, Serius Bangun Karakter Anak Sejak Dini

MPLS Ramah Lima Hari di Sidoarjo, Serius Bangun Karakter Anak Sejak Dini

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sidoarjo, Ruang.co.id – Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sidoarjo tahun ajaran 2026/2027, serentak dilangsungkan di sekolah – sekolah di seluruh Sidoarjo.

Untuk pertama kalinya, jenjang TK diwajibkan mengikuti MPLS selama lima hari, sesuai Permendikdasmen No. 12 Tahun 2026.

Plt. Kadisdikbud Sidoarjo, Dr. Netti Listiningsih, M.Pd., mengikuti upacara pembukaannya, di SMPN 1 Punggul, Kecamatan Gedangan.

Ia menerangkan, “MPLS ramah ini dilakukan mulai dari TK, SD, SMP, negeri maupun swasta. Intinya ada tiga, mengawali hari baru, suasana aman, dan sekolah nyaman.”

Dalam prosesi pembukaan MPLS, Plt. Kadisdikbud Sidoarjo, bersama Forkompimka Gedangan, pihak sekolah, serta dengan murid baru dan murid lama, secara simbolik membutuhkan komitmen sebagai sekolah “Anti Bullying” atau “Anti Perundungan“.

“Tidak dipungkiri, bullying di sekolah masih ada. Oleh karena itu, dengan penandatanganan sekolah Anti Bullying ini, diharapkan benar – benar memegang dan melaksanakan komitmen semua civitas sekolah,” tandas Netti.

Terkait kegiatan MPLS di SMPN 1 Gedangan, Kepala Sekolah Aris Setyawan menambahkan, “Materi yang kami kenalkan bersifat afirmasi. Tidak ada bullying, tidak ada kekerasan, tidak ada peloncoan. Prestasi lahir dari karakter yang beres.”

Sekolah ini bahkan meluncurkan deklarasi anti-bullying, sejalan dengan statusnya sebagai Sekolah Ramah Anak dan Sekolah Toleransi.

Camat Gedangan, Asmara Hadi, mengapresiasi dan menilai MPLS ini, sebagai rumah kedua bagi siswa. “Sekolah harus jadi keluarga kedua. Guru memperlakukan murid seperti anak, murid menghormati guru seperti orang tua,” ujarnya.

Dengan durasi lima hari, MPLS kini bukan hanya melaksanakan sebuah formalitas. Ada asesmen sosial-emosional, literasi, hingga edukasi digital.

Langkah ini diyakini mampu memutus tradisi perpeloncoan sekaligus membangun karakter anak sejak dini.

Sidoarjo pun, berharap menjadi pionir penerapan MPLS ramah, yang berorientasi pada masa depan generasi emas Indonesia.

MPLS pertama ini, di jenjang TK, guru mengemas Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH), dengan permainan ramah anak. Tujuannya mencegah culture shock saat transisi masuk sekolah.

  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • PHK Sidoarjo

    Hearing DPRD Sidoarjo Hadapi Tantangan PHK, Tenaga Kerja Terampil Jadi Daya Saing Global

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Sidoarjo sebagai kota industri, menghadapi dinamika ketenagakerjaan yang kompleks. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tahun 2025, tercatat 5,75% atau sekitar 69.500 orang dari total angkatan kerja 1,18 juta. Angka itu menunjukkan tren penurunan signifikan, dibanding masa pandemi Covid-19, ketika pengangguran sempat menyentuh 9%. Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sidoarjo, Dwi Eko Saptono, […]

  • Rumah Adat budaya tradisional Bangka Belitung

    Mengenal Kesenian Budaya Tradisional Daerah Bangka Belitung

    • calendar_month Minggu, 15 Sep 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Di balik keindahan alamnya yang memukau, Kepulauan Bangka Belitung menyimpan kekayaan budaya tradisional yang tak kalah menarik. Salah satu permata yang bersinar dari pulau ini adalah kesenian tradisionalnya. Tarian, musik, dan kerajinan tangan khas Bangka Belitung menjadi cerminan sejarah dan kehidupan masyarakatnya yang kaya akan tradisi. Mari kita telusuri lebih dalam pesona […]

  • Melihat Jawa Barat Melalui Kesenian Tradisionalnya

    Melihat Jawa Barat Melalui Kesenian Tradisionalnya

    • calendar_month Jumat, 9 Agt 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Budaya kesenian daerah merupakan bentuk seni yang tumbuh di suatu wilayah, mencerminkan identitas dan tradisi masyarakat setempat. Di Jawa Barat, terdapat berbagai kesenian khas yang mencerminkan kekayaan budaya Sunda. Kesenian ini tidak hanya sebagai hiburan tetapi juga sarana untuk melestarikan nilai-nilai budaya dan sejarah. Wayang Golek Kesenian wayang yang sangat populer dan […]

  • Jurnal Analis Kesehatan Indonesia

    IJMLST Unusa Cetak Sejarah! Jurnal Analis Kesehatan Pertama di Indonesia yang Tembus Scopus dan SINTA 1

    • calendar_month Jumat, 11 Apr 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Kabar membanggakan datang dari dunia akademik Indonesia. Indonesian Journal of Medical Laboratory Science and Technology (IJMLST) milik Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) resmi tercatat dalam Scimago Journal Rank (SJR) 2025 sekaligus menyandang status SINTA 1. Pencapaian ini mencatatkan IJMLST sebagai jurnal pertama di bidang Analis Kesehatan/Teknologi Laboratorium Medik yang berhasil menembus indeks Scopus […]

  • Virus Nipah Indonesia

    Waspada Ancaman Virus Nipah, Zoonosis Mematikan Pemburu Otak

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Ruang Sely
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Sorotan dunia kesehatan kembali tertuju pada ancaman Virus Nipah, sebuah patogen zoonosis yang kapasitasnya untuk melompat antar spesies dan menyebabkan akibat fatal patut diwaspadai. Ancaman kesehatan global ini bukan hanya ditularkan dari inang hewan ke manusia, namun juga berpotensi menyebar antar manusia melalui jejak kontak langsung. Bahaya sesungguhnya terletak pada progresifitas infeksi yang […]

  • Bank Jatim ke OJK

    Anggota DPRD Jatim Laporkan Bank Jatim ke OJK Kasus Kredit Fiktif Rp569 Miliar

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Ruang Gentur
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Buntut dari masih dipertahankannya mama direksi dan komisaris Bank Jatim yang tetap menduduki jabatan. Meski terbukti saat terjadi kasus kredit fiktif Rp 569 milyar Bank Jatim mereka sudah menjabat. Membuat Fraksi PKB DPRD Jatim merasa kurang bisa menerima hasil keputusan panitia seleksi (Pansel) Bank Jatim yang masih memilih mereka. Karena itu melalui anggota […]

expand_less