Breaking News
light_mode
Jumat, 24 Juli 2026

Usung Literasi Digital dan Pemberdayaan Warga, 604 Mahasiswa Unusa Mulai KKN di Surabaya

  • account_circle Mascim
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) secara resmi menerjunkan 604 mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026. Para mahasiswa akan menyebar di 42 Rukun Warga (RW) yang tersebar di lima kecamatan dan tujuh kelurahan di Kota Surabaya untuk mengimplementasikan program pemberdayaan masyarakat berbasis riset.

Pelepasan peserta dilakukan Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Tri Yogi Yuwono, DEA., di kampus setempat, Jumat (24/7) siang. Program ini tidak sekadar memenuhi kewajiban akademik, melainkan menjadi wadah mahasiswa lintas disiplin untuk menyelesaikan persoalan nyata warga kota.

Rektor Unusa menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa harus memberikan dampak yang tidak berhenti di tengah jalan. Pihaknya menginstruksikan agar seluruh capaian di lapangan menjadi pintu masuk bagi riset lanjutan.

“Kami ingin setiap kelompok meninggalkan manfaat yang dapat terus dirasakan masyarakat. Hasil KKN tidak berhenti ketika mahasiswa kembali ke kampus, tetapi menjadi dasar riset, pengabdian dosen, hingga pengembangan program KKN berikutnya,” ujar Prof. Tri Yogi.

Mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Transformasi Kesehatan, Pendidikan dan Bisnis Digital Berkelanjutan”, program ini memadukan mahasiswa dari 12 program studi, mulai dari S1 Keperawatan, Pendidikan Dokter, hingga Sistem Informasi dan Manajemen.

Untuk memastikan program tidak tumpang tindih dan tepat sasaran, Unusa berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Surabaya. Wakil Rektor 3 UNUSA, Prof. Dr. Bambang Sektiari Lukiswanto, DEA., DVM., menyatakan bahwa intervensi di setiap RW sudah dirancang sesuai kebutuhan lokal.

“Jadi bukan hanya setelah KKN selesai, kami akan menindaklanjuti lewat program-program keberlanjutan,” tegas Prof. Bambang.

Salah satu terobosan utama tahun ini adalah Program TIBA (Titik Baca) Perpustakaan Unusa. Ketua Pelaksana KKN, Dr. Gilang Nugraha, menjelaskan bahwa melalui inovasi ini, masyarakat dapat mengakses bahan bacaan digital berbasis kode QR yang relevan dengan kondisi setempat, sekaligus menghadirkan pojok baca fisik untuk memperkuat literasi.

Lebih dari sekadar aktivitas temporer, Dr. Gilang memastikan bahwa seluruh temuan masalah di lapangan akan menjadi bank data. “Seluruh capaian dan permasalahan yang ditemukan di masyarakat akan dimonitor dan dievaluasi sebagai dasar pengembangan riset dosen dan pengabdian kepada masyarakat,” tuturnya.

Dengan pendekatan ini, Unusa berharap mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi sebagai agen perubahan yang mampu menghasilkan solusi konkret serta mendukung pembangunan daerah secara holistik.

  • Penulis: Mascim
expand_less