Breaking News
light_mode
Jumat, 28 Agustus 2026
Beranda » Terkini » Muktamar NU di Persimpangan Moral, Refleksi Prof Muhibbin Soal Nafsu dan Amanah

Muktamar NU di Persimpangan Moral, Refleksi Prof Muhibbin Soal Nafsu dan Amanah

  • account_circle Ruang Gentur
  • calendar_month 56 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jombang, Ruang.co.id – Pengamat Nahdlatul Ulama, Prof. Dr. Achmad Muhibbin Zuhri, menyoroti fenomena politik transaksional dan isu risywah yang mencuat menjelang Muktamar NU ke-35. Ia menekankan bahwa kesalehan ritual tidak otomatis menjadi tameng dari godaan nafsu, ambisi, dan pembenaran diri yang dapat menjerumuskan tokoh agama pada tindakan zalim.

Refleksi itu disampaikan Muhibbin menanggapi dinamika organisasi yang tengah menjadi perhatian publik. Menurutnya, persoalan moral yang dihadapi para elite keagamaan tidak selalu berbentuk dosa yang tampak jelas. Justru godaan paling berbahaya datang ketika seseorang merasa berada di jalur kebenaran, padahal tengah melakukan penyimpangan.

Muhibbin menjelaskan, godaan terhadap manusia bekerja secara bertahap. Pada level awal, setan mendorong manusia berbuat maksiat secara terang-terangan. Tahap ini masih bisa dilawan dengan taubat, istighfar, dan kesadaran keagamaan yang kuat.

Persoalan menjadi lebih kompleks ketika seseorang sudah rajin beribadah. “Ketika manusia sudah rajin beribadah, berdzikir dan beristighfar, maka setan akan menggunakan strategi yang lebih advance,” ujarnya.

Godaan pada tahap itu tidak lagi mengajak manusia meninggalkan agama. Ia menyusup lewat ambisi, fanatisme kelompok, kepentingan pribadi, hingga rasa paling benar. Akibatnya, seseorang bisa melakukan kedzaliman sambil meyakini tindakannya sebagai perjuangan suci.

Dalam konteks Muktamar NU, isu dugaan risywah dan lobi politik menjadi cermin moral bagi seluruh warga nahdliyin. Muhibbin mengingatkan bahwa forum tertinggi organisasi itu seharusnya menjadi ajang memperkuat khidmah kepada umat, bukan sekadar arena kontestasi kepentingan transaksional.

“Yang dipertaruhkan bukan soal siapa menang atau kalah, melainkan marwah organisasi dan kepercayaan umat,” kata Muhibbin.

Ia menambahkan, kelompok yang disebut khawashul ummah atau mereka yang memiliki pengetahuan dan kesalehan tinggi justru rentan terhadap jebakan pembenaran diri. Seseorang bisa merasa sedang membela organisasi atau kepentingan umat, padahal yang dominan adalah hawa nafsu dan ambisi pribadi.

Baca Juga  Wabah PMK Merebak! Eri Cahyadi Siapkan Langkah Tegas untuk Surabaya

“Kepentingan pribadi dapat terlihat seperti kepentingan umat. Ambisi dianggap amanah. Kedzaliman dibungkus argumentasi pembenaran,” tegasnya.

Karena itu, pertanyaan “mengapa ada kiai tapi dhalim” bukan dimaksudkan untuk menghakimi para ulama. Ia adalah alarm moral bagi siapa pun yang memegang amanah, termasuk pengurus organisasi, peserta Muktamar, dan warga NU secara keseluruhan.

Semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin besar pula kebutuhan untuk melakukan introspeksi. Sebab godaan tidak selalu hadir dalam bentuk yang jelas haram. Ia bisa tampil sangat religius: menjaga kelompok, membela organisasi, atau merasa paling memahami kebutuhan umat.

Muktamar NU ke-35, kata Muhibbin, idealnya menjadi momentum menunjukkan bahwa tradisi keulamaan tidak hanya diukur dari banyaknya ibadah. Kejujuran, keadilan, amanah, dan keberanian menolak transaksi yang mencederai kehormatan organisasi menjadi ukuran yang tak kalah penting.

Pada akhirnya, refleksi ini mengajak semua pihak kembali pada prinsip sederhana: jangan sampai merasa memperjuangkan kebenaran, sementara cara yang ditempuh justru menjauhkan diri dari nilai-nilai kebenaran itu sendiri.

“Godaan terbesar bagi orang baik bukan selalu mengajaknya menjadi buruk. Kadang godaan itu membuat seseorang melakukan kesalahan sambil meyakini dirinya sedang melakukan hal yang benar,” pungkas Muhibbin.

  • Penulis: Ruang Gentur

Rekomendasi Untuk Anda

  • Alumni HMI Sidoarjo

    Wabup Mimik Idayana Ajak Kolaborasi Alumni HMI Bangun Sidoarjo

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Pelantikan KAHMI (Korupsi Alumni Himpunan Mahasiswa Islam), FORHATI (Forum Alumni HMI-Wati), HIPKA (Himpunan Pengusaha KAHMI), dipimpin pengurus Jatim kepada alumni HMI, berlangsung di Pendopo Delta Wibawa, menghasilkan komitmen kolaborasi, Kamis (30/4/2026). Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, hadir langsung dalam pelantikan tiga organisasi alumni Himpunan Mahasiswa Islam tersebut. Di pelantikan itu, bergayung […]

  • MTQ XXXII Sidoarjo

    MTQ XXXII Sidoarjo Resmi Dimulai, 520 Peserta Berebut Tiket Menuju MTQ Provinsi Jawa Timur

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo,Ruang.co.id — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXII Tingkat Kabupaten Sidoarjo Tahun 2026, telah berlangsung. Bupati Sidoarjo, Subandi, secara resmi membukanya, di Pendopo Delta Wibawa, Jumat (17/7/2026). Sebanyak 520 peserta dari 18 kecamatan se-Kabupaten Sidoarjo, yang mengikuti MTQ XXXII. Ajang ini berlangsung mulai 17–20 Juli 2026 mendatang. Dari 520 peserta, berkompetisi pada 24 cabang musabaqah putra […]

  • Sengap Prioritaskan Perbaikan Jalan Antosari-Pujungan-Sanda, Dengar Aspirasi Mahasiswa Tabanan

    Sengap Prioritaskan Perbaikan Jalan Antosari-Pujungan-Sanda, Dengar Aspirasi Mahasiswa Tabanan

    • calendar_month Rabu, 20 Nov 2024
    • account_circle Ruang Hadilies
    • 0Komentar

    BALI, Ruang.co.id– Calon Wakil Bupati Tabanan, I Nyoman Ardika (Jro Sengap), bertemu mahasiswa Tabanan untuk membahas infrastruktur. Diskusi tersebut difokuskan pada kondisi memprihatinkan Jalan Antosari-Pujungan-Sanda di Kecamatan Pupuan yang selama dua periode pemerintahan sebelumnya terabaikan. Mahasiswa menyoroti jalan tersebut sebagai jalur vital ekonomi, pendidikan, dan pariwisata, namun kondisinya yang rusak parah meningkatkan biaya transportasi dan […]

  • Pensiun PNS Sidoarjo

    164 PNS Sidoarjo Pensiun: Lembaran Baru Pengabdian Tanpa Batas Waktu

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo,Ruang.co.id — Tahun 2025 menjadi momen penuh makna bagi 164 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Sidoarjo yang resmi memasuki masa purna tugas. Mereka bukan sekadar menutup lembaran karier birokrasi, namun tengah membuka babak baru dalam pengabdian yang lebih luas dan tanpa batas waktu. Dengan perincian 63 orang pensiun di bulan Juni, 54 orang di Juli, […]

  • Sidang Praperadilan

    Kasus Mangkrak Mobil Mewah Disita, Polda Jatim Digugat!

    • calendar_month Rabu, 3 Jul 2024
    • account_circle Ruang Arif
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang,co.id – Sidang Praperadilan Sah dan Tidaknya Penyitaan Barang Bukti (BB) oleh Penyidik Polda Jatim yang diajukan dengan oleh Pemohon Agung Wibowo melalui Kuasa Hukum dari Kantor Hukum HAS & Partners, kembali digelar dengan agenda tanggapan dari pihak Pemohon yang dipimpin oleh Hakim Tunggal, Ni Putu Sri Indayani di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Kuasa […]

  • rokok ilegal Madura

    Aksi Penyelundupan Rokok Ilegal Madura Tumpas di Surabaya, Negara Rugi Miliaran

    • calendar_month Selasa, 12 Nov 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Kepolisian Resort (Polres) Tanjung Perak Surabaya, bekerja sama dengan Bea Cukai, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 7,6 juta batang rokok ilegal berbagai merek. Rokok tanpa cukai tersebut diselundupkan dari Pulau Madura, yang mengakibatkan kerugian negara diperkirakan mencapai Rp10-20 miliar. Kepala Polres Tanjung Perak Surabaya, AKBP William Cornelis Tanasale, menjelaskan bahwa kasus ini mencakup […]

expand_less