Warga Surabaya Keluhkan AC Menyala tetapi Ruangan Gerah? Simak Tipsnya
- account_circle Mascim
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Ilustrasi foto: Warga Perkotaan keluhkan AC menyala tetapi ruangan gerah saat cuaca panas ekstrem, cek kapasitas PK (Foto By AI)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
3 Poin Berita :
- AC yang menyala tetapi ruangan tetap gerah saat cuaca panas ekstrem sering disebabkan kapasitas PK yang tidak sesuai dengan luas ruangan.
- Dennis Sugijanto dari TerbaikAC.id menekankan pentingnya pemilihan PK yang presisi agar ruangan sejuk tanpa pemborosan listrik.
- Suhu luar 37-42°C sepanjang 2026 memperberat kerja kompresor sehingga AC yang terlalu kecil tidak mampu mencapai suhu target.
Ruang.co.id – Cuaca panas ekstrem yang melanda Indonesia sepanjang 2026 membuat banyak warga Surabaya mengeluh AC tidak lagi terasa dingin. Dennis Sugijanto, Chief Marketing Officer TerbaikAC.id, menilai penyebab utamanya bukan pada kebiasaan pemakaian, melainkan kapasitas PK AC yang tidak sesuai dengan luas ruangan. Keluhan serupa dialami Hani, warga Gubeng, Surabaya, yang kamarnya terasa gerah meski AC menyala.
Menurut Dennis, banyak orang salah kaprah menganggap semakin besar PK semakin baik. “Kapasitas harus disesuaikan secara presisi dengan luas ruangan dan kondisi ruang. Jika terlalu kecil, kompresor bekerja ekstra keras tanpa pernah mencapai suhu target,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (16/9/2026).
Simak Tipsnya: Acuan Kapasitas PK Sesuai Luas Ruangan
Perhitungan dasar PK dibagi berdasarkan luas ruangan. Berikut acuannya:
- ½ PK: Cocok untuk ruangan berukuran hingga 10 m² (contoh: 3×3 m).
- ¾ PK: Cocok untuk ruangan berukuran 10 m² hingga 14 m² (contoh: 3×4 m).
- 1 PK: Cocok untuk ruangan berukuran 14 m² hingga 18 m² (contoh: 4×4 m).
- 1,5 PK: Cocok untuk ruangan berukuran 18 m² hingga 24 m².
- 2 PK: Cocok untuk ruangan berukuran 24 m² hingga 36 m².
Faktor Eksternal yang Perlu Diperhatikan
Perhitungan dasar di atas bisa berubah jika ruangan memiliki kondisi khusus. Pastikan menaikkan kapasitas sebesar 0,5 PK jika ruangan Anda memenuhi kriteria berikut:
- Paparan sinar matahari langsung: jendela besar yang menghadap ke barat atau timur membuat suhu ruangan jauh lebih panas.
- Jumlah penghuni: ruangan yang sering diisi lebih dari 3-4 orang dalam satu waktu membutuhkan kapasitas pendinginan ekstra.
- Penggunaan elektronik penghasil panas: ruangan dengan banyak perangkat seperti komputer atau TV menyumbang kalor tambahan.
Hani, warga Gubeng, Surabaya, mengaku AC di kamarnya tidak lagi sedingin biasanya. “AC di kamar saya biasanya dingin, sekarang cuma terasa anginnya. Ruangan tetap gerah, apalagi siang hari panasnya menyengat,” ujarnya. Keluhan ini muncul di tengah cuaca panas yang belakangan melanda Surabaya.
Data BMKG menunjukkan heat index atau kombinasi suhu dan kelembapan membuat tubuh sulit melepas panas. Di kota-kota padat, urban heat effect memperparah kondisi ini. “Kami mengimbau masyarakat mengevaluasi ulang unit AC, terutama yang dipasang bertahun-tahun lalu. Langkah konkretnya, ukur luas ruangan dan konsultasikan dengan teknisi sebelum membeli unit baru,” kata Dennis.
Dennis menegaskan komitmen TerbaikAC.id untuk membantu masyarakat memilih AC yang tepat. “Kami ingin setiap rumah mendapatkan kenyamanan optimal tanpa tagihan listrik membengkak. Edukasi kapasitas PK adalah kunci,” tutupnya. Warga diharapkan tidak hanya mengandalkan suhu rendah, tetapi juga memperhatikan kelembapan dan sirkulasi udara.
- Penulis: Mascim

