Breaking News
light_mode
Selasa, 27 Oktober 2026
Beranda » Pendidikan » Sejarah Pertempuran Surabaya 10 November: Perjuangan Heroik dalam Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

Sejarah Pertempuran Surabaya 10 November: Perjuangan Heroik dalam Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

  • account_circle Ruang Ilham
  • calendar_month Senin, 9 Des 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Surabaya, Ruang.co.id – Pertempuran Surabaya 10 November 1945 adalah salah satu peristiwa paling heroik dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Pertempuran ini menjadi tonggak penting dalam mempertahankan kedaulatan negara yang baru merdeka dari penjajahan, sekaligus menginspirasi perjuangan rakyat di seluruh nusantara.

Peristiwa yang setiap tahunnya menjadi sebagai Hari Pahlawan ini melibatkan pengorbanan luar biasa dari para pejuang dan rakyat Surabaya.

Latar belakang pertempuran ini bermula dari proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Setelah Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu, kekuasaan di Indonesia berada dalam situasi transisi. Meskipun kemerdekaan telah diproklamasikan, Belanda melalui Netherlands Indies Civil Administration (NICA), berusaha kembali menguasai Indonesia dengan dukungan Sekutu. Surabaya, sebagai kota penting di Jawa Timur, menjadi salah satu wilayah yang diperebutkan.

Aksi Heroik Bung Tomo

Bung Tomo (sumber wikipedia)

Ketegangan di Surabaya meningkat pada akhir Oktober 1945 ketika Brigadir Jenderal A.W.S. Mallaby, pemimpin pasukan Inggris yang datang untuk melucuti tentara Jepang, tiba di kota tersebut. Mallaby menjalin komunikasi dengan para pemimpin lokal, termasuk Gubernur Jawa Timur Soerjo dan pemimpin laskar rakyat. Namun, niat Inggris yang dianggap mendukung kembalinya Belanda menciptakan kecurigaan di kalangan rakyat Surabaya.

Pada 27 Oktober 1945, terjadi insiden yang memicu eskalasi konflik. Inggris mendesak rakyat Surabaya untuk menyerahkan senjata mereka. Ultimatum ini memicu perlawanan sengit.

Insiden terbesar terjadi pada 30 Oktober 1945, ketika Mallaby tewas dalam sebuah baku tembak di Jembatan Merah. Kematian Mallaby memicu kemarahan pasukan Inggris, yang kemudian mengirimkan ultimatum pada 9 November 1945.

Ultimatum ini mengharuskan rakyat Surabaya menyerah tanpa syarat dan menyerahkan senjata mereka. Jika tidak terpenuhi, Inggris mengancam akan melakukan serangan besar-besaran.

Baca Juga  Negeri Pelauw Kembangkan Potensi Wisata Lewat Pelatihan Desa Cerdas

Ultimatum ini ditolak mentah-mentah oleh rakyat Surabaya. Dipimpin oleh tokoh-tokoh seperti Bung Tomo, yang melalui siaran radio membakar semangat juang rakyat, Surabaya bersiap menghadapi serangan besar.

Pada 10 November 1945, Inggris melancarkan serangan dengan kekuatan penuh, termasuk tank, artileri berat, dan pesawat tempur. Namun, rakyat Surabaya, dengan segala keterbatasan, melawan dengan semangat membara.

pertempuran Surabaya 10 November

Ilustrasi pertempuran 10 November 1945 di Surabaya

Peringatan 10 November sebagai Hari Pahlawan

Pertempuran berlangsung selama tiga minggu. Surabaya menjadi lautan api, dengan korban jiwa yang sangat besar di kedua belah pihak. Kurang lebih puluhan ribu rakyat, termasuk pejuang lokal, gugur dalam pertempuran ini.

Meski pada akhirnya Surabaya jatuh ke tangan Inggris, perlawanan heroik rakyat kota ini mengirimkan pesan kuat kepada dunia internasional bahwa Indonesia tidak akan menyerah pada penjajahan.

Pertempuran Surabaya tidak hanya memiliki dampak lokal, tetapi juga nasional dan internasional. Secara nasional, peristiwa ini mempersatukan rakyat Indonesia dalam semangat melawan penjajahan. Secara internasional, keberanian rakyat Surabaya menarik perhatian dunia dan memengaruhi opini internasional terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Indonesia memperingati Hari Pahlawan yang setiap tanggal 10 November adalah pengakuan atas pengorbanan dan keberanian para pahlawan yang telah mempertaruhkan nyawa demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Semangat perjuangan mereka tetap relevan hingga kini, menginspirasi generasi muda untuk terus menjaga kedaulatan dan kemerdekaan bangsa.

Pertempuran Surabaya menjadi simbol perlawanan rakyat Indonesia yang pantang menyerah. Dalam kenangan bangsa, Surabaya tidak hanya menjadi “Kota Pahlawan,” tetapi juga saksi bisu atas kekuatan semangat, persatuan, dan tekad untuk merdeka yang menggetarkan dunia.

Sejarah ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah, melainkan hasil perjuangan yang penuh pengorbanan.

Baca Juga  Luncurkan Mobil Terbaru, Tim Sapuangin ITS Siap Pertahankan Juara
  • Penulis: Ruang Ilham

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengelolaan limbah medis RSUD Karsa Husada

    Komisi D DPRD Jatim Tinjau Pengelolaan Limbah Medis RSUD Karsa Husada Batu

    • calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
    • account_circle Ruang Gentur
    • 0Komentar

    Batu, Ruang.co.id – Untuk melakukan tugas legislasi yakni memonitor pengelolaan sampah dan limbah rumah sakit. Komisi E DPRD Jawa Timur melakukan kunjungan kerja ke RSUD Karsa Husada Batu selasa, (5/8). Dalam kunjungan kerja yang dipimpin wakil ketua komisi D, Khusnul Arif tersebut, rombongan didampingi kepala dinas lingkungan hidup (DLH) provinsi Jatim Dr Nurkholis dan direktur […]

  • destinasi hits Banyuwangi

    Liburan Makin Asyik! Banyuwangi Catat Lonjakan Wisatawan di 2024

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2025
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Banyuwangi, Ruang.co.id – Kabar seru buat kalian para pejuang liburan! Banyuwangi, yang selalu punya daya tarik magis buat wisatawan, sukses mencatat lonjakan pengunjung hingga 7% di tahun 2024. Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Taufik Rohman, dengan bangga mengumumkan bahwa total kunjungan mencapai 3.405.145 orang, melampaui target yang ditetapkan pemerintah kabupaten. Wisata Banyuwangi Melejit […]

  • Kronologi Evakuasi Tim SAR

    Tragedi Longsor Cangar Mojokerto! 10 Korban Tewas Tertimbun, Ini Kronologi Evakuasi Tim SAR

    • calendar_month Jumat, 4 Apr 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Hujan deras yang mengguyur kawasan Pacet-Cangar, Kabupaten Mojokerto, berubah menjadi bencana memilukan ketika tanah longsor menerjang dua kendaraan yang melintas. Sepuluh nyawa tak terselamatkan dalam tragedi ini, termasuk seorang balita berusia 3,5 tahun. Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) pun digerakkan secara masif melibatkan puluhan unsur relawan dan instansi terkait. Berikut Kronologi Evakuasi Tim […]

  • kata-kata sedih yang terpendam

    25 Kata-kata Sedih yang Terpendam, Tersirat Saat Berucap

    • calendar_month Selasa, 18 Mar 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Ada momen di mana seseorang tertawa, berbicara seperti biasa, tapi di balik itu semua, ada kesedihan yang tersimpan rapi. Tidak semua luka harus diumbar, tidak semua air mata harus terlihat. Kadang, yang paling menyakitkan adalah kata-kata yang tersirat, bukan yang diucapkan secara langsung. Apakah kamu pernah mendengar seseorang berkata, “Aku baik-baik saja,” tetapi […]

  • Ilustrasi kehilangan Dompet berisi kartu dan uang. (by AI)

    Mahasiswa Unair Kehilangan Dompet Berisi E-KTP, STNK, dan KTM di Perjalanan Surabaya-Sidoarjo

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Seorang mahasiswa semester akhir Univ. Airlangga (Unair) Surabaya, mengaku kehilangan sebuah dompet berwarna hitam, berisikan surat berharga dan penting untuk keperluan perkuliahan dan aktivitas sehari – harinya. Dompet tersebut hilang dalam perjalanan rute Surabaya menuju Sidoarjo. Peristiwa ini diperkirakan terjadi di kawasan Sidoarjo pada hari Kamis sore kemarin (24/9/2026). Korban bernama Putra Andhika […]

  • Bupati Porprov Jatim

    Bupati Subandi Tantang Wali Kota Eri di Porprov Jatim 2027, Ambisi Juara Umum dengan Janjikan Bonus Meningkat Pesat

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Bupati Sidoarjo Subandi memberikan penegasan serius target besar pada ajang Porprov Jatim 2027 mendatang. Pemkab Sidoarjo siap bersaing ketat dengan Kota Surabaya, demi merebut posisi puncak sebagai juara umum. Tidaklah heran dalam pidato sambutannya di acara penutupan Porkab. Sidoarjo 2026, Bupati Subandi menantang Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, di ajang Porprov 2027. […]

expand_less