Breaking News
light_mode
Selasa, 27 Oktober 2026
Beranda » Kolom » Suara Tanpa Nurani: Menjaga Etika dan Cinta dalam Komunikasi Publik Berbasis AI di Ranah Keluarga

Suara Tanpa Nurani: Menjaga Etika dan Cinta dalam Komunikasi Publik Berbasis AI di Ranah Keluarga

  • account_circle Ruang redaksi
  • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Aulia Dikmah Kiswahono
Pranata Humas Ahli Pertama Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur

Ruang.co.id – Di tengah era disrupsi digital, kehadiran kecerdasan buatan (AI) dalam komunikasi publik menjadi keniscayaan. AI kini digunakan dalam berbagai fungsi, mulai dari merancang narasi kebijakan, merespons keluhan masyarakat, hingga menyusun strategi kampanye perubahan perilaku. Namun, saat algoritma menggantikan manusia dalam menyampaikan pesan khususnya dalam konteks keluarga dan nilai muncul pertanyaan mendasar: apakah suara yang terdengar masih membawa nurani?

Transformasi digital di sektor publik telah memunculkan dilema etis yang belum sepenuhnya terjawab. Dalam Global Forum on the Ethics of Artificial Intelligence 2024 di Slovenia, UNESCO menekankan pentingnya pendekatan etis, transparan, dan berpusat pada manusia dalam pemanfaatan AI, khususnya untuk sektor publik. Melalui inisiatif bersama G7, UNESCO menggarisbawahi perlunya tata kelola AI yang mempertimbangkan hak asasi manusia, privasi, dan keberagaman budaya. Namun, UNESCO juga mengakui bahwa tantangan besar masih mengemuka dalam menjaga aspek emosional, etis, dan inklusif dalam komunikasi yang dijalankan oleh negara.

Dalam konteks keluarga Indonesia, komunikasi tidak sekadar proses transfer informasi. Ia melibatkan nilai-nilai tradisional, emosi, dan kepercayaan yang telah mengakar turun-temurun. Ketika pesan tentang parenting, kesehatan reproduksi, atau 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) disampaikan melalui sistem otomatis tanpa intervensi manusia, risikonya bukan hanya kehilangan makna, tetapi juga degradasi nilai-nilai kemanusiaan.

Zuboff, seorang profesor Harvard, dalam bukunya The Age of Surveillance Capitalism: The Fight for a Human Future at the New Frontier of Power (2019), memperingatkan bahwa teknologi yang lepas dari kontrol manusia dapat mengubah cara kita berinteraksi secara fundamental. Ia menegaskan bahwa pengalaman manusia kini menjadi bahan baku untuk data perilaku, sehingga tujuan teknologi bergeser dari sekadar membantu menjadi membentuk perilaku. Dalam konteks komunikasi keluarga, ini berarti hilangnya esensi kasih sayang dan empati yang menjadi fondasi hubungan manusia.

Baca Juga  MELOMPATI PAGAR LOGIKA

Di Indonesia, data dari Data Reportal 2024 mencatat terdapat 139 juta pengguna aktif media sosial, atau setara dengan 49,9% dari total populasi. Jika dilihat dari populasi pengguna internet, angka ini bahkan mencapai 75%, menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pengguna media sosial terbesar di dunia. Khusus kelompok remaja, data Kementerian Komunikasi dan Informatika 2023 menunjukkan bahwa 93,52% remaja aktif menggunakan media sosial, dengan WhatsApp menjadi platform dominan yang juga kerap menjadi saluran komunikasi dalam keluarga.

Fenomena ini mengisyaratkan potensi besar pemanfaatan chatbot dan AI dalam komunikasi publik yang menyasar keluarga. Namun, seiring peluang tersebut, muncul pula keraguan mendasar: mampukah komunikasi yang disampaikan mesin sepenuhnya memahami konteks emosional dan nilai budaya dalam keluarga? Banyak kalangan mulai mempertanyakan efektivitas pesan-pesan sensitif seperti seputar parenting atau kesehatan reproduksi jika disampaikan tanpa sentuhan empati manusia. Dalam ranah inilah keterlibatan manusia tetap krusial, bukan sekadar sebagai pengawas teknologi, tetapi sebagai penjaga nurani dalam setiap interaksi.

UNESCO dalam rekomendasinya mengenai Etika Kecerdasan Buatan menekankan prinsip “human oversight” sebagai pilar utama. Prinsip ini dikenal dengan istilah Human-in-the-Loop (HITL), yaitu memastikan ada pengawasan dan intervensi manusia dalam setiap tahapan proses kerja AI. Penerapan prinsip ini sangat relevan untuk konteks komunikasi publik keluarga di Indonesia.

Dalam program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) yang diusung Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, penerapan HITL menjadi sangat penting. Pesan-pesan seputar keluarga berencana, kesehatan ibu dan anak, maupun pendidikan seksual tidak bisa hanya disampaikan melalui pendekatan teknis. Diperlukan pemahaman akan konteks budaya, nilai-nilai lokal, serta sensitivitas emosional yang hanya bisa dipahami oleh manusia.

Baca Juga  Perkara Pengosongan Lahan dan Legalitas Peralihan Hak (Kasus Nenek Elina VS Samuel), Hukum Dikangkangi?

Contoh kasus bisa dilihat dari kampanye digital seputar ASI eksklusif. AI mungkin mampu menyusun pesan yang secara medis tepat. Namun, tanpa pemahaman atas tekanan sosial yang dihadapi ibu muda, tantangan ekonomi keluarga, atau stigma terhadap ibu bekerja, pesan tersebut berisiko tidak relevan atau bahkan menyakitkan bagi audiens.

Komunikasi dalam keluarga memiliki karakteristik unik yang berbeda dengan komunikasi publik lainnya. Pertama, ia bersifat personal dan emosional. Kedua, ia sarat dengan nilai-nilai budaya yang kontekstual. Ketiga, komunikasi keluarga harus peka terhadap perbedaan generasi, status sosial ekonomi, dan latar belakang pendidikan.

Tanpa mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, penerapan AI dalam komunikasi keluarga bisa kontraproduktif. Misalnya, pesan KB yang menggunakan istilah medis mungkin sulit dipahami masyarakat berpendidikan rendah. Sebaliknya, pesan yang terlalu disederhanakan bisa dianggap merendahkan oleh kelompok terdidik. Bahkan, jika tidak memahami nilai budaya lokal, pesan AI bisa saja bertentangan dengan norma masyarakat, menimbulkan resistensi terhadap program pemerintah.

Penolakan total terhadap AI tentu bukan solusi. Teknologi ini memiliki potensi efisiensi dan jangkauan yang besar. Yang dibutuhkan adalah integrasi AI dengan kebijaksanaan manusia. Strategi yang bisa diterapkan antara lain: sistem verifikasi berlapis yang melibatkan ahli multidisiplin; pelatihan AI menggunakan dataset yang mencerminkan keberagaman budaya Indonesia; dan mekanisme umpan balik dari masyarakat untuk evaluasi berkelanjutan.

UNESCO melalui G7 Toolkit for AI in the Public Sector telah menyediakan kerangka kerja implementasi AI yang bertanggung jawab. Prinsip-prinsip seperti transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik menjadi kunci dalam memastikan bahwa komunikasi berbasis AI tetap manusiawi. Dalam konteks keluarga, ini berarti masyarakat harus diberitahu kapan mereka berbicara dengan mesin, dan kapan dengan manusia.

Baca Juga  Otak, Algoritma, dan Adiksi Digital: Mengapa Kita Sulit Melepaskan Media Sosial?

Berdasarkan uraian di atas, beberapa rekomendasi strategis yang bisa diusulkan antara lain: pertama, menyusun standar etika khusus untuk komunikasi AI dalam ranah keluarga yang berbasis nilai budaya Indonesia. Kedua, memperkuat kapasitas SDM pemerintah dan lembaga keluarga dalam mengawasi komunikasi AI. Ketiga, membangun infrastruktur teknologi yang memungkinkan integrasi yang mulus antara sistem otomatis dan intervensi manusia.

Selain itu, indikator keberhasilan komunikasi perlu diperluas, tak hanya mengukur efektivitas penyampaian informasi, tetapi juga dampak emosional dan kultural dari pesan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa AI benar-benar menjadi alat bantu yang memperkuat, bukan menggantikan, nilai-nilai kemanusiaan.

Pada akhirnya, tantangan utama kita bukan hanya bagaimana menggunakan AI, tetapi bagaimana menjaga agar komunikasi publik tetap memiliki roh kemanusiaan. Karena dalam konteks keluarga di mana cinta, kepercayaan, dan empati menjadi landasan utama suara tanpa nurani bukanlah solusi. AI mungkin bisa bicara, tapi hanya manusia yang bisa benar-benar menyentuh hati.

 

Referensi:
DataReportal (2024). Digital 2024: Indonesia. Retrieved from https://datareportal.com;

UNESCO (2024). Ethics of Artificial Intelligence – G7 Toolkit for the Public

Sector:
Zuboff, S. (2019). The Age of Surveillance Capitalism. Public Affairs

  • Penulis: Ruang redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Yang rentan terkena virus hmpv

    Siapakah yang Rentan Terkena Virus HMPV? Yuk, Cari Tahu di Sini!

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Human Metapneumovirus atau yang dikenal sebagai HMPV adalah virus yang menyerang sistem pernapasan manusia. Meski virus ini sering dianggap sebagai flu biasa, infeksi HMPV dapat menjadi serius, terutama pada kelompok rentan. Sejak ditemukan pada tahun 2001, virus ini terus menjadi perhatian dunia medis karena dampaknya yang tidak bisa dianggap remeh. Dengan gejala […]

  • Kontingen MTQ Sidoarjo

    Sidoarjo Lepas Kontingen MTQ XXXI, Target Juara Umum Kembali

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Suasana haru mewarnai pelepasan 54 kontingen Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Sidoarjo, yang akan berlaga pada MTQ XXXI tingkat Provinsi Jawa Timur di Jember, Rabu (10/9/2025). Prosesi pelepasan berlangsung di halaman Kantor Pemkab Sidoarjo dengan kehadiran Bupati Subandi, Sekda Fenny Apridawati, Ketua DPRD Abdillah Nasih, serta pejabat terkait lainnya. Bupati Subandi menyampaikan […]

  • Remisi Natal Narapidana Jawa Timur

    413 Narapidana di Jawa Timur Raih Remisi Natal 2024: Apresiasi atas Perilaku Baik

    • calendar_month Selasa, 24 Des 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Sebanyak 413 narapidana di Jawa Timur menerima remisi khusus Hari Raya Natal 2024. Remisi ini diberikan oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur sebagai bentuk penghargaan atas perilaku baik para narapidana selama menjalani hukuman. Dari total 523 narapidana beragama Kristen di Jawa Timur, 413 dinyatakan memenuhi syarat untuk mendapatkan remisi. […]

  • Hari Pahlawan BKKBN Jawa Timur

    BKKBN Jatim Gaungkan Semangat Pahlawan demi Generasi Bebas Stunting

    • calendar_month Minggu, 10 Nov 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur (Jatim) menggelar upacara bendera dengan penuh semangat nasionalisme di halaman kantornya, Jalan Airlangga No. 31-32, Surabaya, pada Minggu (10/11/2024). Para pegawai BKKBN Jawa Timur hadir mengenakan kostum ala pejuang kemerdekaan, menciptakan suasana yang menghayati perjuangan pahlawan dalam […]

  • Cara mendapatkan survey di YouGov

    Cara Mendapatkan Banyak Survey di YouGov dan Mengumpulkan Poin dengan Cepat

    • calendar_month Minggu, 16 Feb 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – YouGov adalah platform survei online yang memungkinkan penggunanya untuk berpartisipasi dalam berbagai survei dan mendapatkan poin yang bisa ditukar dengan hadiah menarik. Dengan semakin berkembangnya YouGov Indonesia, kini lebih banyak orang yang bisa bergabung dan meraih manfaat dari setiap survey yang diikuti. YouGov bukan hanya tempat untuk mengisi survei, tetapi juga platform yang […]

  • Pelantikan PWDPI Sidoarjo

    Pelantikan PWDPI Sidoarjo! Kemitraan Tanpa Proposal, Langkah Awal Pers Mandiri

    • calendar_month Jumat, 25 Apr 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Kesibukan terlihat di area Fave Hotel Jalan Jenggolo No. 15 Sidoarjo, tempat akan digelarnya pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Wartawan Demokrasi Indonesia (PWDPI) Kabupaten Sidoarjo pada Jumat malam, 25 April 2025, pukul 19.00 WIB. Tim pelaksana tampak berjibaku memastikan semua aspek teknis dan acara siap sesuai dengan rundown. Mulai dari pemasangan […]

expand_less