Breaking News
light_mode
Rabu, 28 Oktober 2026
Beranda » Terkini » Rapat Dengar Pendapat: Reklamasi Kenjeran Ditolak Nelayan Surabaya

Rapat Dengar Pendapat: Reklamasi Kenjeran Ditolak Nelayan Surabaya

  • account_circle Ruang Gentur
  • calendar_month Kamis, 3 Okt 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Surabaya, Ruang.co.id – Puluhan warga yang tergabung dalam Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) cabang kota Surabaya dan LKMD masyarakat nelayan serta petani tambak di Surabaya dengan tegas menolak reklamasi laut yang berada di sekitar pantai Kenjeran Surabaya.Penolakan dari para nelayan yang tergabung dalam masyarakat maritim madani ini disampaikan langsung dalam rapat dengar pendapat di ruang badan musyawarah DPRD Jawa Timur, Kamis (3/10) petang.

Rapat dengar pendapat itu dipimpin langsung oleh ketua DPRD sementara Anik Maslachah, didampingi anggota DPRD lainnya, yaitu Lilik Hendrawati dari Fraksi PKS, Ony Setiawan dari PDIP, dan dr. Sriatun dari PKB.

Selain diikuti masyarakat nelayan dan anggota DPRD, hadir pula dalam rapat, Kepala Dinas Kelautan Provinsi (DKP) Isa Anshori yang didampingi beberapa stafnya serta beberapa pimpinan OPD pemprov Jatim yang terkait dengan masalah tersebut.

Selain dari unsur pemerintahan Jatim, hadir pula rombongan tim direksi dari PT Granting Jaya yang dipimpin direktur utamanya Luis dan owner perusahaan Setiyadi Yudo. Perusahaan inilah yang menjadi pengembang yang akan mengerjakan proyek reklamasi laut Kenjeran.

Perusahaan ini berdalih sudah mendapatkan izin dari Kementerian KKP pusat untuk mengerjakan proyek reklamasi dengan membuat pulau baru di sekitar daerah perairan Kenjeran yang masih termasuk Selat Madura.

Dengan alasan sudah mendapat izin dari pusat dan diperbolehkan melaksanakan proyek membuat pulau baru seluas 182 hektar, perusahaan tersebut bersiap segera melaksanakan pengerjaannya yang menurut mereka sudah menjadi program proyek strategis nasional (PSN).

Namun demikian, dalam rapat dengar pendapat tersebut, pihak developer yakni PT Granting Jaya tidak diperbolehkan memaparkan rencana proyek tersebut dalam rapat itu. Hal ini karena saat ketua rapat Anik Maslachah akan memberi kesempatan pihak developer bicara, langsung diputus oleh para pimpinan elemen nelayan dan warga nelayan. Warga hanya ingin mendengarkan penjelasan dari pihak DKP Jawa Timur tentang mekanisme pemberian izin reklamasi tersebut. Beberapa pimpinan nelayan dari wilayah Bulak Banteng, Tambak Bayan, hingga Rungkut menyela pembicaraan ketua DPRD sementara yang akan memberikan kesempatan pihak PT Granting Jaya bicara.

Baca Juga  Abolisi dan Amnesti: Sahlan Azwar Beberkan Hukum Indonesia Tumbang oleh Politik

“Kami tidak mau mendengar pihak PT Granting bicara. Kami hanya minta pihak DKP Jatim yang berbicara menjelaskan mengapa izin bisa diberikan kepada mereka. Karena sudah jelas-jelas merusak ekosistem laut dan menjadikan nelayan tidak bisa mencari ikan. Di rapat ini kami hanya menginginkan pihak DKP dan DPRD yang bicara. Dari PT Granting nanti, biarkan terakhir. Karena kami sudah tahu akan kemana arah bicaranya,” tegas beberapa sesepuh dan perwakilan nelayan yang menolak pihak PT Granting Jaya bicara dalam forum tersebut.

Penolakan itu membuat Anik Maslachah akhirnya memberikan kesempatan dari pihak DKP untuk menjelaskan. Namun demikian, Kadis DKP Isa Anshori sepertinya hanya menjelaskan seputar aturan tentang reklamasi. Sedangkan yang memberi izin adalah pihak Kementerian KKP. Sehingga pihaknya tidak punya kewenangan untuk mencabut izin reklamasi itu.

“Saya mengerti aspirasi bapak-ibu yang ada di sini. Tapi bukankah perizinan sudah dikeluarkan dari pusat, karena masuk dalam proyek strategis nasional (PSN) sehingga kami tidak punya wewenang. Bahkan proyek ini sudah mendapat persetujuan presiden,” ujar Isa seakan terkesan melemparkan beban masalah reklamasi itu ke pihak kementerian KKP.

Kemudian setelah pihak DKP dan dinas terkait lainnya berbicara, para nelayan bergantian berbicara. Bahkan ahli teknologi kelautan dari ITS, Prof. Mustain juga angkat bicara dan menjelaskan tentang manajemen pengerjaan proyek reklamasi yang harus melibatkan masyarakat nelayan.

Namun hingga rapat berakhir, belum ada kesimpulan yang dapat diambil dalam rapat itu. Namun sebagian besar warga nelayan dengan tegas menolak reklamasi, karena merusak ekosistem laut yang berdampak pada pendangkalan laut sehingga tidak ada ikan yang bersarang di sekitarnya. Sehingga nelayan kehilangan mata pencaharian.

Ketua DPC HNSI Surabaya Heru SR mengatakan bahwa nelayan Jawa Timur merupakan penghasil ikan terbesar nomor satu di Indonesia dengan hasil tangkapan ikan lebih dari seratus ribu ton per hari. Karena itu, proyek reklamasi ini harus dikaji kembali. Jika masih diteruskan, sebaiknya dipindah ke luar wilayah perairan Surabaya.

Baca Juga  HUT Jatim ke-81 Dibuka dengan Selawat, Ribuan Warga Padati DPRD Jatim

Rapat dengar pendapat itu akhirnya berakhir lewat Maghrib. Karena alat kelengkapan dewan belum terbentuk, sehingga ketua DPRD sementara, menampung terlebih dahulu penolakan para nelayan ini dan akan menindaklanjuti kembali jika alat kelengkapan dewan sudah terbentuk dan berjalan normal.

Sementara itu, usai RDP, anggota DPRD dari PKS Lilik Hendrawati mengatakan, pihaknya belum mengetahui detail tentang bagaimana proyek reklamasi ini. Karena adanya rapat ini terjadi setelah warga nelayan melakukan demo sebelumnya beberapa waktu lalu. Sehingga pihaknya hanya memfasilitasi agar mendengar langsung dari kedua belah pihak. Namun kenyataannya pihak pengembang masih belum mendapat kesempatan berbicara.

“Kami masih akan mendalami masalah ini dengan mempelajari dulu rencana proyeknya. Nanti kalau sudah ada alat kelengkapan dewan baru kita akan bahas lebih dalam lagi,” tutup Lilik yang sebelumnya menerima para nelayan yang masuk dalam dapilnya itu

  • Penulis: Ruang Gentur

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pordasi Sidoarjo Target Porprov

    Lompatan Baru Berkuda Sidoarjo, Bidik Perolehan Emas Porprov 2027 Lewati Capaian Lama

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Di bawah terik pagi di arena berkuda Desa Kalidawir, Yussar Stable and Riding Club, di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Selasa (2/6/2026), semangat para atlet muda berkuda Sidoarjo terasa menyala. Derap kaki kuda yang berpacu di lintasan, sebagai simbol harapan besar menuju Porkab. Sidoarjo 2026 dan Porprov Jatim 2027. Panitia Lomba Berkuda Sidoarjo ini, […]

  • polrestabes ungkap narkoba

    Polrestabes Surabaya Amankan 40 Kilo Sabu dan 26.019 Ekstasi Gagal Beredar di Surabaya

    • calendar_month Senin, 29 Apr 2024
    • account_circle Ruang Arif
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Polrestabes Surabaya melalui Unit I dan Unit III Sat Resnarkoba berhasil mengungkap peredaran narkotika jenis sabu dan ekstasi. Selain barang bukti, dua tersangka diamankan dengan barang bukti puluh kilo sabu dan puluhan ribu butir ekstasi. “Pengungkapan jaringan narkoba Sumatera-Jawa ini dilakukan di dua waktu, dan jaringan ini saling berkaitan,” kata Kapolrestabes Surabaya, […]

  • Pemilihan Dekan FH UWKS

    Heboh! Pemilihan Dekan FH UWKS Surabaya Diterpa Indikasi Curang

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Ruang.co.id — Proses pemilihan Dekan Fakultas Hukum Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) yang semestinya menjadi panggung integritas akademik, kini justru menjadi sorotan tajam publik kampus. Keputusan akhir yang menetapkan Dr. Edi Krisharyanto, S.H., M.H., sebagai dekan periode 2025–2029, memunculkan polemik internal, lantaran diduga kuat tidak mencerminkan hasil suara senat fakultas yang sah. Dalam dokumen pengumuman […]

  • Nissan PHK

    Otomotif Nissan PHK 20.000 Karyawan: Air Mata Sunyi di Tengah Baja dan Mesin

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) besar – besaran tak hanya terjadi pada industri di Indonesia. Dampak krisis ekonomi global juga menimpa sebuah industri otomotif di Jepang. Ratusan wajah lesu tampak memadati halaman pabrik Nissan yang sebentar lagi akan berhenti beroperasi. Nissan Motor Co. resmi mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja terhadap hingga 20.000 karyawannya di […]

  • Tragedi Mutiara Regency

    Tragedi Berdarah SPT Bupati Eksekusi Tembok Mutiara Regency, Belasan Warga Terluka, Satu Rawat Inap di RS dan Kecaman DPRD

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Upaya pembongkaran paksa tembok pembatas Perumahan Mutiara Regency Sidoarjo, berujung jatuh korban setidaknya belasan warga terluka psikis dan fisik. Tragedi berujung kekerasan itu, berlangsung sekitar 10.00 WIB pada Kamis (29/1/2026). Itu terjadi akibat bentrok fisik tak terhindarkan antara ratusan petugas Satpol PP Kab. Sidoarjo melawan warga, saat petugas datang dari jalan utama […]

  • Fenomena Bulan Purnama 2025

    7 Fenomena Bulan Purnama 2025 yang Wajib Ditunggu, dari Pink Moon hingga Harvest Moon!

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Tahun 2025 menjadi tahun yang istimewa bagi para pecinta astronomi dan budaya langit. Selain Pink Moon yang sudah terkenal, masih ada enam fenomena Bulan Purnama lain yang tak kalah memesona. Setiap Bulan Purnama ini tidak hanya menawarkan keindahan visual tetapi juga menyimpan cerita budaya yang mendalam. Pink Moon: Keindahan Bulan April yang Penuh […]

expand_less