Breaking News
light_mode
Selasa, 13 Oktober 2026
Beranda » Terkini » Rapat Dengar Pendapat: Reklamasi Kenjeran Ditolak Nelayan Surabaya

Rapat Dengar Pendapat: Reklamasi Kenjeran Ditolak Nelayan Surabaya

  • account_circle Ruang Gentur
  • calendar_month Kamis, 3 Okt 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Surabaya, Ruang.co.id – Puluhan warga yang tergabung dalam Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) cabang kota Surabaya dan LKMD masyarakat nelayan serta petani tambak di Surabaya dengan tegas menolak reklamasi laut yang berada di sekitar pantai Kenjeran Surabaya.Penolakan dari para nelayan yang tergabung dalam masyarakat maritim madani ini disampaikan langsung dalam rapat dengar pendapat di ruang badan musyawarah DPRD Jawa Timur, Kamis (3/10) petang.

Rapat dengar pendapat itu dipimpin langsung oleh ketua DPRD sementara Anik Maslachah, didampingi anggota DPRD lainnya, yaitu Lilik Hendrawati dari Fraksi PKS, Ony Setiawan dari PDIP, dan dr. Sriatun dari PKB.

Selain diikuti masyarakat nelayan dan anggota DPRD, hadir pula dalam rapat, Kepala Dinas Kelautan Provinsi (DKP) Isa Anshori yang didampingi beberapa stafnya serta beberapa pimpinan OPD pemprov Jatim yang terkait dengan masalah tersebut.

Selain dari unsur pemerintahan Jatim, hadir pula rombongan tim direksi dari PT Granting Jaya yang dipimpin direktur utamanya Luis dan owner perusahaan Setiyadi Yudo. Perusahaan inilah yang menjadi pengembang yang akan mengerjakan proyek reklamasi laut Kenjeran.

Perusahaan ini berdalih sudah mendapatkan izin dari Kementerian KKP pusat untuk mengerjakan proyek reklamasi dengan membuat pulau baru di sekitar daerah perairan Kenjeran yang masih termasuk Selat Madura.

Dengan alasan sudah mendapat izin dari pusat dan diperbolehkan melaksanakan proyek membuat pulau baru seluas 182 hektar, perusahaan tersebut bersiap segera melaksanakan pengerjaannya yang menurut mereka sudah menjadi program proyek strategis nasional (PSN).

Namun demikian, dalam rapat dengar pendapat tersebut, pihak developer yakni PT Granting Jaya tidak diperbolehkan memaparkan rencana proyek tersebut dalam rapat itu. Hal ini karena saat ketua rapat Anik Maslachah akan memberi kesempatan pihak developer bicara, langsung diputus oleh para pimpinan elemen nelayan dan warga nelayan. Warga hanya ingin mendengarkan penjelasan dari pihak DKP Jawa Timur tentang mekanisme pemberian izin reklamasi tersebut. Beberapa pimpinan nelayan dari wilayah Bulak Banteng, Tambak Bayan, hingga Rungkut menyela pembicaraan ketua DPRD sementara yang akan memberikan kesempatan pihak PT Granting Jaya bicara.

Baca Juga  Pahlawan Darah 50 Kali Disambut Apresiasi Wali Kota dan Bantuan PT Matahari Sakti

“Kami tidak mau mendengar pihak PT Granting bicara. Kami hanya minta pihak DKP Jatim yang berbicara menjelaskan mengapa izin bisa diberikan kepada mereka. Karena sudah jelas-jelas merusak ekosistem laut dan menjadikan nelayan tidak bisa mencari ikan. Di rapat ini kami hanya menginginkan pihak DKP dan DPRD yang bicara. Dari PT Granting nanti, biarkan terakhir. Karena kami sudah tahu akan kemana arah bicaranya,” tegas beberapa sesepuh dan perwakilan nelayan yang menolak pihak PT Granting Jaya bicara dalam forum tersebut.

Penolakan itu membuat Anik Maslachah akhirnya memberikan kesempatan dari pihak DKP untuk menjelaskan. Namun demikian, Kadis DKP Isa Anshori sepertinya hanya menjelaskan seputar aturan tentang reklamasi. Sedangkan yang memberi izin adalah pihak Kementerian KKP. Sehingga pihaknya tidak punya kewenangan untuk mencabut izin reklamasi itu.

“Saya mengerti aspirasi bapak-ibu yang ada di sini. Tapi bukankah perizinan sudah dikeluarkan dari pusat, karena masuk dalam proyek strategis nasional (PSN) sehingga kami tidak punya wewenang. Bahkan proyek ini sudah mendapat persetujuan presiden,” ujar Isa seakan terkesan melemparkan beban masalah reklamasi itu ke pihak kementerian KKP.

Kemudian setelah pihak DKP dan dinas terkait lainnya berbicara, para nelayan bergantian berbicara. Bahkan ahli teknologi kelautan dari ITS, Prof. Mustain juga angkat bicara dan menjelaskan tentang manajemen pengerjaan proyek reklamasi yang harus melibatkan masyarakat nelayan.

Namun hingga rapat berakhir, belum ada kesimpulan yang dapat diambil dalam rapat itu. Namun sebagian besar warga nelayan dengan tegas menolak reklamasi, karena merusak ekosistem laut yang berdampak pada pendangkalan laut sehingga tidak ada ikan yang bersarang di sekitarnya. Sehingga nelayan kehilangan mata pencaharian.

Ketua DPC HNSI Surabaya Heru SR mengatakan bahwa nelayan Jawa Timur merupakan penghasil ikan terbesar nomor satu di Indonesia dengan hasil tangkapan ikan lebih dari seratus ribu ton per hari. Karena itu, proyek reklamasi ini harus dikaji kembali. Jika masih diteruskan, sebaiknya dipindah ke luar wilayah perairan Surabaya.

Baca Juga  17 Tahun KAI Melangkah: Advokat Muda Tancapkan Tonggak Hukum di Surabaya

Rapat dengar pendapat itu akhirnya berakhir lewat Maghrib. Karena alat kelengkapan dewan belum terbentuk, sehingga ketua DPRD sementara, menampung terlebih dahulu penolakan para nelayan ini dan akan menindaklanjuti kembali jika alat kelengkapan dewan sudah terbentuk dan berjalan normal.

Sementara itu, usai RDP, anggota DPRD dari PKS Lilik Hendrawati mengatakan, pihaknya belum mengetahui detail tentang bagaimana proyek reklamasi ini. Karena adanya rapat ini terjadi setelah warga nelayan melakukan demo sebelumnya beberapa waktu lalu. Sehingga pihaknya hanya memfasilitasi agar mendengar langsung dari kedua belah pihak. Namun kenyataannya pihak pengembang masih belum mendapat kesempatan berbicara.

“Kami masih akan mendalami masalah ini dengan mempelajari dulu rencana proyeknya. Nanti kalau sudah ada alat kelengkapan dewan baru kita akan bahas lebih dalam lagi,” tutup Lilik yang sebelumnya menerima para nelayan yang masuk dalam dapilnya itu

  • Penulis: Ruang Gentur

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPU Jawa Timur Masa tenang Pemilu

    KPU Jatim Gelar Doa Bersama Lintas Agama di Surabaya untuk Sukseskan Pemilu

    • calendar_month Minggu, 24 Nov 2024
    • account_circle Ruang Gentur
    • 1Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Menjelang masa tenang dan waktu coblosan lancar, KPU Jatim menggelar acara doa bersama enam agama sekaligus, yakni Islam, Kristen, Katholik, Budha, Hindu dan Kong Hu Chu. Doa bersama yang dihadiri pula oleh Pj Gubernur ini digelar di gedung Dyandra Convention Center, sabtu (23/11) malam. Sebelum doa bersama, disampaikan sambutan dari ketua KPU […]

  • lipstik matte lembut

    Rahasia Bibir Sehat Tapi Bold dengan Lipstik Matte Lembut Laura Mercier – Tahan 16 Jam!

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Bibir bold dengan warna yang memukau seringkali diiringi efek samping: kering, pecah-pecah, dan perlu touch-up berkala. Tapi, kabar baik buat beauty lovers! Caviar Smoothing Matte Lipstick dari Laura Mercier hadir dengan solusi inovatif: matte tahan lama 16 jam, tapi bibir tetap lembap berkat kandungan Vitamin E dan Hyaluronic Acid. Bagi yang aktif bekerja […]

  • Film Avatar: Fire & Ash

    Siap Menjelajah ke Pandora Bersama Film Avatar: Fire and Ash, Cek Tanggal Rilisnya

    • calendar_month Minggu, 10 Nov 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Pandora Kembali Menyapa!! Penggemar film epik fiksi ilmiah bersiaplah untuk kembali ke dunia Pandora yang memukau! Sutradara visioner, James Cameron, telah mengumumkan bahwa sekuel ketiga dari franchise Avatar siap tayang.  Avatar: Fire and Ash, akan dirilis pada tanggal 19 Desember 2025. Setelah kesuksesan besar dari Avatar (2009) dan Avatar: The Way of […]

  • Ketum PWDPI

    Pers di Era Digital: Masihkah Jadi Penjaga Api Demokrasi?

    • calendar_month Senin, 21 Apr 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Jakarta, Ruang.co.id – Ketua Umum Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI), M. Nurullah RS, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi dunia pers saat ini. Menurutnya, pers sedang dalam posisi sulit dan kehilangan pijakan sebagai salah satu pilar utama demokrasi. “Media kini lebih banyak bertahan hidup, bukan lagi bersaing sehat. Bahkan, mereka kalah pamor dari para penyebar ‘narasi […]

  • BPJS Kesehatan Prolanis

    BPJS Kesehatan Sidoarjo Gandeng Pers Tabuh Genderang Lawan Diabetes dan Hipertensi Lewat Prolanis

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id — BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo memperkuat sinergi bersama insan Pers, melalui Media Gathering, di Kantor BPJS Sidoarjo, Rabu (17/12/25), guna mengoptimalkan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis), demi menyelamatkan ribuan nyawa dari ancaman komplikasi diabetes serta hipertensi. Langkah strategis ini bukan sekadar seremonial, melainkan upaya konkret dalam menghadapi tren penyakit tidak menular yang kian […]

  • Pantun Diplopasi

    Wajib Bangga! Indonesia Gaungkan Pantun, Diplomasi Budaya di Forum Internasional

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Ruang.co.id — Di tengah derasnya arus globalisasi dan digitalisasi, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, tampil konsisten menjaga denyut tradisi melalui pelestarian sastra lisan: pantun. Lewat kegiatan Memperkasa Pantun Nusantara ke-4 yang digelar di Brunei Darussalam, Indonesia menegaskan posisi strategisnya sebagai benteng kekuatan lunak budaya serumpun. Acara yang diikuti […]

expand_less