Cicit Syaikhona Kholil Sambut Positif Penutupan Munas NU
- account_circle Ruang Gentur
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Muhammad Nasih Aschal, cicit Syaikhona Kholil, menyambut positif rencana penutupan Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026 di Bangkalan, Jawa Timur. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruang.co.id – Muhammad Nasih Aschal, cicit Syaikhona Muhammad Kholil, menyambut positif
remcana penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama – Konfrensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) yang bakal digelar di Bangkalan.
Penutupan tersebut menjadi rangkaian dari kegiatan Munas yang akan berlangsung di Ponpes Al Falah Ploso, Kediri, Sabtu 20 Juni 2026 ini.
Menurut Ra Nasih sapaan Muhammad Nasih Aschal, sejauh ini memang sudah ada komunikasi terkait rencana penutupan Munas dan Konbes di Bangkalan. Terlebih, rencananya akan dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Memang hasil keputusan pleno itu menetapkan penutupan itu rencananya akan dilakukan di Bangkalan,” ujar Ra Nasih.
Munas dan Konbes menjadi forum strategis untuk membahas berbagai agenda keorganisasian, keumatan, dan kebangsaan. Forum ini juga menjadi bagian dari konsolidasi Nahdlatul Ulama menjelang pelaksanaan Muktamar NU. Munas NU tersebut digelar di Ploso Kediri, kemudian, setelah itu peserta akan digeser ke Bangkalan untuk penutupan. Tepatnya, di STAI Pesantren Syaichona Moh Cholil Bangkalan. Ra Nasih yang juga anggota DPRD Jatim ini menegaskan bahwa, lokasi penutupan telah dilakukan survei oleh PBNU. Hasilnya, secara kelayakan, tempatnya sudah dianggap memadai.
“Tinggal bagaimana mempersiapkan teknis-teknisnya itu nanti,” tegas Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Jatim ini.
Lantaran pentingnya agenda ini, Ra Nasih berharap bahwa Munas-Konbes menjadi momentum untuk semakin merekatkan antar lini di NU. Utamanya, bisa betul-betul mengakhiri dinamika internal PBNU yang sebelumnya sempat mencuat di publik. PBNU harus kembali guyub. Sehingga, akhirnya bisa menghasilkan keputusan tepat.
“Guyub rukun itu memang identiknya agar tidak ada lagi dinamika konflik yang berkepanjangan dan tentu karena NU ini menjadi salah satu ujung tombak bangsa ini, makanya ya harus harus bisa selesai dengan baik,” terang Ra Nasih.
Sementara itu Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) juga telah mengundang Presiden Prabowo Subianto untuk hadir dan memberikan amanat pada penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama – Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2026.
Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengatakan pembukaan Munas – Konbes NU direncanakan digelar di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, pada Sabtu, 20 Juni.
Sementara penutupan direncanakan berlangsung di STAI Pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan, Jawa Timur, pada 23 Juni 2026, apabila jadwal Presiden memungkinkan, penutupan itu akan dihadoro Presiden.
- Penulis: Ruang Gentur
