Breaking News
light_mode
Sabtu, 12 September 2026
Beranda » Lifestyle » Bagaimana Media Sosial Mempengaruhi Duck Syndrome?

Bagaimana Media Sosial Mempengaruhi Duck Syndrome?

  • account_circle Ruang Ilham
  • calendar_month Kamis, 16 Jan 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Surabaya, Ruang.co.id – Media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari hampir semua orang. Platform seperti Instagram, TikTok, dan Twitter dipenuhi dengan potret kehidupan yang tampaknya sempurna. Tanpa disadari media sosial ini juga telah memunculkan fenomena duck syndrome.

Foto-foto liburan mewah, pencapaian karier, atau momen bahagia bersama keluarga sering kali menjadi sorotan. Namun, di balik itu semua, ada banyak hal yang tidak terlihat. Sama seperti bebek yang tampak meluncur mulus di atas air tetapi mendayung dengan susah payah di bawah permukaan, banyak orang yang merasa perlu menyembunyikan perjuangan mereka demi menjaga citra yang “sempurna” di media sosial.

Duck Syndrome adalah istilah yang semakin dikenal, terutama di kalangan generasi muda. Fenomena ini menggambarkan bagaimana seseorang tampak tenang dan baik-baik saja di permukaan, tetapi sebenarnya berjuang keras menghadapi tekanan dan stres di bawah permukaan. Menariknya, media sosial sering kali memperkuat fenomena ini. Jadi, apa sebenarnya hubungan antara Duck Syndrome dan media sosial?

Ketika seseorang melihat konten yang menampilkan kehidupan orang lain yang tampak ideal, perasaan membandingkan diri sendiri sering kali muncul. “Kenapa hidupku tidak seindah mereka?” atau “Apa yang salah dengan aku?” adalah pertanyaan yang mungkin terlintas di benak banyak orang.

Hal ini dapat menyebabkan tekanan untuk terus menunjukkan versi terbaik diri sendiri, meskipun itu berarti menyembunyikan rasa lelah, kesedihan, atau stres yang sebenarnya dirasakan.

Ilusi Kesempurnaan dan Validasi Sosial

Masalahnya, media sosial hanya menampilkan sebagian kecil dari kehidupan seseorang — bagian yang dianggap layak untuk dipamerkan. Foto liburan tidak menunjukkan berapa banyak kerja keras yang dibutuhkan untuk mewujudkannya.

Postingan tentang promosi jabatan tidak menceritakan malam-malam lembur yang penuh tekanan. Begitu pula dengan momen bahagia yang sering kali hanya menutupi tantangan-tantangan di balik layar.

Baca Juga  Kenali Body Dysmorphia dalam Diri Kita

Akibatnya, ilusi kesempurnaan ini membuat banyak orang merasa semakin tertekan untuk tampil “baik-baik saja” di hadapan dunia.

Duck Syndrome juga sering diperburuk oleh ekspektasi yang muncul dari media sosial. Misalnya, tekanan untuk terus mendapatkan likes atau komentar positif dapat membuat seseorang merasa bahwa nilai dirinya ditentukan oleh validasi dari orang lain.

Hal ini menciptakan lingkaran setan di mana seseorang terus berusaha menyembunyikan sisi rapuhnya demi mempertahankan citra sempurna.

Sisi Positif Media Sosial

Namun, tidak semua tentang media sosial bersifat negatif. Jika digunakan dengan bijak, media sosial juga dapat menjadi alat untuk saling mendukung dan berbagi pengalaman.

Semakin banyak orang yang berani berbicara tentang perjuangan mereka, semakin banyak pula kesadaran tentang pentingnya kesehatan mental. Ini adalah langkah positif untuk mengurangi stigma dan membantu orang lain merasa bahwa mereka tidak sendirian.

Jadi, apa yang bisa dilakukan? Kuncinya adalah kesadaran.

Mengingat bahwa apa yang terlihat di media sosial sering kali hanyalah bagian kecil dari kehidupan seseorang adalah langkah pertama untuk mengurangi tekanan. Selain itu, penting untuk berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain dan lebih fokus pada perjalanan pribadi.

Dengan cara ini, media sosial bisa menjadi ruang yang lebih sehat dan mendukung, bukan sekadar tempat untuk pamer.

Duck Syndrome dan media sosial adalah dua hal yang saling terkait di era modern ini. Memahami hubungan ini dapat membantu kita lebih bijaksana dalam menggunakan media sosial dan menjaga kesehatan mental di tengah dunia yang serba cepat.

 

  • Penulis: Ruang Ilham

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kritik Fraksi PKS terhadap Raperda BUMD

    Fraksi PKS Kritisi Tata Kelola Raperda Investasi BUMD Mojokerto

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Mojokerto Kab, Ruang.co.id – DPRD Kabupaten Mojokerto menggelar rapat paripurna di graha wichesa DPRD Kabupaten Mojokerto lantai 2 di Jalan R.A. Basuni Kecamatan Sooko pada Rabu (11/03/2026). Rapat Paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD Khoirul Amin dari Fraksi Partai Nasdem, didampingi Hartono dari Fraksi PDIP, dan Winajat dari Fraksi Partai Golkar. Selain anggota DPRD dari berbagai […]

  • Surabaya Bersholawat bersama Habib Syech

    Surabaya Bersholawat bersama Habib Syech

    • calendar_month Minggu, 23 Jun 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Surabaya Bersholawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, di halaman Gelora Bung Tomo (GBT) Kota Surabaya, Sabtu (22/6/2024) malam. Surabaya Bersholawat kali ini merupakan pengajian akbar yang digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Direktur Utama PT. Metatu Nusantara Jaya (PT. MNJ), H. Abdul Rohim. Acara ini juga dihadiri oleh para Habib […]

  • Logistik Pilkada Sidoarjo 2024

    KPU Sidoarjo Pastikan Logistik Pilkada 2024 Terdistribusi Aman dan Tepat Waktu

    • calendar_month Senin, 25 Nov 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 1Komentar

    Sidoarjo, Ruang co.id – Komisi Pemliha Umum (KPU) Kabupaten Sidoarjo memastikan semuanya pengiriman C-Undanga telah sampai di tempat tujuan KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) masing – masing, dan oleh petugas KPPS langsung diberikan kepada warga pemilih kab. Sidoarjo di Pilkada serentak 2024. Begitu pula dengan pengiriman atau pendistribusian Kebutuhan Logistik Pilkada 2024 untuk wilayah Sidoarjo, […]

  • Beasiswa Sidoarjo

    Dinsos Sidoarjo Tebang Pilih Larang Anak Jurnalis Terima Beasiswa Pendidikan, Ini Alasannya

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sidoarjo R. Martha Wara Kusuma, memastikan 500 mahasiswa penerima beasiswa 2026, berasal dari keluarga tidak mampu berstatus buruh serabutan, sementara anak jurnalis dan pekerja swasta resmi dicoret dari daftar penerima. Kebijakan diskriminatif ini terungkap saat rapat dengar pendapat antara Dinsos Sidoarjo dengan Komisi D DPRD Sidoarjo, sepekan menjelang […]

  • Ivan Sugianto pelaku perundungan SMA Gloria

    Perundungan di SMA Gloria, Ivan Sugianto Resmi Jalani Proses Hukum

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2025
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Kasus perundungan yang mengguncang SMA Gloria Surabaya memasuki babak baru. Ivan Sugianto, tersangka utama dalam kasus ini, resmi diserahkan ke Kejaksaan Negeri Surabaya pada Senin (13/1) pukul 10.00 WIB. Status berkas kasus ini telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Polrestabes Surabaya, menandai kesiapan untuk proses persidangan. Kasi Humas Polrestabes Surabaya, Rina Shanty, […]

  • Lirik Lagu Lola Young Messy

    Lirik, Terjemahan dan Makna Lagu Lala Young “Messy”

    • calendar_month Minggu, 26 Jan 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Lola Young merilis “Messy”, sebuah lagu yang menjadi sorotan baru dalam perjalanan musiknya. Secara garis besar, lagu ini menceritakan tentang perasaan frustrasi dan kesepian seseorang dalam sebuah hubungan. Lirik lagu Messy ini sangan menyentuh. Seseorang merasa tidak pernah cukup baik di mata pasangannya dan keinginan untuk diterima apa adanya. Ia ingin pasangannya mencintainya […]

expand_less