Fuad Bernardi Serap Aspirasi Warga Soal Pembangunan SMAN-SMKN Baru dan Solusi Problematika Remaja
- account_circle Ruang Gentur
- calendar_month 45 menit yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

Anggota DPRD Jatim Fuad Bernardi menyerap aspirasi warga Surabaya yang meminta pendirian sekolah negeri baru dan solusi masalah remaja dalam reses di RW 05 Mojo. (Gentur)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Poin Utama :
- Fuad Bernardi, Anggota DPRD Jatim, menyerap aspirasi warga Surabaya yang mendesak pembangunan SMAN dan SMKN baru karena tidak ada penambahan sekolah negeri sejak lama.
- Ketiadaan lahan Pemprov di Surabaya menjadi kendala utama sehingga Fuad mengusulkan pemanfaatan lahan eks BUMN seperti bekas Pabrik Karung Ngagel Timur yang memerlukan hibah dari pemerintah pusat.
- Selain pendidikan, reses mengungkap kebutuhan mendesak wadah konseling bagi remaja Gen Z dan Fuad mengusulkan solusi pemanfaatan masjid sebagai pusat konseling gratis di lingkungan warga.
Ruang.co.id – Permintaan sebagian besar warga kota Surabaya agar Pemprov Jawa Timur Membangun sekolah SMAN dan SMKN baru, banyak dijumpai di setiap reses yang dilakukan
Anggota DPRD Jawa Timur Fuad Bernardi. Namun, karena lahan milik Pemprov Jatim yang berada di kota Surabaya ini lebih banyak milik Pemerintah kota Surabaya, sehingga semua harus dilakukan pembahasan terlebih dahulu dengan pihak Pemkot.
Namun dalam reses yang dilakukan Fuad di balai RW 05 Mojo, jumat malam (31/7). Muncul beberapa alternatif lain untuk membangun sekolah SMA dan SMK negeri baru dengan memanfaatkan lahan eks BUMN yang sudah tutup dan berada di tengah kota. Seperti misalnya bekas lahan Pabrik Karung di Jl Ngagel Timur ataupun lahan bekas PN Iglas yang berada di Jl Ngagel. Namun aset-set BUMN tersebut milik Pemerintah pusat, sehingga semua tergantung dari pemerintah pusat. Akan tetapi sebenarnya bisa diajukan permohonan oleh Pemprov dalam hal ini gubernur agar meminta bantuan agar tanah tersebut dihibahkan ke Pemprov.
Menurut Fuad, memang kalau di tengah kota nyaris tidak ada lahan kosong yang bisa dibuat sekolah. Kalaupun ada lahannya kecil, yakni di Baratajaya. Sedangkan kalau mau yang kebih luas bsnyak di daerah Gunubg Anyar, namun itu milik Pemkot.
“Saya berkali-kali melakukan pendekatan dan berkomunikadi dengan pihak Pemkot untuk masalah penyediaan lahan ini. Namun sejauh ini baru tahap pembahasan dan belum sampai pada kesepakatan. Namun demi rakyat saya tetap melakukan komunikasi tersebut,” ujar Fuad.
Politikus PDIP Perjuangan itu juga mengatakan, sejak dirinya sekolah SMA hingga sekarang memang belum ada penambahan sekolah SMA negeri di Surabaya Padahal jumlah masyarakatnya banyak. Karena itu usai reses masa persidangan III Tahun sidang 2025-2026 ini, aspirasi ini akan dibawa ke forum rapat DPRD yang lebih besar agar aspirasi masyarakat ini bisa dipenuhi.
Selain masalah pendidikan dan permintaan sekolah baru dalam reses tersebut juga muncul aspirasi terkait denga problematika remaja atau Gen Z. Banyak di antara mereka membutuhkan wadah konseling atau konsultasi, terutama untuk persoalan kejiwaan yang sulit diselesaikan sendiri. Konseling ke rumah sakit pun belum menjadi pilihan yang mudah diakses.
Menanggapi hal tersebut, Fuad mengusulkan pemanfaatan masjid sebagai pusat kegiatan sekaligus tempat konseling bagi anak muda maupun orang dewasa.
“Menanggapi aspirasi untuk mengatasi problematika remaja dengan bimbingan konseling ini, saya menawarkan solusi diantaranya dengan memanfaatkan masjid sebagai pusat kegiatan sekaligus tempat konseling. Sehingga tidak perlu sewa tempat. Nanti saya akan koordinasi dengan RT dan RW, apakah bisa dijadwalkan secara rutin atau sesuai jumlah peserta,” kata putra dari mantan Walikota dan Menteri Sosial Tri Rismaharini ini menegaskan.
Diharapkan dengan adanya bimbingan konseling di tempat-tempat ibadah ataupun yang tempat umum di lingkungan yang dekat, Fuad yakin masalah problem remaja di kota Surabaya bisa berkurang.
- Penulis: Ruang Gentur

Saat ini belum ada komentar