Breaking News
light_mode
Rabu, 28 Oktober 2026
Beranda » Hukrim » Gara-gara Benih Lobster, Sucipto Dan Suryadi Kini Diadili

Gara-gara Benih Lobster, Sucipto Dan Suryadi Kini Diadili

  • account_circle Ruang M Andik
  • calendar_month Selasa, 10 Sep 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Surabaya, Ruang.co.id – Sucipto dan Suryadi diseret di Pengadilan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rista Erna Soelistiowati dari  Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, terkait perkara Pengiriman Benih Bening Lobster secara Ilegal sebanyak 4.200 Benih Lobster Pasir dan 4.000 Benih Lobster Mutiara

Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Taufan Mandala dengan agenda keterangan Ahli di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Dalam sidang kali ini, JPU Hajita Cahyo Nugroho menghadirkan Titin, ahli dari Dinas Perikan Provinsi Jawa Timur.

Titin menyampaikan bahwa, benih lobter dibedakan hanya pada warnanya (bening) dan ada juga ada Lobster untuk konsumsi. Jadi sebenarnya nelayan bisa menangkap benih lobster, asal harus ada INB, kemudian di bentuklah kelompok nelayan serta dibuatkan surat keterangan dari Desa yang menyebutkan wilayah tangkap sesuai Domisili, kemudian dibuatkan rekomendasi ke Kabupaten lalu diteruskan ke Dinas Provinsi dengan menetapkan kuota penangkapan.

“Kalau cuma hanya memegang NIB, namun belum mendapatkan surat rekomendasi berarti itu ilegal,” tegas ahli dihadapan Majelis Hakim. Senin (09/09/2024).

Disingung oleh Penasehat Hukum terdakwa apakah diperbolehkan nelayan mengekspor lobster? ” jawabnya diperbolehkan, asal sudah ada izinnya. Karena untuk ekspor itu harus ada surat perjanjian ekspor dan untuk izinnya yang mengeluarkan adalah Kementrian Perikanan dan kelautan

“Disamping itu, yang memiliki izin ekspor setahu saya ada 4 perusahaan (PT).” Jelasnya.

Lanjut JPU Hajita menanyakan terkait izin penangkapan hanya INB aja apakah bisa.

Titin menjelaskan bahwa, INB itu hanya dasar saja. Karena setalah punya KTP kemudian bisa diterbitkan INB, kemudian membentuk kelompok nelayan dan tercatat nama-namanya. Jadi prosesnya berjenjang.

“Belum lagi ada izin pembudidayaan, ada juga izin pengepulan,” katanya.

Untuk diketahui berdasarkan surat dakwaan JPU menyebutkan bahwa, perkara ini pada hari Rabu tanggal 24 Juli 2024, sekira pukul 10 00 WIB, terdakwa Suryadi menghungi Sucipto untuk memastikan apakah Benih Bening Lobster sudah ada dan dijawab oleh terdakwa “nanti dikumpulkan yang pending UANG SIAP” dan selanjutnya, pada sore harinya terdakwa Sucipto menyerahkan uang sejumlah Rp 5 juta sebagai tanda jadi dan juga memastikan ketersediana BBL pesanan.

Baca Juga  Kritik Budayawan Taufik Monyong Terhadap Kasus Korupsi Dana Hibah Pokmas Jatim

Bahwa, hari Kamis tanggal 25 Juli 2024 sekitar pukul 21 00 WIB, terdakwa Sucipto selaku penjual BBL berangkat menuju rumah terdakwa Suryadi dengan mengunakan mobil Pajero Sport warna Putih Nopol B 1312 BJW untuk mengirim BBL sebanyak 3 box setreafom dan bertemu dengan Suryadi di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorajo Kabupaten Banyuwangi, untuk selanjutnya secara bersama-sama menuju Gudang milik terdakwa Suryadi di Dusun Kemunduran Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, untuk dilakukan perhitungan jumlah keseluruhan BLL dan sekaligus pembayaran penulasan.

Bahwa, hari Jumat tanggal 26 Juli 2024 sekitar pukul 00.30 WIB, petugas dari Subdigekkum Dripolair Polda Jatim melakukan pemeriksaan Mobil Pajero Pajero Sport warna Putih Nopol B 1312 BJW yang dikemudikan oleh terdakwa Sucipto, yang diduga mengakut Benih Bening Lobster tanpa dilengkapi dengan dokumen di Jalan Iintas. Situbondo-Banyuwangi, setalah dilakukan pemeriksaan petugas menemukan 3 Storeoftoam bensi 75 kantong Benih Bening Lobeter. Kemudian petugas melalukan pengembangan ke sebuah gudang penyimpanan di Desa Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi ditemukan satu buah setreafom yang berisi 49 kantong plastik BBL.

Kemudian petugas membawa kedua terdakwa ke Kantor Poliar Polda Jatim berserta barang bukti BBL jenis Pasir sekitar 4.200 dan BBL jenis Mutiara sebanyak 4.000 yang rencananya akan dikirim ke Surabaya atas pesanan Agus masih Buron.

Bahwa terdakwa Sucipto mendapatkan BBL dari Nelayan dengan cara membeli seharga Rp 10.000 perekornya dan dijual 12.000 perekor.

Atas perbuatan para terdakwa didakwa dengan Pasal 88 Jo Pasal 16 ayat (1). UU RI Nomer 31 Tahun 2004 tentang Perikanan Jo Pasal 45 tahun 2009 tentang perubahan UU RI No 31 tahun 2004.

  • Penulis: Ruang M Andik

Rekomendasi Untuk Anda

  • The Legend of Aang 2026

    The Legend of Aang Bangkit Kembali: Petualangan Baru Avatar di 2026 yang Bikin Nostalgia

    • calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Penggemar Avatar: The Last Airbender bersiap merayakan comeback epik! Setelah 20 tahun vakum, dunia bending akhirnya kembali lewat film animasi The Legend of Aang yang dijadwalkan tayang 9 Oktober 2026. Proyek ini digarap oleh Paramount Pictures dengan sutradara Lauren Montgomery (Voltron: Legendary Defender) dan William Mata (The Witcher: Nightmare of the Wolf), menjanjikan […]

  • Wanita Independen bisa jadi lebih manja

    Mengenal Sisi Lain Wanita Independen, Ternyata Bisa Lebih Manja dan Butuh Perhatian

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Ketika mendengar istilah “wanita independen,” apa yang terlintas di benakmu? Karir cemerlang, kepribadian kuat, dan kemampuan untuk berdiri di atas kaki sendiri? Semua itu benar, tapi tahukah kamu bahwa di balik kemandirian tersebut, wanita independen juga punya sisi manja dan membutuhkan perhatian? Stereotip yang sering melekat pada wanita mandiri adalah bahwa mereka […]

  • Manfaat Minuman kombucha

    Kombucha: Minuman Ajaib yang Lagi Hits, Apa Aja Sih Manfaatnya Buat Tubuh?

    • calendar_month Rabu, 18 Des 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Pernah dengar minuman yang namanya kombucha? Minuman fermentasi satu ini lagi hits banget di kalangan anak muda. Rasanya yang unik, sedikit asam, dan sedikit manis bikin banyak orang ketagihan. Tapi, selain rasanya yang enak, ternyata kombucha juga punya segudang manfaat buat kesehatan tubuh, lho! Kombucha sebenarnya adalah teh yang difermentasi dengan bantuan […]

  • Emak-emak Arimbi Merah Putih

    Pelantikan Presiden 2024: Emak-emak Arimbi Merah Putih Rayakan dengan Nobar dan Tumpeng

    • calendar_month Minggu, 20 Okt 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Puluhan ibu yang tergabung dalam organisasi Emak-emak Arimbi Merah Putih dan Gardu Prabowo Sidoarjo menggelar acara syukuran dengan potong tumpeng dan nonton bareng (nobar) dalam rangka menyambut pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, di Gedung MPR RI, Senayan, Jakarta, pada Minggu (20/10). Acara potong tumpeng […]

  • Cap Kapal Checkmate Junior Championship

    150 Pecatur Muda Berlaga di Cap Kapal Checkmate Junior Championship Kenjeran

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Turnamen catur Cap Kapal Checkmate Junior Championship digelar Sabtu, 19 September 2026, di Bay Arena Kenjeran, Surabaya. Ajang ini menjadi bagian dari Run Fest Garam dan perayaan ulang tahun Garam Cap Kapal. Sebanyak 150 pecatur muda turut ambil bagian. Senin, (21/9). Ketua King Knight Kreatif, Hesnud Daulah, M.Psikolog, menyampaikan bahwa turnamen ini dirancang […]

  • Bupati Sidoarjo Sidak Produsen Tahu

    Wujudkan Tahu Ramah Lingkungan di Tropodo, UMKM Bebas Limbah B3

    • calendar_month Minggu, 18 Mei 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id — Langkah tegas dan cepat ditunjukkan Bupati Sidoarjo Subandi dalam menangani isu lingkungan di sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM). Dalam inspeksi mendadak ke sejumlah produsen makanan Tahu di Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Subandi meminta pelaku usaha segera menghentikan penggunaan bahan bakar dari limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Kunjungan ini bukan semata […]

expand_less