Breaking News
light_mode
Selasa, 27 Oktober 2026
Beranda » Peristiwa » Keluarga Korban Ponpes Al Khoziny Menyuarakan Hati ke Basarnas, Desak Evakuasi 24 Jam dan Minta Izin untuk Bantu Evakuasi

Keluarga Korban Ponpes Al Khoziny Menyuarakan Hati ke Basarnas, Desak Evakuasi 24 Jam dan Minta Izin untuk Bantu Evakuasi

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sidoarjo, Ruang.co.id – Aktivitas evakuasi dan pencarian korban di hari ke empat, yang diduga masih ada korban yang tertimbun di reruntuhan material bangunan Musalah dan asrama putra Ponpes Al Khoziny, diwarnai permintaan dan desakan keluarga/ wali maupun kerabat santri korban.

Mereka sekitar puluhan orang yang mewakili keluarga korban yang belum ditemukan, Kamis malam (2/10/2025) sekitar pukul 18.00 WIB mendatangi tenda posko BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), sebagai tempat pusat informasi dan koordinasi pengendalian lapangan tragedi ambruknya bangunan Musalah dan asrama putra Ponpes Al Khoziny.

Kedatangan mereka menyuarakan isi hatinya disambut oleh Kolonel Emi Freezer sebagai Kasubdit RDPO dan KMM Direktorat Operasi Basarnas (sub-direktorat Pengarahan & Pengendalian Operasi Bencana dan Kondisi Membahayakan Manusia), dan Kolonel Nanang Sigit PH., S.IP., MM. (Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan/ Kakansar Basarnas Surabaya), dengan ramah dan tanpa emosional untuk berdialog.

Merek menanyakan keberadaan nasib korban santri yang belum ditemukan. Khusnul Khotimah asal Desa Sukolilo, Bangkalan Madura, mewakili keluarga dari dua adik sepupunya sebagai korban yang belum ditemukan, salah satunya bernama Achmad Alby Fahri (bin Moch Nawari.

Dan seorang kakak dari atas nama korban Syamsul Arifin bin Adnan Sholeh asal Desa Gelis, Kecamatan Konang, Kabupaten Bangkalan, Madura.

Dua nama tersebut, memang terdaftar resmi sebagai korban dalam pencarian, yang tercatat di data laman Tanggap Darurat Sidoarjo.

Baca Juga  Empat Santri Korban Reruntuhan Bangunan Al Khoziny Berhasil Dievakuasi, Dipastikan Satu Tewas

Sedangkan sepupu dari Khusnul Khotimah yang satunya lagi bernama Muhammad Zaky bilamana yang dimaksudkan atas nama korban M. Zaky Ibrahim (13), merupakan korban yang tercatat dalam data korban berhasil ditemukan dievakuasi, dan kini dirawat inap di RSUD RT. Notopuro Sidoarjo, dalam kondisi luka berat.

Puluhan korban yang mengajak dialog di posko Basarnas, meminta penjelasan dan merasa cukup kecewa dengan kinerja tim evakuasi dan pencarian korban di lokasi kejadian bangunan ambruk, yang dianggapnya lamban.

Sedangkan informasi yang mereka ketahui, bahwa mulai Kamis ini, resmi dinyatakan evakuasi menggunakan alat berat, karena tiga macam alat deteksi pencarian korban dan analisa tim assesmennya nihil, yang diduga dan dimungkinkan tidak ada lagi tanda – tanda korban hidup.

“Kami ingin mendapatkan kepastian informasi yang jelas untuk hari ini, apakah sudah ada korban lagi yang ditemukan? Kalau melihat kerjanya di lokasi bangunan runtuh memantau dari video (real time video) proses evakuasi di posko, yang kerja diatas reruntuhan kok tampak tiga sampai empat orang, terus tim evakuasi yang lainnya mana?,” tanya kecewa salah seorang perwakilan wali santri.

“Sejak diputuskan evakuasi pakai alat berat mulai hari ini, kami pasrah dan Ikhlas pak. Tapi kalau kerjanya lamban begini, kapan adik saya bisa ditemukan dan diselamatkan?. Kami sedih pak kalau sampai adik saya membusuk di reruntuhan bangunan itu pak, kalau itu korban adik bapak, gimana perasaan bapak kalau melihat evakuasi lamban gini?,” tanya lagi bernada kecewa.

Rasa kecewa mereka bertambah, ketika tim evakuasi material reruntuhan bangunan sejak sore sekitar pukul 17.00 WIB tadi tim Basarnas berhenti istirahat. Mereka berharap dan mendesak, evakuasi dilakukan 24 jam dan semua alat berat yang ada dioperasikan maksimal, agar terjadi percepatan temuan korban yang masih tersisa dalam pencarian.

Baca Juga  Doa dan Usaha Tak Henti untuk Santri di Reruntuhan Ponpes Al Khoziny

Sedangkan kedua kolonel dari tim Basarnas ini dengan sabar dan telah berupaya menjelaskan SOP pekerjaan evakuasi dan pencarian korban dengan sebaik – baiknya, menjawabnya tidak dengan memancing emosi dan keributan kepada perwakilan wali santri.

Sekalipun Kolonel Freezer secara panjang lebar dan mendetail menjelaskan tentang kondisi reruntuhan material bangunan dan bekerja evakuasi dengan kehati – hatian, agar tidak terjadi risiko tinggi yang dapat menimbulkan masalah dan korban baru.

Ini bagi Basarnas merupakan kewajibannya untuk menyamakan persepsi dari penjelasannya SOP dan mekanisme pelaksanaan evakuasinya dalam kondisi terbaru saat ini, terutama terhadap wali santri korban yang masih dalam pencarian.

“Kita ingin berhati – hati dalam mengevakuasi korban dalam keadaan utuh, entah terhadap korban yang mungkin masih bisa bertahan hidup maupun korban yang meninggal. Melihat kondisi reruntuhan dan struktur bangunan saat ini berisiko tinggi bisa menimbulkan korban lagi, kalau dilakukan rame – rame orang banyak yang rentan dengan keselamatan annya, dan berisiko tinggi terjadinya pergeseran atau pergerakan pada reruntuhan dan struktur bangunannya,” terang Kolonel Freezer.

Terkait permintaan dan desakan evakuasi bekerja selama 24 jam, terutama di malam hari, para wali korban mengaku dan menyatakan siap turun tangan membantu evakuasi rame – rame, bila permintaan izinnya disetujui oleh Basarnas.

Namun demikian, guna menjembatani untuk mendapatkan solusi yang terbaik atas permintaan izin dan desakan dari para wali santri, Kolonel Freezer meminta keinginannya para wali santri dituangkan dalam lembaran tertulis surat, untuk disampaikan kepada Kepala Basarnas.

Baca Juga  Duka Reruntuhan Al Khoziny, PKB Sidoarjo Galang Bantuan untuk Korban

Namun permintaan itu ditolak para wali santri, lantaran dianggap prosesnya masih lamban untuk mendapatkan jawaban dari pimpinan Basarnas.

“Kalau pakai surat khawatirnya prosesnya lama pak, ini kan kondisi darurat apalagi di lokasi korban dinyatakan zona hitam. Kami sudah ikhlas pak, tapi kami tidak mau anak kami membusuk di reruntuhan itu pak. Gimana kalau menghubungi pimpinan lewat video call?,” pinta gusar wali santri lainnya di kerumunan.

Kemudian, Kolonel Nanang mencoba membantu para wali santri yang kerumunannya makin bertambah banyak untuk mendesak Basarnas, lewat ponselnya Ia kemudian mencoba menelpon Wagub Emil Elestianto Dardak, untuk menyambungkan keinginan wali santri.

Dalam percakapan yang dengan menghidupkan pengeras suara ponsel, Wagub Emil akan menindaklanjuti keinginan wali santri, terutama terkait permintaan evakuasi 24 jam kerja tim Basarnas, akan disampaikan kepada Dandim dan Kapolresta Sidoarjo, sebagai pelaksana tugas di titik lokasi zoba reruntuhan bangunan.

Hingga berita ini diunggah, belum diketahui apakah disetujui atau tidak, terkait permintaan izin para wali santri siap untuk turun tangan ikut mengevakuasi korban di reruntuhan bangunan.

  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Para pemenang KBAM berfoto bersama di GOR Suryanaga Surabaya pada edisi sebelumnya

    Peserta KBAM 2026 Tembus 75 Pasang, Digelar 27-28 Oktober di GOR Suryanaga

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
    • account_circle Ruang Wawan
    • 0Komentar

    SURABAYA – Pengunduran jadwal Kejuaraan Bulutangkis Antar Media (KBAM) 2026 membawa berkah. Jumlah peserta kejuaraan itu terus bertambah berkat dukungan Bakti Olahraga Djarum Foundation dan kini menembus 75 pasang dari tiga kategori. “Total sudah ada 75 pasang dari tiga kategori yang terdaftar. Jumlahnya masih bisa bertambah karena penutupannya H-1 atau 26 Oktober nanti,” kata Ketua […]

  • Lukisan Anak Palestina

    Lukisan “Anak Palestina” Guncang Pameran Dejavu di Galeri Merah Putih Balai Pemuda Surabaya

    • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Suasana batin pengunjung seni mendadak hening ketika berdiri di depan lukisan berjudul “Anak–Anak Palestina” dalam Pameran Seni Rupa “Dejavu” yang digelar di Galeri Merah Putih, Balai Pemuda Surabaya, mulai Minggu sore, 3 hingga 7 Agustus 2025. Lukisan karya Djoko E&, seorang perupa sekaligus jurnalis, menampilkan bocah-bocah Palestina bermain bola di antara reruntuhan bangunan […]

  • review Pengepungan di Bukit Duri

    Pengepungan di Bukit Duri: Ledakan Konflik Sosial Paling Memukau di Layar 2025!

    • calendar_month Minggu, 20 Apr 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id– Joko Anwar kembali membuktikan diri sebagai maestro sinema Indonesia melalui Pengepungan di Bukit Duri (2025). Film ini bukan sekadar tontonan, melainkan cermin retak masyarakat yang memadukan konflik rasial, trauma historis, dan kegagalan sistem pendidikan dalam bingkai distopia Jakarta. Setelah sukses dengan Siksa Kubur (2024), Anwar menghadirkan karyanya yang paling ambisius sekaligus kontemplatif ini. Sinopsis […]

  • peran shopping mall dalam ekonomi kota

    Peran Shopping Mall dalam Transformasi Ekonomi Kota Surabaya

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Oleh : Athaya Maheswari Jumhur Ruang.co.id – Pusat perbelanjaan memiliki sejarah panjang yang berakar dari ruang-ruang niaga terbuka pada masa Yunani Kuno, seperti agora, serta forum di Romawi. Perkembangannya kemudian terlihat pada pasar beratap seperti Trajan’s Market, yang telah menaungi ratusan kios dan menyerupai konsep pusat perbelanjaan modern. Memasuki Abad Pertengahan hingga era Renaisans, alun-alun […]

  • Film Korea berjudul Flu

    Sinopsis Film Korea “Flu” Tentang Wabah Virus yang Mematikan

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Film Korea bertajuk “Flu” menghadirkan cerita menegangkan tentang wabah virus mematikan yang mengubah hidup banyak orang dalam sekejap. Dirilis pada 2013, film ini menjadi salah satu tontonan yang semakin relevan pasca pandemi global melanda dunia. Bagi kalian yang senang dengan drama penuh aksi dan emosi, “Flu” adalah pilihan sempurna. Dalam cerita ini, […]

  • Lirik Lagu Complicated Avril Lavigne

    Lirik Lagu “Complicated”, Debut Avril Lavigne dengan Ikonik Dasi Hitam jadi Tren

    • calendar_month Sabtu, 7 Des 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Sudah siap konser Avril Lavigne di Indonesia tahun 2025? Susun daftar putar lagu-lagu Avril Lavigne yang paling ingin kamu nyanyikan. Salah satunya “Complicated” adalah single pertama dari album debut Avril Lavigne, “Let Go”, yang dirilis pada tahun 2002. Lagu ini langsung menjadi fenomena global dan melambungkan nama Avril sebagai salah satu penyanyi […]

expand_less